Connect with us

KUKAR

350 Penari Erau Terima Honor Rp1,4 Juta, Total Rp490 Juta

Published

on

Sebanyak 350 penari yang terlibat dalam pertunjukan kolosal Penjaga Tahta di Tepian Mahakam pada Erau Adat Kutai 2026 telah menerima honor setelah menyelesaikan seluruh rangkaian latihan hingga pementasan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah mengatakan honor penari diserahkan pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong dengan masing-masing penari memperoleh Rp1,4 juta.

“Total honor yang dibayarkan kepada 350 penari mencapai sekitar Rp490 juta,” ungkap Heriansyah, Selasa (6/10/2026).

Heriansyah berujar pembayaran tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai proses pemberian imbalan setelah pertunjukan berakhir. Lebih jauh, keterlibatan seniman dalam agenda budaya daerah harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya memberikan penghargaan terhadap kerja kreatif mereka.

“Erau bukan hanya menyediakan panggung untuk penampilan, tetapi juga harus memberi penghargaan yang layak kepada orang-orang yang bekerja di balik pertunjukan,” kata Heriansyah,

Ia menilai para penari telah memberikan waktu, tenaga dan konsentrasi sejak proses persiapan hingga tampil dalam pertunjukan. Karena itu, kontribusi mereka perlu mendapatkan perhatian sebagai bagian dari pembangunan ekosistem seni yang berkelanjutan.

Heriansyah berharap pengalaman mengikuti produksi kolosal tersebut tidak berhenti setelah Erau selesai. Para penari dapat membawa pengalaman dan kemampuan yang diperoleh selama proses produksi untuk terlibat dalam berbagai kegiatan seni berikutnya.

“Jangan melihat keterlibatan di Erau sebagai pengalaman yang selesai ketika pertunjukan berakhir. Ini bisa menjadi bekal untuk terus berkembang dan mengambil bagian dalam produksi seni lainnya,” ujarnya.

Pertunjukan Penjaga Tahta di Tepian Mahakam sendiri menjadi salah satu bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Produksi tersebut melibatkan ratusan penari serta sejumlah unsur pendukung seni dan budaya.

Heriansyah yang juga Ketua Panitia Erau 2026 mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pimpinan produksi, koreografer, pelatih, komposer, tenaga pendukung hingga para penari.

Menurutnya, pemberian honor juga memperlihatkan bahwa kegiatan budaya dapat memiliki dimensi ekonomi bagi pelaku seni. Seniman tidak hanya memperoleh kesempatan menampilkan karya, tetapi juga mendapatkan penghasilan dari keterlibatan mereka dalam produksi.

“Yang ingin kita bangun adalah ekosistem di mana seniman punya ruang untuk berkarya sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari keahliannya,” jelasnya.

Dengan pembayaran honor tersebut, rangkaian kerja 350 penari dalam produksi tari massal Erau 2026 resmi dituntaskan. Namun bagi Disdikbud Kukar, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses yang lebih panjang dalam menjaga keberlanjutan profesi dan regenerasi pelaku seni di daerah. (rnd/Adv Diskominfo Kukar)

POPULER