SEPUTAR KALTIM
Tindak Lanjuti Evaluasi Kemendagri, Pemprov Kaltim Kebut Finalisasi APBD 2026 Akhir Pekan Ini
Pemprov Kaltim kebut revisi APBD 2026 akhir pekan ini menyusul evaluasi Kemendagri. Sekda Sri Wahyuni targetkan penetapan Perda pada 5-6 Januari dan ingatkan efisiensi belanja operasional.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka awal tahun 2026 dengan agenda padat. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sri Wahyuni mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Inspektorat Daerah, Jumat 2 Januari 2026, guna mempercepat proses finalisasi anggaran daerah.
Pertemuan tersebut fokus untuk menindaklanjuti evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait Rancangan Peraturan Daerah (Perda) APBD Kaltim 2026 serta Peraturan Gubernur tentang Penjabarannya.
Pusat meminta adanya perbaikan pada beberapa pos anggaran sebelum dokumen tersebut resmi diajalankan.
Beberapa jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga turut mendampingi. Mulai dari Kepala BPKAD Muhammad Muzakkir, Kepala Bapperda Muhaimin, dan Inspektur Daerah HM Irfan Pranata Sri Wahyuni memberikan instruksi tegas.
Ia meminta seluruh OPD untuk bergerak cepat melakukan input data penyesuaian pada akhir pekan ini, yakni Jumat dan Sabtu.
“Seluruh satuan perangkat daerah wajib melakukan entri mulai hari ini sampai besok. Harapannya pada 5 dan 6 Januari 2026, proses penetapan Perda APBD dan Pergub Penjabaran APBD sudah dapat dilakukan,” ujar Sri Wahyuni usai memimpin rapat.
Fokus Koreksi: Rincian Belanja
Sri menjelaskan, pihaknya harus segera merespons catatan dari Kemendagri dalam Keputusan Nomor 900.1.1-6233 Tahun 2025 tersebut. Ada beberapa pos yang perlu revisi, khususnya yang berkaitan dengan detail rincian belanja daerah.
OPD tidak boleh menunda proses ini mengingat target penetapan Perda APBD yang sudah sangat mendesak.
“Kita harus segera menindaklanjuti beberapa koreksi dari Kepmendagri sebelum penetapan Perda, terutama penyesuaian rincian belanja. Targetnya pada 2 atau 3 Januari ini seluruh perubahan sudah dientri,” tegasnya.
Tekankan Efisiensi Belanja Operasional
Poin krusial dari evaluasi ini bukan hanya soal ketepatan waktu input data, melainkan kualitas dari belanja itu sendiri.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim ini mewanti-wanti agar struktur anggaran OPD tidak terdominasi oleh biaya operasional.
Ia menekankan agar biaya penunjang seperti rapat, perjalanan dinas, dan alat tulis tidak boleh lebih besar daripada belanja utama yang dampak pembangunannya terasa langsung oleh masyarakat.
Sri berharap, koreksi dari Kemendagri ini menjadi momentum bagi seluruh OPD untuk meningkatkan kualitas belanja daerah di tahun 2026. Anggaran targetnya benar-benar efektif dan efisien untuk pembangunan, bukan habis untuk urusan administratif semata. (ens)
-
HIBURAN2 hari agoTarra Budiman Cs Sapa Warga Samarinda, “Modual Nekad” Jadi Rekomendasi Tontonan Tahun Baru Paling Seru
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoMeriah dan Bertabur Hadiah, ini Keseruan Malam Tahun Baru 2026 di Mahakam Lampion Garden Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKompak! Kepala Daerah di Kaltim Serukan Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api dan Pesta Berlebihan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoCuaca Kaltim Masih Didominasi Hujan Jelang Pergantian Tahun, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
-
SAMARINDA4 hari agoTahun Baru Semangat Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Birokrasi Kaltim ‘Naik Kelas’
-
HIBURAN4 hari agoMelly Goeslaw Buka East Borneo Islamic Festival, Wagub Kaltim Ajak Muhasabah Akhir Tahun
-
GAYA HIDUP1 hari agoBukan Cuma Diet, Ini Pola Hidup Sehat yang Perlu Kamu Terapkan untuk Tahun 2026
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKaltim Salurkan Rp5,7 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh, Ini Sumber Dananya

