KUKAR
Wacana Erau di IKN Bukan Pemindahan Erau Adat Kutai dari Tenggarong

Wacana pelaksanaan Erau di Ibu Kota Nusantara (IKN) memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat soal keberlanjutan Erau Adat Kutai di Tenggarong. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan rencana tersebut tidak berkaitan dengan pemindahan pusat pelaksanaan Erau Adat Kutai.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, keberadaan kegiatan Erau di sejumlah wilayah harus dipahami dalam konteks sejarah dan cakupan wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Karena itu, pelaksanaan kegiatan bernuansa Erau di IKN tidak otomatis berarti agenda Erau Adat Kutai di Tenggarong dipindahkan.
“Erau di IKN merupakan bagian dari Erau yang dilaksanakan di daerah-daerah bagiannya Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Bukan memindahkan Erau yang ada di Tenggarong hari ini ke IKN,” ujar Aulia, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, Erau sendiri memiliki makna pesta atau keramaian dan pelaksanaannya saat ini tidak hanya berlangsung di Tenggarong. Sejumlah daerah juga memiliki kegiatan Erau dengan konteks masing-masing.
“Erau Adat Kutai adanya di Tenggarong. Itu yang harus kita pahami. Erau Adat Kutai ada di Tenggarong,” ujarnya.
Wacana Erau di IKN sebelumnya muncul setelah Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan peluang penyelenggaraan festival Erau di kawasan IKN pada masa mendatang. Basuki menyebut gagasan tersebut berkaitan dengan upaya membawa nilai dan identitas budaya lokal ke kawasan IKN.
Aulia menilai keberadaan kegiatan Erau di wilayah lain tidak perlu dipertentangkan dengan pelaksanaan Erau Adat Kutai di Tenggarong. Keduanya memiliki konteks yang berbeda, terutama ketika dikaitkan dengan wilayah yang secara historis memiliki keterkaitan dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Penegasan tersebut juga penting agar masyarakat tidak memahami wacana Erau di IKN sebagai pengganti agenda tahunan di Tenggarong. Pemerintah daerah ingin memastikan identitas Erau Adat Kutai tetap dipahami sesuai kedudukan dan tradisinya.
“Ini yang harus kita luruskan sehingga tidak terjadi distorsi informasi di tengah-tengah masyarakat seolah-olah tahun depan Erau itu dilaksanakan di IKN, di Tenggarong tidak dilaksanakan Erau,” kata Aulia.
Dengan demikian, wacana penyelenggaraan Erau di IKN dapat ditempatkan sebagai pengembangan kegiatan budaya di wilayah lain, bukan relokasi tradisi utama dari Tenggarong. Sementara Erau Adat Kutai tetap menjadi bagian dari agenda budaya yang berlangsung di Kota Raja.
“Biar tidak terjadi kesalahpahaman. Erau yang ada di IKN bukan berarti Erau Adat Kutai yang ada di Tenggarong dipindahkan ke IKN,” pungkasnya. (rnd/Adv Diskominfo Kukar).
-
NUSANTARA4 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE4 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK5 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR4 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoMediasi Kasus Dugaan Kelalaian Dokter RSUD AWS Buntu, Keluarga Pasien Tempuh Jalur Hukum
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKarhutla Kaltim Capai 8.713 Hektare, Samarinda Dikepung Asap dan Krisis Air
