BALIKPAPAN
Viral Video Nenek di Kantor Kelurahan, Dinsos Balikpapan Luruskan Penyaluran Beras Banpang

Sebuah video yang memperlihatkan seorang nenek duduk di lantai Kantor Kelurahan Graha Indah, Balikpapan, menjadi perhatian di media sosial. Video yang direkam pada 24 September 2026 itu memperlihatkan Wa Maani, warga yang mengaku sebagai orang tua angkat dari nenek bernama Hadiyah.
Rekaman tersebut sempat memunculkan pertanyaan mengenai pelayanan dan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Namun, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan menegaskan, video itu bukan direkam oleh pegawai kelurahan maupun petugas Puskesos.
Kepala Dinsos Kota Balikpapan, Arfiansyah ST menjelaskan, Wa Maani datang ke kantor kelurahan untuk membawa Hadiyah agar mendapatkan bantuan pangan berupa beras. Pihak kelurahan disebut telah menawarkan agar Hadiyah masuk dan duduk di dalam ruangan, tetapi ia memilih tetap berada di luar.
Persoalan kemudian berkembang setelah Wa Maani merekam kejadian tersebut sekaligus meminta bantuan untuk Hadiyah yang ternyata belum tercatat sebagai penerima bantuan pangan.
Penelusuran Dinsos Ungkap Sejumlah Kendala Data Penerima

Setelah video tersebut diketahui dan menjadi perhatian, Dinsos Balikpapan melakukan penelusuran untuk memastikan kondisi sebenarnya. Hasilnya, ada sejumlah faktor yang membuat Hadiyah belum masuk dalam daftar penerima Bantuan Pangan (Banpang).
Di antaranya, nama Hadiyah tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan pangan yang saat itu disalurkan. Selain itu, data Kartu Keluarga (KK) menunjukkan Hadiyah beralamat di Kelurahan Graha Indah, sedangkan data dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) mencatatnya di Kelurahan Baru.
Perbedaan data tersebut menjadi salah satu hal yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Dinsos juga menemukan persoalan terkait data alamat dan kondisi keluarga yang membutuhkan verifikasi.
Di sisi lain, hasil pemeriksaan melalui sistem Perlinsos Digital menunjukkan status Hadiyah berpotensi tidak layak menerima bantuan tertentu. Kondisi ini berbeda dengan data lain yang mencatat Hadiyah sebagai penerima bantuan jaminan kesehatan PBI JKN.
Dinsos pun tidak berhenti pada pemeriksaan administrasi. Pendampingan dilakukan bersama pihak kelurahan, Puskesos, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta perangkat RT untuk mengecek kondisi Hadiyah secara langsung.
Dinsos Tegaskan Beras Banpang Bukan Bansos Reguler Kemensos

Arfiansyah menjelaskan, beras Banpang yang menjadi persoalan dalam video tersebut bukan bantuan sosial reguler dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Secara teknis, beras Banpang merupakan bagian dari program Cadangan Beras Pemerintah (CBP) atau Cadangan Pangan Pemerintah yang dikelola Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penyalurannya dilakukan melalui Perum Bulog dengan mekanisme dan kriteria penerima yang berbeda dari program bantuan sosial reguler Kemensos.
Karena itu, penyaluran beras Banpang tidak melibatkan Dinsos dalam seluruh rantai distribusinya. Dinsos tetap membantu melakukan penelusuran dan pendampingan ketika muncul persoalan di lapangan, termasuk memastikan data warga sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dalam rapat bersama Perum Bulog Kanwil Kaltimtara pada Rabu, 7 Oktober 2026, Dinsos Balikpapan kembali membahas mekanisme penyaluran bantuan pangan tersebut. Rapat juga melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, Puskesos, PSM, serta Ketua RT dari wilayah terkait.
Dinsos selanjutnya akan mendampingi proses pembaruan data dan asesmen lanjutan, termasuk melihat kebutuhan perawatan jangka panjang Hadiyah. Langkah ini diharapkan dapat membantu memastikan penanganan dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Sementara itu, Wa Maani telah menyampaikan permintaan maaf atas video yang kemudian beredar luas di media sosial. Ia mengakui merekam sekaligus menyebarkan video tersebut ketika informasi yang dimilikinya belum lengkap.
Arfiansyah mengingatkan masyarakat agar memeriksa informasi terlebih dahulu sebelum menyebarkannya. Dengan begitu, persoalan pelayanan maupun bantuan sosial dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (Am)

KUKAR4 hari agoKebakaran Hebat Melanda Permukiman Padat Tenggarong, 75 Rumah dan Bangunan Ludes
OLAHRAGA3 hari agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Drama 120 Menit Berakhir Manis di GBK
SEPUTAR KALTIM4 hari agoTemuan BRIN soal Vape Jadi Perhatian, Angka Gangguan Kesehatan Diminta Tak Disalahartikan
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoGowes Wisata Kaltim Jelajah Tenggarong, Gowes Sambil Menyeberangi Sungai Mahakam
KUKAR4 hari agoPemkab Kukar Kembali Dorong Penataan Wilayah Sedulang dari Muara Kaman
BONTANG4 hari ago40 Motor Fazzio dan Grand Filano Ramaikan Rolling City Yamaha Classy di Bontang
KUKAR5 hari agoWacana Erau di IKN Bukan Pemindahan Erau Adat Kutai dari Tenggarong
KUKAR3 hari agoKukarGO Pangkas Hambatan UMKM Masuk Pasar Digital






