Nasional
Imbas Konflik Timur Tengah, Kepulangan 158 Jemaah Umrah RI Tertunda di Makkah dan Jeddah
Sebanyak 158 jemaah umrah Indonesia tertahan di Makkah dan Jeddah imbas konflik Timur Tengah. KJRI pastikan seluruh jemaah aman dan dapat pendampingan penuh.
Eskalasi konflik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah rupanya turut berimbas pada lalu lintas penerbangan internasional. Termasuk jadwal pemulangan jemaah umrah asal Indonesia. Saat ini, tercatat ada 158 jemaah yang terpaksa menunda kepulangannya dan masih berada di Arab Saudi.
Meski demikian, secara kumulatif gelombang kepulangan jemaah sebenarnya berjalan cukup lancar. Data dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah mencatat, sebanyak 14.796 jemaah umrah Indonesia telah berhasil diterbangkan ke Tanah Air sepanjang periode 28 Februari hingga 5 Maret 2026.
Terkait jemaah yang belum bisa pulang, Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M Ilham Effendy, menjelaskan bahwa mereka saat ini dalam kondisi aman dan tersebar di dua kota suci.
“Dalam proses pengawasan tersebut, tercatat pula 158 jemaah umrah mengalami penundaan atau tertahan dalam proses kepulangan, para jemaah saat ini berada di dua lokasi, di Kota Jeddah dan Kota Mekkah,” ungkap Ilham dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).
Tunggu Penjadwalan Ulang Maskapai
Penundaan ini terjadi karena para jemaah harus menunggu proses penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan yang diatur oleh pihak maskapai dan agen penyelenggara perjalanan.
Guna memastikan situasi tetap terkendali, tim dari KJRI Jeddah langsung disiagakan di titik-titik krusial, terutama di bandara, untuk memantau pergerakan dan memberikan pendampingan langsung.
“Petugas terus berada di lapangan untuk memantau langsung proses keberangkatan jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz,” kata Ilham.
Ia menegaskan, kehadiran petugas di lapangan sangat penting agar jemaah tidak kebingungan di tengah penundaan jadwal.
“Kami memastikan jemaah mendapatkan informasi yang jelas serta pendampingan selama proses kepulangan berlangsung. Kami (juga) terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan,” imbuhnya.
Menyikapi situasi ini, Ilham mengimbau para jemaah yang tertahan, maupun pihak keluarga yang menanti di Tanah Air, untuk tetap tenang. Pemerintah melalui perwakilan di Arab Saudi memastikan akan terus mengawal situasi hingga seluruh jemaah bisa terbang kembali ke Indonesia.
“Kami memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan dan pendampingan yang diperlukan,” pungkas Ilham. (ens)
-
PARIWARA5 hari agoHari Pelanggan Nasional 2026, Yamaha Siapkan Promo dan Kejutan untuk Konsumen
-
OLAHRAGA4 hari agoARRC Sepang 2026: Wahyu Nugroho Menang Lagi, Yamaha Racing Indonesia Panen Podium
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKarhutla Kaltim, 20 Puskesmas Disiapkan Jadi Rumah Oksigen untuk Antisipasi ISPA
-
GAYA HIDUP3 hari agoCUSTOMAXI 2026 Dimulai di Semarang, 85 Motor Adu Kreativitas Modifikasi
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Kaltim Memburuk, ISPU PM2.5 Masuk Kategori Tidak Sehat
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoBankaltimtara Raih KEJAR Award 2026, Terbaik di Kalimantan
-
KUTIM3 hari agoKaltim Perkuat Usulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Taman Bumi Nasional
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Mengintai, Posko Siaga Darurat Kaltim Dioptimalkan

