<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Makanan Khas Samarinda Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/makanan-khas-samarinda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/makanan-khas-samarinda/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Jul 2024 14:03:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Makanan Khas Samarinda Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/makanan-khas-samarinda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Merawat Ingatan Bubur Peca sebagai Warisan Budaya lewat Buku, Bakal Dirilis Senin Depan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/merawat-ingatan-bubur-peca-sebagai-warisan-budaya-lewat-buku-bakal-dirilis-senin-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2024 14:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Bubur Peca]]></category>
		<category><![CDATA[Bubur Peca Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Bubur Peca]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=37747</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemkot Samarinda telah menunjukkan komitmennya dalam merawat bubur peca sebagai warisan budaya. Telah dipatenkan lewat buku, untuk bisa disebarkan secara lebih luas. Buku itu bakal dirilis Senin mendatang. Pada Mei lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka diskusi mengenai kuliner bubur peca. Yang dinilai berpotensi sebagai kuliner khas Kota Tepian. Jika ditilik dari eksistensi dan nilai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/merawat-ingatan-bubur-peca-sebagai-warisan-budaya-lewat-buku-bakal-dirilis-senin-depan/">Merawat Ingatan Bubur Peca sebagai Warisan Budaya lewat Buku, Bakal Dirilis Senin Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Pemkot <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Samarinda">Samarinda</a> telah menunjukkan komitmennya dalam merawat bubur peca sebagai warisan budaya. Telah dipatenkan lewat buku, untuk bisa disebarkan secara lebih luas. Buku itu bakal dirilis Senin mendatang.</p>



<p>Pada Mei lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka diskusi mengenai kuliner bubur peca. Yang dinilai berpotensi sebagai kuliner khas Kota Tepian. Jika ditilik dari eksistensi dan nilai budayanya.</p>



<p>Sebab, Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan daerah urban yang plural. Berbagai suku di Indonesia bermukim di kota ini. Sama seperti Kota Balikpapan. Sehingga suku asal usulnya merupakan pendatang.</p>



<p>Hal itu membuat Kota Samarinda jarang memiliki sesuatu yang khas. Termasuk di dunia kuliner. Entah makanan yang mengandung unsur nama Samarinda atau melambangkan Kota Samarinda.</p>



<p>Kalau pun ada yang disebut sebagai makanan khas, tapi sebetulnya kurang khas. Misalnya saja nasi kuning, amplang dan lainnya. Sementara bubur peca, terdengar seperti kuliner khas suku Bugis di Sulawesi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tentang Bubur Peca</strong></h2>



<p>Bubur peca khas Samarinda, punya cerita tersendiri. Memang keberadaannya tidak dilepaskan dari suku Bugis, yakni yang bermukim di Samarinda Seberang yang menjadikannya sebagai menu tradisional populer.</p>



<p>Bubur peca kemudian dicetuskan sebagai makanan buka puasa sepanjang bulan Ramadan di Masjid Shirathal Mustaqiem (Masjid Tua) oleh H. Salehuddin Pemma (Pengurus masjid) pada tahun 60-70an.</p>



<p>Resep bubur peca yang dimiliki Hj. Salma sebagai generasi pertama, menjadi juru masak yang dibantu oleh warga sekitar. Lalu resepnya yang masih asli diwariskan secara turun-menurun hingga kini generasi ke tiga.</p>



<p>Yang menjadikannya unik, bubur peca khas Samarinda tidak diperjualbelikan hingga sekarang. Demi menjaga eksklusifitas dan keasliannya. Bubur peca juga menjadi simbol dan identitas dari keberagaman tradisi serta kebudayaan. Bahkan dipercaya baik untuk kesehatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pelestarian Bubur Peca lewat Buku</strong></h2>



<p>Pemkot Samarinda melalui Dinas Kebudayaan dan Pendidikan (Disdikbud) sudah lama punya rencana mengajukan bubur peca sebagai warisan budaya. Agar nilai yang dijaga sampai hari ini masih dapat dilestarikan.</p>



<p>Di antara upayanya melalui buku yang ditulis oleh seorang budayawan dan penulis di Samarinda Hamdani. Dia menulis buku yang khusus membahas mengenai bubur peca. Buku itu bakal dirilis Senin, 29 Juli 2024.</p>



<p>Kurator Samarinda Theo Nugraha menyebut, peluncuran buku tersebut bukan hanya sekadar peluncuran biasa. Namun juga disertai dengan dialog, gelaran seni, musik, dan pameran bubur peca.</p>



<p>&#8220;Saat pameran, seniman dangan displin berbeda akan merespons bubur peca untuk membuat karya,&#8221; jelas Theo kepada <em>Kaltim Faktual</em> Jumat 26 Juli 2024.</p>



<p>Dengan menggandeng seniman dengan disiplin ilmu yang berbeda, akan muncul ragam karya dengan tema Bubur Peca. Dari medium seni yang beragam. Mulai dari ilustrasi, multimedia, desain, hingga visual art.</p>



<p>Rangkaian acara akan digelar selama 3 hari. Senin &#8211; Rabu, 29-31 Juli. Bertempat di Rumah Adat dan Budaya Banjar Kutai Dayak Kota Samarinda di Jalan Kadrie Oening. Diisi juga dengan screening film dan penampilan musik. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/pengurus-baru-pwi-kaltim-dilantik-era-kepemimpinan-abdurrahman-amin-secara-resmi-dimulai/">(ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/merawat-ingatan-bubur-peca-sebagai-warisan-budaya-lewat-buku-bakal-dirilis-senin-depan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/merawat-ingatan-bubur-peca-sebagai-warisan-budaya-lewat-buku-bakal-dirilis-senin-depan/">Merawat Ingatan Bubur Peca sebagai Warisan Budaya lewat Buku, Bakal Dirilis Senin Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bubur Peca Khas Samarinda akan Diajukan Jadi Warisan Budaya</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/bubur-peca-khas-samarinda-akan-diajukan-jadi-warisan-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 May 2024 11:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Bubur Peca]]></category>
		<category><![CDATA[Bubur Peca Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Bubur Peca Warisan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Tua]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=35249</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemkot Samarinda akan mengajukan bubur peca sebagai warisan budaya. Sebagai langkah melestarikan kuliner khas yang disajikan saban Ramadan di Masjid Tua Samarinda Seberang ini. Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan daerah urban yang plural. Berbagai suku di Indonesia bermukim di kota ini. Sama seperti Balikpapan. Sehingga suku asal usulnya merupakan pendatang. Hal itu membuat Kota [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/bubur-peca-khas-samarinda-akan-diajukan-jadi-warisan-budaya/">Bubur Peca Khas Samarinda akan Diajukan Jadi Warisan Budaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Pemkot <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Samarinda">Samarinda</a> akan mengajukan bubur peca sebagai warisan budaya. Sebagai langkah melestarikan kuliner khas yang disajikan saban Ramadan di Masjid Tua Samarinda Seberang ini.</p>



<p>Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan daerah urban yang plural. Berbagai suku di Indonesia bermukim di kota ini. Sama seperti Balikpapan. Sehingga suku asal usulnya merupakan pendatang.</p>



<p>Hal itu membuat Kota Samarinda jarang memiliki sesuatu yang khas. Termasuk di dunia kuliner. Entah makanan yang mengandung unsur nama Samarinda atau melambangkan Kota Samarinda.</p>



<p>Kalau pun ada yang disebut sebagai makanan khas, tapi sebetulnya kurang khas. Misalnya saja nasi kuning, amplang dan lainnya. Namun, belakangan kuliner bubur peca akan dipatenkan menjadi makanan khas Samarinda.</p>



<p>Bubur peca sendiri dicetuskan sebagai makanan khas berbuka puasa selama Ramadan di Masjid Shirathal Mustaqiem sekitar tahun 60-70an. Menggunakan resep asli generasi pertama yang masih bertahan.</p>



<p>Kian berjalannya waktu, sajian bubur peca asal suku Bugis ini menjadi tradisi turun menurun di Samarinda Seberang. Cara masaknya pun masih sama dengan cara tradisional. Sampai saat ini sudah pada generasi ke-3.</p>



<p>Agar eksistensi bubur peca ini tidak hilang, Pemerintah Kota Samarinda mulai memperluas akses masyarakat untuk mengetahui lebih dalam mengenai kuliner satu ini. Sehingga lebih dikenal generasi sekarang.</p>



<p>Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Barlin Hady Kesuma menyebut pihaknya saat ini mencoba mengangkat bubur peca menjadi warisan budaya yang bisa diakui.</p>



<p>&#8220;Mau kita ajukan sebagai warisan tak benda yang diakui. Nanti kita usulkan hasilnya ke pemerintah untuk dijadikan pengakuan. Entah dari Kaltim terlebih dahulu, baru ke nasional dan Unesco,&#8221; jelasnya kepada <em>Kaltim Faktual</em> Jumat 31 Mei 2024.</p>



<p>Kata Barlin, bubur peca ini bakal menjadi percontohan kuliner khas Samarinda. Sementara kuliner lain, seperti amplang, nasi kuning iwak haruan, lalu ayam bekepor, juga bakal diajukan selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bakal Adakan Cultural Week</strong></h2>



<p>Selain melalui jalur pengakuan budaya, Pemkot Samarinda juga akan membuka secara luas eksistensi bubur peca kepada masyarakat luas. Dengan berbagai upaya pelestarian yang menarik.</p>



<p>Nantinya akan ada pengkajian lebih mendalam, dan topik bubur peca akan dibuat menjadi sebuah tulisan buku, lalu ada kegiatan pameran, hingga edukasi ke sekolah melalui event Cultural Week.</p>



<p>&#8220;Cultural Week di bulan Juli waktu anak masuk sekolah di minggu pertama, harapannya kegiatan tersebut tidak hanya sekadar kegiatan biasa, harapannya bisa dinikmati seluruhnya,&#8221; pungkasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/borneo-fc-juara-3-liga-1-usai-kandaskan-bali-united-4-2/">(ens/dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/bubur-peca-khas-samarinda-akan-diajukan-jadi-warisan-budaya/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/bubur-peca-khas-samarinda-akan-diajukan-jadi-warisan-budaya/">Bubur Peca Khas Samarinda akan Diajukan Jadi Warisan Budaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Fakta Unik Nasi Kuning ala Samarinda; dari Bumbu hingga Lauk Pendampingnya</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/4-fakta-unik-nasi-kuning-ala-samarinda-dari-bumbu-hingga-lauk-pendampingnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2024 15:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Kuning]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Kuning Khas Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Kuning Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan Nasi Kuning]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=31591</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meski bukan berasal dari Samarinda, namun nasi kuning khas kota ini punya beberapa keunikan. Karena itu, bagi yang sudah terbiasa memakannya, akan sulit buat berpaling ke nasi kuning dari daerah lain. Seiring berkembangnya waktu, nasi kuning telah menempati deretan kasta tertinggi, dalam daftar kuliner khas Samarinda. Padahal, makanan ini tidak lahir di Kota Tepian. Sebutan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/4-fakta-unik-nasi-kuning-ala-samarinda-dari-bumbu-hingga-lauk-pendampingnya/">4 Fakta Unik Nasi Kuning ala Samarinda; dari Bumbu hingga Lauk Pendampingnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Meski bukan berasal dari Samarinda, namun <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_kuning">nasi kuning</a> khas kota ini punya beberapa keunikan. Karena itu, bagi yang sudah terbiasa memakannya, akan sulit buat berpaling ke nasi kuning dari daerah lain.</p>



<p>Seiring berkembangnya waktu, nasi kuning telah menempati deretan kasta tertinggi, dalam daftar kuliner khas Samarinda. Padahal, makanan ini tidak lahir di <em>Kota Tepian.</em></p>



<p>Sebutan Nasi Kuning Samarinda, sebenarnya bukan menunjukkan sisi orisinalitasnya. Namun lebih ke hal uniknya. Apa saja sih?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bumbu Melimpah</strong></h2>



<p>Fakta pertama dari nasi kuning khas Samarinda adalah bumbu melimpah. Bukan bumbu pada nasinya, tapi lauknya. Bumbu Bali yang membalut lauk utama seperti ayam, telur, haruan (ikan gabus), hingga daging sapi disajikan lebih banyak.</p>



<p>Saat dicampur dengan nasi dan lauk pendamping lainnya, bumbu merah yang melimpah dan bertekstur kental-kental cair itu bisa mengubah warna nasi kuning menjadi jingga.</p>



<p>Tak cuma soal jumlah, tapi rasa dan aromatiknya tak perlu diragukan. Ini menjadi alasan kenapa orang yang sudah terbiasa mengonsumsi nasi kuning ala Samarinda, tak begitu cocok dengan menu yang sama di luar pulau.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dominasi Banjar-Jawa</strong></h2>



<p>Fakta unik kedua adalah penjual nasi kuning di Samarinda, mayoritas berasal dari suku Banjar dan Jawa. Perbedaan mencoloknya: dari sisi rasa, ala Banjar lebih manis, sementara ala Jawa lebih gurih pedas. Kemudian dari kondimennya, ala Banjar biasanya berisikan bihun, serundeng kelapa, dan bawang merah goreng. Lebih minimalis.</p>



<p>Sementara beberapa penjual nasi kuning ala Jawa, tidak memakai serundeng. Melainkan menambahkan oseng tempe dan mi goreng. Nah, jika lidahmu kurang bisa beradaptasi dengan perbedaan cita rasa Nusantara, kamu harus lebih teliti sebelum membelinya.</p>



<p>Walaupun berbeda, namun ciri khasnya tetap sama, yaitu bumbu Balinya melimpah ruah!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tersedia 24 Jam</strong></h2>



<p>Di daerah lain, nasi kuning cenderung menjadi menu sarapan layaknya bubur ayam. Tapi di Samarinda, nasi kuning disajikan selama 24 jam. Dari pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari.</p>



<p>Bukan satu penjual menjajakan selama 24 jam penuh ya. Tapi selama 24 jam dalam sehari, kamu akan bisa menemukan penjual nasi kuning.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lebih Mudah Dijumpai Ketimbang di Daerah Asalnya</strong></h2>



<p>Ingat poin 2? Meski nasi kuning Jawa dan Banjar yang dominan, nasi kuning asal Kalimantan Selatan yang justru lebih divalidasi sebagai khasnya Samarinda. Tapi uniknya, menemukan nasi kuning di Samarinda itu jauh lebih mudah. Karena ada di setiap kelurahan dan secara bergantian selalu tersedia selama 24 jam. Ketimbang di daerah asalnya, Banjarmasin.</p>



<p>Analoginya, ketika di Samarinda, pergi ke manapun selalu menemukan penjual nasi kuning. Di Banjarmasin, kamu harus lebih gigih menemukannya. Terutama di luar jam sarapan. Kok bisa ya? <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/pj-bupati-ppu-kalau-data-tak-akurat-sulit-tangani-kemiskinan-dan-pengangguran/">(dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/4-fakta-unik-nasi-kuning-ala-samarinda-dari-bumbu-hingga-lauk-pendampingnya/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/4-fakta-unik-nasi-kuning-ala-samarinda-dari-bumbu-hingga-lauk-pendampingnya/">4 Fakta Unik Nasi Kuning ala Samarinda; dari Bumbu hingga Lauk Pendampingnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Makanan yang Identik dengan 3 Kota di Kaltim</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2022 06:59:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=8055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aneh tapi nyata. Makanan super khas dari 3 kota di Kaltim: Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Bukanlah menu asli Kalimantan. Bisa tebak menu apa saja? Setiap kota, selalu punya makanan khas yang identik dan melekat banget. Misal, Jakarta dengan kerak telor dan soto betawinya. Bandung? Batagor dan bubur ayam sudah pasti. Cilok juga sih. Soto Lamongan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/">3 Makanan yang Identik dengan 3 Kota di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Aneh tapi nyata. Makanan super khas dari 3 kota di Kaltim: Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Bukanlah menu asli Kalimantan. Bisa tebak menu apa saja?</p>



<p>Setiap kota, selalu punya makanan khas yang identik dan melekat banget. Misal, Jakarta dengan kerak telor dan soto betawinya. Bandung? Batagor dan bubur ayam sudah pasti. Cilok juga sih.</p>



<p>Soto Lamongan, Coto Makassar, Soto Banjar. Juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kota-kota tersebut. Mie Aceh, Sate Madura, Pempek Palembang, papeda, sampai rending. Juga sangat identik dengan kota asalnya.</p>



<p>Lalu bagaimana dengan 3 kota di Kaltim? Apakah punya makanan super khas juga? Jawabannya, ada dong. Namun, apakah setiap nama makanannya berakhiran dengan nama kotanya. Alias ada unsur Balikpapan, Samarinda, dan Bontang-nya? Jawabannya, tidak. Duh.</p>



<p>Ya mau bagaimana lagi, kebetulan, 3 kota di Kaltim adalah kawasan urban. Semua suku bangsa yang bermukim di 3 kota itu. Asal usulnya adalah pendatang.</p>



<p>Berbeda dengan Paser, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutim. Yang penduduk awalnya ialah suku asli setempat.</p>



<p>Karena berstatus kota urban. Jadi pengaruh daerah lain dalam susunan menu khas Kota Balikpapan, Samarinda, dan Bontang sangat terasa. Enggak percaya? Kita cek yuk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Samarinda</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="640" height="370" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/samarinda.jpg" alt="" class="wp-image-8059" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/samarinda.jpg 640w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/samarinda-300x173.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></figure>



<p>Sudah sejak lama, Kota Samarinda itu identik dengan amplang. <em>Yes, </em>kerupuk berbahan dasar ikan itu sudah jadi penganan oleh-oleh asal Samarinda.</p>



<p>Padahal aslinya, <a href="https://www.google.com/search?q=amplang%20ikan%20pipih%20samarinda&amp;oq=amp&amp;aqs=chrome.0.69i59l2j69i57j46i433i512l2j0i512j69i60l2.2535j0j9&amp;sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8&amp;tbs=lf:1,lf_ui:10&amp;tbm=lcl&amp;sxsrf=ALiCzsaFPRk5eOlLMj0UU5m9DUbZZAdYog:1667113005105&amp;rflfq=1&amp;num=10&amp;rldimm=4332532075502638990&amp;lqi=ChxhbXBsYW5nIGlrYW4gcGlwaWggc2FtYXJpbmRhSLSC0oyZq4CACFowEAAQARACGAAYARgCGAMiHGFtcGxhbmcgaWthbiBwaXBpaCBzYW1hcmluZGEyAmlkkgENZ3JvY2VyeV9zdG9yZZoBI0NoWkRTVWhOTUc5blMwVkpRMEZuU1VNdGIwdHhSMGhCRUFF&amp;phdesc=Dkpwp4lXyJY&amp;ved=2ahUKEwi1xODzr4f7AhWx8zgGHUS5D6oQvS56BAgZEAE&amp;sa=X&amp;rlst=f#rlfi=hd:;si:4332532075502638990,l,ChxhbXBsYW5nIGlrYW4gcGlwaWggc2FtYXJpbmRhSLSC0oyZq4CACFowEAAQARACGAAYARgCGAMiHGFtcGxhbmcgaWthbiBwaXBpaCBzYW1hcmluZGEyAmlkkgENZ3JvY2VyeV9zdG9yZZoBI0NoWkRTVWhOTUc5blMwVkpRMEZuU1VNdGIwdHhSMGhCRUFF,y,Dkpwp4lXyJY;mv:[[-0.49846559999999995,117.1603903],[-0.49860949999999993,117.1531028]];tbs:lrf:!1m4!1u3!2m2!3m1!1e1!1m4!1u2!2m2!2m1!1e1!2m1!1e2!2m1!1e3!3sIAE,lf:1,lf_ui:10">amplang</a> itu berasal dari Sumatera. Walau di tempat aslinya sana, namanya berbeda.</p>



<p>Walau termasuk penganan ‘impor’, seiring waktu, ada juga amplang khas Samarinda. Yaitu amplang ikan pipih.</p>



<p>Menu selanjutnya yang identik dengan Samarinda adalah, ya apalagi kalau bukan nasi kuning. Menu ini ada di hampir semua kota di Indonesia. Namun nasi kuning di Samarinda itu. Bercita rasa Banjar. Jadi kaya bumbu dan basah. Beda dengan nasi kuning Jawa yang kering kerontang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Balikpapan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1200" height="675" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-1200x675.jpg" alt="" class="wp-image-8058" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-1200x675.jpg 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-300x169.jpg 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-768x432.jpg 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan-1536x864.jpg 1536w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/Kota-Balikpapan.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p>Raja makanan di Kota Balikpapan, adalah kepiting. <em>No debate! </em>Betul, masakan berbahan dasar kepiting ada di mana-mana. Tapi entah kenapa, menyantap kepiting di Balikpapan itu. Kayak ada spesial-spesialnya gitu.</p>



<p>Di sepanjang kawasan dekat pantai. Banyak berjejer restoran kepiting di Balikpapan. Kamu tinggal sesuaikan bumbu favoritmu.</p>



<p>Seiring waktu, UMKM di Balikpapan terus berinovasi dengan kepiting. Kamu <em>search </em>saja menu-menu kepiting di kota itu. Kamu pasti bakal bingung. Karena olehan kepiting ala Balikpapan ini banyak sekali. Mana unik dan enak-enak lagi. Jadi ngiler. Kepiting mana kepiting?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bontang</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="660" height="375" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/bontang.jpg" alt="" class="wp-image-8057" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/bontang.jpg 660w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/10/bontang-300x170.jpg 300w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" /></figure>



<p>Kamu belum bisa dikatakan sudah pernah ke Bontang kalau belum makan? Betul, gami bawis!</p>



<p>Sama seperti Balikpapan, Bontang juga memiliki banyak kawasan pesisir. Sehingga tatanan makanannya banyak dipengaruhi oleh suku asal Sulawesi.</p>



<p>Gami bawis, buat yang belum tahu. Ialah ikan bawis segar, yang digoreng di atas cobek, diberi sambal tomat. Bisa dikatakan <em>hot plate </em>lah. Karena penyajiannya juga masih di cobek yang untuk goreng. Jadi panas. Pastikan cobeknya jangan tertelan ya.</p>



<p>Kenapa ini menjadi andalan Bontang? Ya karena, ikan bawis sangat mudah didapatkan di sana. Kadang mikir kok bisa ya. Laut Bontang, Kutim, Berau, Kukar, Balikpapan, dan kawasan selatan Kaltim kan, satu garis. Tapi cuma di Bontang saja banyak ikan bawis.</p>



<p>Tempat terbaik menyantap gami bawis adalah di Bontang Kuala. Di kafe-kafe atas laut itu, gami bawis adalah menu utamanya.</p>



<p>Selain gami bawis yang bawaan orang Sulawesi. Bontang juga identik dengan pempek. Aneh kan? Pempek ternyata bukan cuma khasnya Palembang. <em>Wkwk.</em></p>



<p>Walau terkenal pempek asal Bontang itu enak-enak. Tapi di kotanya, enggak terlalu banyak penjual pempek siap makan loh. Justru, produsen pempek di sana menjualnya dalam bentuk <em>frozen.</em></p>



<p>Nah, itu tadi menu-menu khas tapi kurang khas dari 3 kota di Kaltim. Yang mana favoritmu?</p>



<p><strong>Penulis:</strong> <a href="https://kaltimfaktual.co/">Ahmad A. Arifin</a></p>



<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/ClGnkN1pnrN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/ClGnkN1pnrN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank" rel="noopener"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/ClGnkN1pnrN/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Kaltim Faktual (@kaltimfaktual.co)</a></p></div></blockquote> <script async="" src="//www.instagram.com/embed.js"></script>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/3-makanan-yang-identik-dengan-3-kota-di-kaltim/">3 Makanan yang Identik dengan 3 Kota di Kaltim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resep Ayam Cincane, Menu Khas Samarinda yang Hampir Punah</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/resep-ayam-cincane-menu-khas-samarinda-yang-hampir-punah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2022 10:03:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Cincane]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=6276</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ayam cincane adalah menu khas Kota Samarinda. Yang keberadaannya sulit sekali ditemui. Mungkin, bisa dikatakan hampir punah. Tapi tenang, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah karena mudah. Sebenarnya agak membingungkan juga mengapa menu ayam cincane tidak banyak dijajakan di Kota Samarinda. Berstatus menu khas, ayam cincane justru kalah pamor dengan Soto Banjar dan nasi kuning [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/resep-ayam-cincane-menu-khas-samarinda-yang-hampir-punah/">Resep Ayam Cincane, Menu Khas Samarinda yang Hampir Punah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap"><a href="https://cookpad.com/id/resep/176969-ayam-cincane-kalimantan-timur?ref=recipe&amp;via=registration_app_download_intercept">Ayam cincane</a> adalah menu khas Kota Samarinda. Yang keberadaannya sulit sekali ditemui. Mungkin, bisa dikatakan hampir punah. Tapi tenang, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah karena mudah.</p>



<p>Sebenarnya agak membingungkan juga mengapa menu ayam cincane tidak banyak dijajakan di Kota Samarinda. Berstatus menu khas, ayam cincane justru kalah pamor dengan Soto Banjar dan nasi kuning khas Kalimantan Selatan. Atau bahkan dengan ayam lalapan khas Pulau Jawa.</p>



<p>Padahal, membuat ayam cincane tidak jauh berbeda dengan mengolah menu ayam berbumbu lainnya. Soal rasa, punya kemiripan dengan ayam taliwang yang tentu sangat familiar itu.</p>



<p>Untuk bisa menyantap menu ini. Kamu butuh keberuntungan. Karena tak ada dijual di warung-warung makan pinggir jalan ataupun restoran. Kamu bisa membelinya suatu ketika ada yang menjualnya secara tiba-tiba di Facebook.</p>



<p>Seiring semakin berkembangnya dunia kuliner. Ayam cincane semakin tenggelam di daftar kuliner Kota Samarinda.</p>



<p>Namun, kalau kamu penasaran dengan cita rasanya. Kamu bisa buat sendiri kok. Begini resep dan caranya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Resep Ayam Cincane</h3>



<p>1 ekor ayam. Harusnya pakai ayam kampung untuk mendapat cita rasa asli dari menu ini. Tapi kalau tak ada, kamu bisa menggantinya dengan ayam potong biasa ya.</p>



<p>7 siung bawang putih dan 12 buah bawang merah.</p>



<p>1 sendok makan terasi. Rugi kalau kamu menghilangkan bahan ini dengan alasan orang rumah tidak suka terasi. Karena hei karena, ini adalah ruh dari ayam cincane ini. kyaaaa.</p>



<p>3 batang serai dan 4 cm lengkuas. Kalau tidak punya penggaris, 4 cm itu sekitar jari kelingking lah. Kira-kira segitu.</p>



<p>Cabai merah besar dan cabai rawit hijau. Jumlahnya kira-kira saja sesuai selera.</p>



<p>2 sendok makan gula merah, 3 lembar daun salam, jahe secukupnya</p>



<p>5 sendok makan minyak goreng, secukupnya air, dan garam. Micin mana? Iya boleh deh, pakai penyedap rasa.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Cara Membuat</h3>



<p>Haluskan semua bumbu, lalu tumis di wajan yang berisi minyak panas. Karena kalau di atap rumah, itu namanya menjemur. Terserah.</p>



<p>Ketika bumbu sudah harum, masukkan ayam, lalu siram air dan beri rasa. Bisa juga di balik sih, Ges. Bumbu harum, masukkan air, kemudian beri garam dan penambah rasa lainnya. Begitu yakin sudah pas, baru masukkan ayam. Bebas mau pilih yang mana. Sesuaikan hati nurani dan hindari money politic. <em>Opo meneeh!</em></p>



<p>Nah, ungkep sampai air mulai mongering. Panggang di atas arang. Ya, di teplon juga boleh. Cuma kalau pakai arang lebih tradisional saja. Dan tentu, bisa mendapat cita rasa yang maksimal. Bonus gosong kalau kamu lengah.</p>



<p>Dan, selesai. Kamu bisa sajikan dengan nasi hangat, lalu, <em>leppp. </em>Nikmat! <a href="https://kaltimfaktual.co/">(dra)</a></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/resep-ayam-cincane-menu-khas-samarinda-yang-hampir-punah/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/resep-ayam-cincane-menu-khas-samarinda-yang-hampir-punah/">Resep Ayam Cincane, Menu Khas Samarinda yang Hampir Punah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
