EKONOMI DAN PARIWISATA
Tren Wisata Alam Sedang Bagus, Lempake Perlu Dioptimalkan Lagi
Menurut Duta Wisata Kaltim, Arif Noor Gunawan. Potensi wisata sawah di Lempake bisa menjadi solusi bagi Samarinda yang kekurangan wisata alam. Di tengah tren berwisata ke alam terbuka yang sedang tinggi saat ini.
Lempake adalah sebuah kawasan di Samarinda Utara yang banyak terdapat rawa. Maka selain dimanfaatkan untuk membangun bendungan. Di daerah tersebut juga dikembangkan sektor pertanian padi sawah.
Bicara soal potensi wisata, sebenarnya sudah sejak lama Lempake menarik minat warga. Dulunya, cuma ada Bendungan Benanga. Meski sejauh mata memandang hanya rawa yang dipenuhi eceng gondok. Tetap saja kawasan itu ramai pengunjung saban harinya.
Sekitar setahun terakhir, sebuah destinasi wisata kuliner muncur secara alami di Betapus. Berawal dari kegemaran warga yang suka mendatangi tempat itu saat banjir. Para pedagang makanan lalu memanfaatkan momentum dengan berjualan di area persawahan, di dekat jembatan, tempat warga biasanya berkumpul.
Dengan pemandangan sawah, wisata kuliner Betapus selalu ramai setiap sore, apalagi akhir pekan. Pengunjungnya dari berbagai kalangan. Yang sama hanya keinginannya. Yakni mencari tempat yang tenang, untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang terdekat. Di balik hiruk pikuk Kota Samarinda.
Melihat kesuksesan Betapus. Tak lama berselang muncul wisata baru. Namanya Sudut Pandang. Dikelola oleh swasta. Tempat ini juga menawarkan pemandangan sawah. Kalau senja, beh, lebih mantep. Karena bisa menikmati sawah plus sunset.
Sudut Pandang sempat viral. Dan meski tingkat kunjungannya menurun, namun masih tergolong stabil.
Prospek Lempake
Nah, menurut Duta Wisata Kaltim Arif Noor Gunawan, Lempake masih bisa dikembangkan lagi. Tidak perlu muluk-muluk. Cukup maksimalkan potensi yang ada, yakni sawah dan rawanya. Karena memang itu kekuatan utamanya.
Terlebih tren wisata saat ini sedang mengarah ke alam. Terbukti di dua musim liburan terakhir, banyak warga Samarinda yang berbondong-bondong ke luar kota untuk menikmati pantai.
Karena itu, wisata sawah bisa menjadi alternatif wisata alam dalam kota yang ramah kantong. Serta memberi pilihan bagi lebih banyak kalangan. Terutama warga dengan ekonomi menengah ke bawah yang tak bisa sering ke luar kota. Ataupun menengah ke atas yang tak punya banyak waktu untuk berwisata.
“Melihat tren pariwisata saat ini lebih ke arah menikmati senja di sore hari. Dengan pemandangan padi yang indah. Harapannya dengan adanya pemicu pariwisata ini bisa memunculkan objek wisata lain yang berada di sekitar lokasi objek wisata yang sedang viral (Sudut Pandang dan Betapus),” kata Arif, baru-baru ini.
Untuk menciptakan wisata sawah yang lebih matang. Arif menyarankan agar petani mulai melihat prospek wisata ini. Sehingga mengatur waktu tanam, agar lebih sustain. Sementara pengembang wisata membuat fasilitas penunjangnya, seperti gazebo, tempat foto, dan lainnya. Perlu ada kerja sama yang baik, dengan orientasi sama-sama profit.
“Kita bisa berkaca dengan objek wisata di Magelang bernama Svargabumi yang serupa dengan konsep dari Sudut Pandang ini,” pungkasnya. (dmy/dra)
-
BALIKPAPAN5 hari agoSambut HUT ke-129, Balikpapan Rilis Logo “Harmoni Menuju Kota Global”
-
SAMARINDA3 hari agoSamarinda Menuju Usia 358 Tahun: Menelusuri Jejak Enam Kampung Purba dan Akar Sejarah Kota Mahakam
-
GAYA HIDUP4 hari agoAngka Pernikahan 2025 Naik Tipis, Tren ‘Enggan Nikah’ Mulai Melandai?
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoBibit Siklon Tropis 97S Kepung Indonesia Bagian Selatan, Begini Prediksi Cuaca Kaltim Sepekan ke Depan
-
BERITA3 hari agoPrakiraan Cuaca Sepekan: Bibit Siklon 97S Muncul, Wilayah Selatan Indonesia Waspada Hujan Ekstrem
-
FEATURE4 hari agoFenomena AI di 2026: Jadi “Asisten Hidup” yang Memanjakan, atau Perangkap Ketergantungan?
-
BERAU5 hari agoDi Balik Pesona Pantai Payung-Payung, Rudy Mas’ud Soroti Abrasi yang Ancam Jalan Bandara
-
FEATURE2 hari agoBukan Sekadar di Pinggir Sungai, Ini Filosofi Mendalam di Balik Julukan ‘Samarinda Kota Tepian’

