GAYA HIDUP
Terduga Pelaku EO Event Lari di Samarinda Serahkan Diri ke Polresta, Polisi Dalami Dugaan Penipuan Peserta
Kasus dugaan penipuan dalam sebuah event lari di Samarinda memasuki perkembangan baru. Terduga pihak penyelenggara atau Event Organizer (EO) dilaporkan telah menyerahkan diri ke Polresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan, setelah sebelumnya dilaporkan oleh salah satu peserta.
Langkah tersebut dibenarkan pihak kepolisian yang saat ini masih melakukan pendalaman terhadap laporan dugaan kerugian peserta dalam kegiatan olahraga massal tersebut.
Peserta Lapor Polisi, Diduga Fasilitas Tak Sesuai Janji

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah seorang peserta melaporkan EO event lari ke Polresta Samarinda. Pelapor mengaku merasa dirugikan karena sejumlah fasilitas yang dijanjikan dalam materi promosi tidak diterima secara utuh saat pelaksanaan kegiatan.
Sejumlah peserta lain juga turut menyuarakan keluhan serupa, mulai dari distribusi perlengkapan yang tidak sesuai hingga layanan di lapangan yang dinilai kurang maksimal.
“Awalnya dari promo semua lengkap, tapi saat hari pelaksanaan banyak yang tidak sesuai,” ungkap salah satu peserta.
EO Serahkan Diri, Polisi Lakukan Pemeriksaan Intensif
Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Dedi Hartono membenarkan bahwa pihak terlapor telah datang dan menyerahkan diri untuk menjalani proses klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, terlapor sudah datang ke Polresta Samarinda. Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan terkait laporan yang masuk,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, penyidik saat ini masih mengumpulkan alat bukti, termasuk dokumen pendaftaran, bukti pembayaran peserta, serta materi promosi event yang beredar di media sosial.
“Kami masih dalami seluruh unsur, termasuk apakah ada perbuatan yang mengarah pada dugaan penipuan atau tidak,” tambahnya.
Kronologi Masih Didalami, Sejumlah Peserta Dimintai Keterangan
Selain pelapor utama, sejumlah peserta lain juga mulai dimintai keterangan sebagai saksi untuk memperjelas rangkaian peristiwa dalam pelaksanaan event tersebut.
Beberapa peserta menyebutkan adanya ketidaksesuaian antara promosi dan pelaksanaan di lapangan, meski sebagian lainnya menilai event tetap berjalan namun kurang maksimal dalam hal pelayanan.
Polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan semua pihak akan dimintai klarifikasi secara berimbang.
Polisi Imbau Tidak Berspekulasi
Pihak Polresta Samarinda mengimbau masyarakat untuk tidak menarik kesimpulan sebelum proses pemeriksaan selesai dilakukan. Aparat juga menegaskan bahwa setiap laporan akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, mengingat meningkatnya penyelenggaraan event olahraga massal di berbagai daerah, yang menuntut profesionalisme dan transparansi dari penyelenggara. (*/am)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoEkspor Perikanan Kaltim Melesat, 56 Ton Produk Laut Segar Terbang ke China Setiap Bulan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Buka Seleksi Komisaris dan Direksi BUMD 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
-
SAMARINDA5 hari agoIzin Andalalin Kafe NORDU Disorot, Dishub Samarinda Tunggu Arahan Wali Kota Usai Rapat Internal
-
PARIWARA2 hari agoYamaha Kaltim Luncurkan Warna Baru GEAR ULTIMA Hybrid di Karnaval Gear Ultima 2026, Usung Desain Dual Tone Lebih Modern
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoYamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair 2026, Hadirkan Sensasi MotoGP untuk Pecinta Balap
-
SAMARINDA3 hari agoAnggota DPRD Kaltim Darlis Pattalongi Dorong Partisipasi Masyarakat di Era Demokrasi Digital
-
EKONOMI DAN PARIWISATA20 jam agoKaltim Siapkan 15 Ribu Hektare Sawah Baru untuk Dukung Swasembada Beras
-
PARIWARA1 hari agoAuto Lebih Percaya Diri! Kolaborasi Yamaha x Kahf Sulap Grand Filano Hybrid Jadi Ala Classy Modern Explorer

