GAYA HIDUP
The Power of Consistency, ini Cara Menjaga Kebiasaan Baik biar Bertahan Sepanjang Tahun 2026
Memulai itu yang hal mudah, tapi konsistensi menjadi tantangannya. Biar tahun 2026 kamu lebih baik dari tahun kemarin, kamu nggak cukup hanya memulai, tapi juga harus konsisten. Berikut cara menjaga kebiasaan baik biar bertahan sepanjang tahun. Mau coba?
Banyak yang sepakat, memulai kebiasaan baik itu gampang. Semua orang bisa lari pagi sekali di awal Januari atau makan salad sehari. Tantangan seni terberatnya adalah mempertahankan kebiasaan itu saat motivasi sedang terjun bebas.
Saat hujan turun, saat lelah pulang kerja, atau saat mood sedang berantakan. Konsistensi adalah satu-satunya pembeda antara mereka yang “hanya ingin” dan mereka yang “berhasil mencapai”.
Bagaimana cara agar resolusi dan kebiasaan baik tidak layu sebelum berkembang? Kita pinjam strategi dari James Clear (penulis Atomic Habits) dan BJ Fogg (penulis Tiny Habits) untuk strategi anti-gagal ini:
Jangan Pernah Lewatkan Dua Kali (The Two-Day Rule)
Bolos sekali itu wajar, kita cuma manusia, bukan robot. Mungkin kamu sakit atau ada keadaan darurat. Tapi, hati-hati dengan hari kedua. Bolos dua kali berturut-turut adalah awal terbentuknya kebiasaan baru yang buruk (kebiasaan malas).
Jika hari ini kamu gagal olahraga karena lembur parah, pastikan besok kamu tetap olahraga walau cuma 10 menit stretching di kamar. Jangan biarkan rantai konsistensi putus total. Yang dijaga adalah ritmenya, bukan durasinya.
Fokus pada “Siapa”, Bukan “Apa” (Perubahan Identitas)
Ubah narasi di kepalamu. Perilaku mengikuti identitas. Daripada bilang “Saya sedang mencoba berhenti merokok” (yang menyiratkan kamu masih perokok yang sedang berjuang menahan diri), katakan “Saya bukan perokok”.
Daripada bilang “Saya harus lari”, katakan “Saya adalah pelari“. Saat kamu mengadopsi identitas tersebut, kamu akan bertindak selayaknya orang dengan identitas itu. Kamu tidak perlu memaksa diri, karena “itulah dirimu”.
Desain Lingkungan: Buat yang Baik Terlihat, yang Buruk Tersembunyi
Manusia adalah makhluk visual dan pemalas. Kita cenderung mengambil apa yang ada di depan mata. Ingin rajin minum air putih? Taruh botol besar di meja kerja, bukan di dapur.
Jika ngin kurangi main medsos? Hapus aplikasinya dari home screen atau taruh HP di ruangan lain saat bekerja. Atau jika ingin rajin baca, taruh buku di atas bantal tidurmu di pagi hari.
Kurangi friction (hambatan) untuk kebiasaan baik, dan tambah hambatan untuk kebiasaan buruk. Jangan mengandalkan willpower (tekad) semata, karena tekad itu baterainya cepat habis.
Konsistensi itu seringkali membosankan. Tidak ada tepuk tangan setiap kali kamu memilih salad dibanding gorengan. Tapi justru di dalam kebosanan itulah progres sejati terjadi. Cintai proses yang repetitif itu, dan lihat betapa jauh kamu sudah melangkah di akhir tahun nanti. (ens)
-
HIBURAN1 hari agoTarra Budiman Cs Sapa Warga Samarinda, “Modual Nekad” Jadi Rekomendasi Tontonan Tahun Baru Paling Seru
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoKompak! Kepala Daerah di Kaltim Serukan Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api dan Pesta Berlebihan
-
SAMARINDA3 hari agoTahun Baru Semangat Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Birokrasi Kaltim ‘Naik Kelas’
-
HIBURAN4 hari agoMelly Goeslaw Buka East Borneo Islamic Festival, Wagub Kaltim Ajak Muhasabah Akhir Tahun
-
EKONOMI DAN PARIWISATA8 jam agoMeriah dan Bertabur Hadiah, ini Keseruan Malam Tahun Baru 2026 di Mahakam Lampion Garden Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoCuaca Kaltim Masih Didominasi Hujan Jelang Pergantian Tahun, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoSejak Diluncurkan Februari 2025, Program Cek Kesehatan Gratis Kaltim Jangkau 220 Ribu Warga
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoKaltim Salurkan Rp5,7 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh, Ini Sumber Dananya

