<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Makanan Khas Balikpapan Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/makanan-khas-balikpapan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/makanan-khas-balikpapan/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jan 2024 13:29:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Makanan Khas Balikpapan Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/makanan-khas-balikpapan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Umbut Jua dari Suku Paser Balek, Digadang Jadi Makanan Khas Balikpapan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/umbut-jua-dari-suku-paser-balek-digadang-jadi-makanan-khas-balikpapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 13:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan khas kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Pasir Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Poltekba]]></category>
		<category><![CDATA[Umbut Jua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=28287</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makanan Umbut Jua digadang akan jadi makanan khas Balikpapan. Melalui penelitian gastronomi oleh dosen Poltekba Balikpapan. Makanan dengan cita rasa pahit itu berasal dari suku Paser Balik. Pengemasannya masih jadi PR. Kota terbesar kedua di Kalimantan Timur ini merupakan kotanya para pendatang. Ya, Kota Balikpapan memang terkenal dengan kepluralannya. Sebab hampir semua suku di Indonesia [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/umbut-jua-dari-suku-paser-balek-digadang-jadi-makanan-khas-balikpapan/">Umbut Jua dari Suku Paser Balek, Digadang Jadi Makanan Khas Balikpapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Makanan Umbut Jua digadang akan jadi makanan khas <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Balikpapan">Balikpapan</a>. Melalui penelitian gastronomi oleh dosen Poltekba Balikpapan. Makanan dengan cita rasa pahit itu berasal dari suku Paser Balik. Pengemasannya masih jadi PR.</p>



<p>Kota terbesar kedua di Kalimantan Timur ini merupakan kotanya para pendatang. Ya, Kota Balikpapan memang terkenal dengan kepluralannya. Sebab hampir semua suku di Indonesia bermukim di kota ini.</p>



<p>Sehingga Kota Minyak punya struggle tersendiri di bidang kuliner. Untuk menemukan makanan khas di kawasan urban ini. Entah itu makanan yang mengandung unsur nama Balikpapan atau melambangkan Kota Balikpapan.</p>



<p>Paling mentok, Balikpapan jago di kuliner kepiting. Yang kemudian dianggap makanan khas Kota Balikpapan. Walau sebetulnya masih kurang khas.</p>



<p>Kesulitan itu dirasakan juga oleh akademisi kuliner Poltekba Balikpapan, Febby Syarif. Katanya, kalau menyoal makanan khas, memang punya tantangan tersendiri.</p>



<p>Utamanya bidang gastronomi. Bagaimana melihat makanan. Bukan hanya sebagai hidangan semata. Namun juga mengandung alasan dan cerita soal bagaimana sajian itu ada.</p>



<p>&#8220;Jadi kalau kita ngomongin makanan khas, Balikpapan enggak punya makanan khas. Makanya kami punya beban sendiri di bidang akademik untuk bagaimana menimbulkan makanan khas tersebut,&#8221; jelas Febby belum lama ini.</p>



<p>Perhatian kepada kuliner khas Balikpapan melalui penelitian pun mulai digalakkan. Kata Febby sejumlah mahasiswanya mulai menggali soal makanan khas. Untuk meningkatkan potensi makanan khas Kota Minyak.</p>



<p>&#8220;Beberapa anak-anak itu (mahasiswanya) juga berusaha menciptakan makanan khas. Kayak buah kelumbut. Nah itu buah klubut kemungkinan bisa jadi makanan khas.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Potensi Umbut Jua</strong></h2>



<p>Sementara itu Febby Syarif sendiri melakukan penelitian di Desa Wisata Km 15. Terhadap satu di antara suku yang pertama datang ke Balikpapan. Namanya suku&nbsp; Pasir atau Paser. Di bidang antropologi disebut suku Paser Balik.</p>



<p>&#8221; Bu Wakil Wali Kota itu bahkan juga membuat baju terinspirasi dari suku Paser Balik. Jadi kami berangkat dari sana, akhirnya suku Paser Balik itu. Dan tempat yang masih ada orangnya itu di Desa Wisata Km 15 itu di Hutan Lindung Sungai Wain.&#8221;</p>



<p>Karena Balikpapan memang kota pendatang dan tidak punya suku asli. Maka suku Paser Balik itu kemudian dipilih.</p>



<p>Febby beranggapan kalau suku awalnya Balikpapan itu. Bisa jadi cikal bakal makanan khas Balikpapan di kemudian hari. Mengingat sampai sekarang Balikpapan belum punya makanan khas.</p>



<p>&#8220;Nah jadi suku Paser Balik ini mempunyai makanan khas namanya Umbut Jua. Yang lagi kita teliti.&#8221;</p>



<p>Menurut Febby. Umbut Jua punya keunikan tersendiri. Umbut merujuk pada tanaman rotan. Sementara Jua berarti pahit. Sehingga Umbut Jua diartikan sebagai makanan rotan pahit.</p>



<p>&#8220;Memang mereka makannya itu. Kalau kita orang biasa, itu nggak suka. Karena rasanya pahit. Tapi surprisingly itu kayak makanan ajaib ya,&#8221; jelas Febby.</p>



<p>&#8220;Jadi mereka tuh punya spesifikasi rotan sendiri yang akan mereka masak. Itu rasanya pahit, enggak enak tapi begitu kamu kunyah terus, manis di mulut. Saya juga heran. Ajaib,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Sederhananya. Umbut Jua adalah rotan yang dimasak. Bisa diolah jadi oseng, atau jadi makanan olahan lain. Atau yang lebih simpel bisa diambil dari hutan, kemudian dibakar. Ketika meletek, dimakan dalamnya dan dijadikan kudapan.</p>



<p>&#8220;Kayak kalau orang Sunda ada timun gitu jadi lalap.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pahit tapi Nagih</strong></h2>



<p>Lanjut Febby, rasa pahit yang tetap dinikmati itu. Punya filosofi seperti sambal. Ada yang suka pedas ada yang tidak. Bagi yang suka pedas akan menganggap makanan enak dengan sambal meski punya sensasi menyiksa.</p>



<p>&#8220;Rasa pahit itu rasa yang akan menimbulkan mereka untuk ketagihan, sama filosofinya seperti kita makan sambal buat mereka. Nah kebanyakan orang Indonesia suka pedes,&#8221; cerita Dosen poltekba itu.</p>



<p>&#8220;Kenapa kok dia menyiksa diri tapi dia menikmatinya. Nah filosofi itu ternyata sama dengan apa yang mereka makan di Umbut itu. Pahit itu bikin membuat mereka menambah nafsu makan. Aneh ya,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Sesuatu yang tampak di luar nalar itu jadi sesuatu yang menarik sebab itu makanan asli suku Paser Balik. Bahkan rasa asli dari pahitnya. Secara ilmu gastronomi tidak boleh dikurangi. Sebab bisa menjadi bukan makanan khas lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penyajian Umbut Jua</strong></h2>



<p>Saat ini. Untuk menjadi makanan khas. Umbut Jua punya PR di bagian penyajian. Bukan soal packaging. Tapi pengolahan agar Umbut Jua ini bisa dinikmati banyak orang.</p>



<p>&#8220;Nah itu yang mau kita teliti lagi sebagai penelitian lanjutan. Dan mungkin dilakukan di tahun 2024 ini. Aku bakal teliti lanjutan untuk kemasannya.&#8221;</p>



<p>Sebab Umbut Jua tidak bisa hanya disajikan sebagai Umbut saja. Bakal jarang yang suka. Tapi tugas berikutnya adalah mengemas Umbut Jua jni sebagai atraksi pariwisata gastronomi.</p>



<p>Metode yang berusaha dilakukan. Serupa dengan Sayur Ares khas Bali. Makanan yang bahan dasarnya batang pohon pisang. Yang disajikan bersama Nasi Tekor. Sehingga batang pisang tadi tetap bisa dinikmati.</p>



<p>&#8220;Nasi Tekor itu isinya Sayur Ares itu. Batangnya daun pisang tapi kemasan dia itu enggak dijual seperti batang daun pisang.&#8221;</p>



<p>&#8220;Jadi dia nasi ada ayam bakar. Nasi mereka ditambah ada sate lilit terus dikasih Sayur Ares. Kemasannya seperti itu jadi semua orang bisa menikmati. Mungkin kalau kita makan ya aneh gedebok pisang kok dimakan,&#8221; tambah Febby.</p>



<p>Setelah melakukan studi tiru dan penelitian lanjutan. Kemudian mendapat metode yang pas mengenai kemasan dari Umbut Jua. Tidak menutup kemungkinan Umbut Jua juga bakal jadi makanan khas dari Kota Balikpapan. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/carut-marut-pembangunan-ulang-pasar-pagi-anggota-dewan-minta-pemkot-hentikan-proses-dan-evaluasi-ulang/">(ens/dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/umbut-jua-dari-suku-paser-balek-digadang-jadi-makanan-khas-balikpapan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/umbut-jua-dari-suku-paser-balek-digadang-jadi-makanan-khas-balikpapan/">Umbut Jua dari Suku Paser Balek, Digadang Jadi Makanan Khas Balikpapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Oh, Ternyata Ini Penyebab Kepiting Jadi Makanan Khas Balikpapan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/oh-ternyata-ini-penyebab-kepiting-jadi-makanan-khas-balikpapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2024 00:55:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Febby Syarif Poltekba]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kepiting Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Menu Kepiting di Balikpapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=28120</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah enggak sih, kamu bertanya-tanya. Kenapa kepiting jadi makanan khas Kota Balikpapan, yang terkenal dengan industri minyaknya? Kota Balikpapan terkenal dengan daerah yang plural. Sebagai kawasan urban berbagai suku dari penjuru Indonesia bermukim di kota ini. Untuk menemukan makanan khas Balikpapan. Entah yang mengandung unsur nama Balikpapan atau melambangkan Kota Balikpapan. Agak sulit. Kalau ada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/oh-ternyata-ini-penyebab-kepiting-jadi-makanan-khas-balikpapan/">Oh, Ternyata Ini Penyebab Kepiting Jadi Makanan Khas Balikpapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Pernah enggak sih, kamu bertanya-tanya. Kenapa kepiting jadi makanan khas Kota B<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Balikpapan">alikpapan</a>, yang terkenal dengan industri minyaknya?</p>



<p>Kota Balikpapan terkenal dengan daerah yang plural. Sebagai kawasan urban berbagai suku dari penjuru Indonesia bermukim di kota ini.</p>



<p>Untuk menemukan makanan khas Balikpapan. Entah yang mengandung unsur nama Balikpapan atau melambangkan Kota Balikpapan. Agak sulit. Kalau ada yang disebut sebagai makanan khas. Tapi sebetulnya kurang khas. Yaitu kepiting.</p>



<p>Ya, di antara ribuan menu khas Nusantara. Olahan kepiting adalah raja makanan di Kota Minyak. Ada beberapa alasan kenapa menu khas ini kurang khas. Pertama, menu berbahan dasar kepiting ada di mana-mana. Kedua, olahan kepiting di Balikpapan cenderung menggunakan bumbu umum. Seperti asam manis, lada hitam, dan teman-temannya itu.</p>



<p>Tapi, berkunjung ke kota ini tanpa menyantap kepiting itu, kayak ada yang kurang. Kalau kata orang-orang sih, menyantap kepiting di Balikpapan itu. Kayak ada spesial-spesialnya gitu.</p>



<p>Karena sudah menjadi makanan khas, restoran kepiting bertebaran di mana-mana. Utamanya di kawasan dekat pantai. Selain jadi makanan berat, kepiting di sana juga diolah menjadi menu pendamping ataupun cemilan. Seperti abon, peyek, keripik, dan banyak lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penyebab Kepiting Jadi Menu Khas</strong></h2>



<p>Akademisi kuliner Poltekba, Febby Syarif mengakui, cukup sulit mencari menu khas populer di Balikpapan, selain kepiting. Penyebabnya, karena penduduk kota ini sangat heterogen.</p>



<p>&#8220;Kalau makanan khas Bali apa? Gampang kan. Khasnya Jawa Timur apa? Gampang kan. Karena dia punya suku. Kita sukunya apa? Banyak kan. Karena kita heterogen.&#8221;</p>



<p>Karenanya, industri kuliner berjalan secara natural. Mengikuti selera penduduk yang berasal dari banyak suku bangsa tadi. Kebetulan, kepiting mudah ditemui di sana. Sehingga sering diolah menjadi lauk utama.</p>



<p>Menurut Feby, karena sudah menjadi kebiasaan. Kepiting dengan sendirinya banyak ditawarkan oleh pengusaha rumah makan. Berangkat dari menjual menu yang bahan bakunya mudah didapat, dan disukai masyarakat.</p>



<p>&#8220;Yang banyak ditemuin, dan terkenalnya itu. Akhirnya Balikpapan itu, kalau ke sana makan apa sih? Oh banyaknya kepiting,&#8221; jelas Febby Kamis 18 Januari 2024.</p>



<p>&#8220;Nah jadi karena banyaknya komoditi itu. Sama kayak di Maluku makanannya, ya karena sagu komoditinya. Kalau cari yang lain susah. Apalagi di Balikpapan ini kepiting memang dibudidayakan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Selain itu, olahan kepiting termasuk jajaran menu mewah. Sangat cocok untuk jadi jamuan kalangan menengah ke atas. Karena sejak masa hitam putih, Balikpapan berkembang sebagai kota penghasil minyak dan gas, serta kota transit. Sehingga banyak ekspatriat, pebisnis kelas kakap, hingga pejabat tinggi negara mengunjungi kota ini.</p>



<p>Saat mencari makan, rekomendasi teratasnya jelas olahan kepiting. Dan begitu seterusnya. Sampai terafirmasi kalau menu khas Balikpapan, ya kepiting!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cerita Serupa di Samarinda</strong></h2>



<p>Pendekatan yang sama juga terjadi di Samarinda. Kota heterogen. Suku awal yang mendiami kota ini adalah Kutai, Banjar, dan Bugis. Nah, kuliner khas Kutai lebih tersentral di Tenggarong dan sekitarnya. Sementara menu khas Sulawesi lebih berkembang di kawasan tepi sungai. Jadilah masyarakat suku Banjar yang banyak menyediakan makanan di kawasan kota. Menu andalannya adalah nasi kuning, selain juga Soto Banjar.</p>



<p>Karena nasi kuning cenderung mudah dibuat, dan banyak penggemarnya. Jadi warung nasi kuning ramai terus. Dan ketika ada yang bertanya, apa menu khas Samarinda? Rekomendasi praktisnya, ya, nasi kuning. Soalnya ayam cincane sulit banget dapatnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/andi-harun-sudah-giliran-afif-rayhan-yang-datangi-bawaslu-untuk-klarifikasi-dugaan-mobilisasi-ketua-rt/">(ens/dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/oh-ternyata-ini-penyebab-kepiting-jadi-makanan-khas-balikpapan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/oh-ternyata-ini-penyebab-kepiting-jadi-makanan-khas-balikpapan/">Oh, Ternyata Ini Penyebab Kepiting Jadi Makanan Khas Balikpapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Makanan yang Identik dengan 3 Kota di Kaltim</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2022 06:59:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=8055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aneh tapi nyata. Makanan super khas dari 3 kota di Kaltim: Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Bukanlah menu asli Kalimantan. Bisa tebak menu apa saja? Setiap kota, selalu punya makanan khas yang identik dan melekat banget. Misal, Jakarta dengan kerak telor dan soto betawinya. Bandung? Batagor dan bubur ayam sudah pasti. Cilok juga sih. Soto Lamongan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/">3 Makanan yang Identik dengan 3 Kota di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Aneh tapi nyata. Makanan super khas dari 3 kota di Kaltim: Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Bukanlah menu asli Kalimantan. Bisa tebak menu apa saja?</p>



<p>Setiap kota, selalu punya makanan khas yang identik dan melekat banget. Misal, Jakarta dengan kerak telor dan soto betawinya. Bandung? Batagor dan bubur ayam sudah pasti. Cilok juga sih.</p>



<p>Soto Lamongan, Coto Makassar, Soto Banjar. Juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kota-kota tersebut. Mie Aceh, Sate Madura, Pempek Palembang, papeda, sampai rending. Juga sangat identik dengan kota asalnya.</p>



<p>Lalu bagaimana dengan 3 kota di Kaltim? Apakah punya makanan super khas juga? Jawabannya, ada dong. Namun, apakah setiap nama makanannya berakhiran dengan nama kotanya. Alias ada unsur Balikpapan, Samarinda, dan Bontang-nya? Jawabannya, tidak. Duh.</p>



<p>Ya mau bagaimana lagi, kebetulan, 3 kota di Kaltim adalah kawasan urban. Semua suku bangsa yang bermukim di 3 kota itu. Asal usulnya adalah pendatang.</p>



<p>Berbeda dengan Paser, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutim. Yang penduduk awalnya ialah suku asli setempat.</p>



<p>Karena berstatus kota urban. Jadi pengaruh daerah lain dalam susunan menu khas Kota Balikpapan, Samarinda, dan Bontang sangat terasa. Enggak percaya? Kita cek yuk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Samarinda</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="640" height="370" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/samarinda.jpg" alt="" class="wp-image-8059" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/samarinda.jpg 640w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/samarinda-300x173.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></figure>



<p>Sudah sejak lama, Kota Samarinda itu identik dengan amplang. <em>Yes, </em>kerupuk berbahan dasar ikan itu sudah jadi penganan oleh-oleh asal Samarinda.</p>



<p>Padahal aslinya, <a href="https://www.google.com/search?q=amplang%20ikan%20pipih%20samarinda&amp;oq=amp&amp;aqs=chrome.0.69i59l2j69i57j46i433i512l2j0i512j69i60l2.2535j0j9&amp;sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8&amp;tbs=lf:1,lf_ui:10&amp;tbm=lcl&amp;sxsrf=ALiCzsaFPRk5eOlLMj0UU5m9DUbZZAdYog:1667113005105&amp;rflfq=1&amp;num=10&amp;rldimm=4332532075502638990&amp;lqi=ChxhbXBsYW5nIGlrYW4gcGlwaWggc2FtYXJpbmRhSLSC0oyZq4CACFowEAAQARACGAAYARgCGAMiHGFtcGxhbmcgaWthbiBwaXBpaCBzYW1hcmluZGEyAmlkkgENZ3JvY2VyeV9zdG9yZZoBI0NoWkRTVWhOTUc5blMwVkpRMEZuU1VNdGIwdHhSMGhCRUFF&amp;phdesc=Dkpwp4lXyJY&amp;ved=2ahUKEwi1xODzr4f7AhWx8zgGHUS5D6oQvS56BAgZEAE&amp;sa=X&amp;rlst=f#rlfi=hd:;si:4332532075502638990,l,ChxhbXBsYW5nIGlrYW4gcGlwaWggc2FtYXJpbmRhSLSC0oyZq4CACFowEAAQARACGAAYARgCGAMiHGFtcGxhbmcgaWthbiBwaXBpaCBzYW1hcmluZGEyAmlkkgENZ3JvY2VyeV9zdG9yZZoBI0NoWkRTVWhOTUc5blMwVkpRMEZuU1VNdGIwdHhSMGhCRUFF,y,Dkpwp4lXyJY;mv:[[-0.49846559999999995,117.1603903],[-0.49860949999999993,117.1531028]];tbs:lrf:!1m4!1u3!2m2!3m1!1e1!1m4!1u2!2m2!2m1!1e1!2m1!1e2!2m1!1e3!3sIAE,lf:1,lf_ui:10">amplang</a> itu berasal dari Sumatera. Walau di tempat aslinya sana, namanya berbeda.</p>



<p>Walau termasuk penganan ‘impor’, seiring waktu, ada juga amplang khas Samarinda. Yaitu amplang ikan pipih.</p>



<p>Menu selanjutnya yang identik dengan Samarinda adalah, ya apalagi kalau bukan nasi kuning. Menu ini ada di hampir semua kota di Indonesia. Namun nasi kuning di Samarinda itu. Bercita rasa Banjar. Jadi kaya bumbu dan basah. Beda dengan nasi kuning Jawa yang kering kerontang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Balikpapan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1200" height="675" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-1200x675.jpg" alt="" class="wp-image-8058" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-1200x675.jpg 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-300x169.jpg 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-768x432.jpg 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-1536x864.jpg 1536w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p>Raja makanan di Kota Balikpapan, adalah kepiting. <em>No debate! </em>Betul, masakan berbahan dasar kepiting ada di mana-mana. Tapi entah kenapa, menyantap kepiting di Balikpapan itu. Kayak ada spesial-spesialnya gitu.</p>



<p>Di sepanjang kawasan dekat pantai. Banyak berjejer restoran kepiting di Balikpapan. Kamu tinggal sesuaikan bumbu favoritmu.</p>



<p>Seiring waktu, UMKM di Balikpapan terus berinovasi dengan kepiting. Kamu <em>search </em>saja menu-menu kepiting di kota itu. Kamu pasti bakal bingung. Karena olehan kepiting ala Balikpapan ini banyak sekali. Mana unik dan enak-enak lagi. Jadi ngiler. Kepiting mana kepiting?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bontang</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="660" height="375" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/bontang.jpg" alt="" class="wp-image-8057" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/bontang.jpg 660w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/bontang-300x170.jpg 300w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" /></figure>



<p>Kamu belum bisa dikatakan sudah pernah ke Bontang kalau belum makan? Betul, gami bawis!</p>



<p>Sama seperti Balikpapan, Bontang juga memiliki banyak kawasan pesisir. Sehingga tatanan makanannya banyak dipengaruhi oleh suku asal Sulawesi.</p>



<p>Gami bawis, buat yang belum tahu. Ialah ikan bawis segar, yang digoreng di atas cobek, diberi sambal tomat. Bisa dikatakan <em>hot plate </em>lah. Karena penyajiannya juga masih di cobek yang untuk goreng. Jadi panas. Pastikan cobeknya jangan tertelan ya.</p>



<p>Kenapa ini menjadi andalan Bontang? Ya karena, ikan bawis sangat mudah didapatkan di sana. Kadang mikir kok bisa ya. Laut Bontang, Kutim, Berau, Kukar, Balikpapan, dan kawasan selatan Kaltim kan, satu garis. Tapi cuma di Bontang saja banyak ikan bawis.</p>



<p>Tempat terbaik menyantap gami bawis adalah di Bontang Kuala. Di kafe-kafe atas laut itu, gami bawis adalah menu utamanya.</p>



<p>Selain gami bawis yang bawaan orang Sulawesi. Bontang juga identik dengan pempek. Aneh kan? Pempek ternyata bukan cuma khasnya Palembang. <em>Wkwk.</em></p>



<p>Walau terkenal pempek asal Bontang itu enak-enak. Tapi di kotanya, enggak terlalu banyak penjual pempek siap makan loh. Justru, produsen pempek di sana menjualnya dalam bentuk <em>frozen.</em></p>



<p>Nah, itu tadi menu-menu khas tapi kurang khas dari 3 kota di Kaltim. Yang mana favoritmu?</p>



<p><strong>Penulis:</strong> <a href="https://kaltimfaktual.co/">Ahmad A. Arifin</a></p>



<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/ClGnkN1pnrN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/ClGnkN1pnrN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank" rel="noopener"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/ClGnkN1pnrN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Kaltim Faktual (@kaltimfaktual.co)</a></p></div></blockquote> <script async="" src="//www.instagram.com/embed.js"></script>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/">3 Makanan yang Identik dengan 3 Kota di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
