KUKAR
Erau Digelar di Sejumlah Wilayah, Aulia: Erau Adat Kutai Tetap di Tenggarong

Perkembangan festival Erau di sejumlah wilayah Kalimantan Timur disebut tidak akan mengubah posisi Tenggarong sebagai tempat pelaksanaan Erau Adat Kutai. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai penyebaran kegiatan Erau justru perlu dipahami sebagai bagian dari keberadaan tradisi Kutai di berbagai wilayah.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan pelaksanaan Erau saat ini memang tidak hanya berlangsung di Tenggarong saja, neberapa daerah juga menyelenggarakan kegiatan yang menggunakan nama dan semangat Erau sesuai konteks wilayah masing-masing.
“Erau itu artinya pesta, riuh. Erau hari ini dilaksanakan di beberapa titik,” kata Aulia, Minggu (4/10/2026).
Ia mencontohkan, kegiatan Erau juga akan berlangsung di Kutai Timur. Menurutnya, keberadaan berbagai kegiatan tersebut tidak serta-merta mengubah posisi Erau Adat Kutai yang secara rutin dilaksanakan di Tenggarong.
“Erau-erau yang lain bisa dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan, sebagai bentuk kita ingin mengambil hikmah daripada Erau itu sendiri,” ujarnya.
Aulia menekankan, persoalan utama bukan pada boleh atau tidaknya kegiatan Erau digelar di daerah lain. Hal yang perlu dijaga adalah kejelasan identitas ketika menyebut Erau Adat Kutai, sehingga masyarakat tidak menyamakan seluruh kegiatan Erau dengan agenda adat yang dilaksanakan di Tenggarong.
Menurutnya, Erau Adat Kutai memiliki kedudukan tersendiri dalam rangkaian tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Karena itu, keberadaan kegiatan budaya di wilayah lain tidak berarti agenda tersebut menggantikan pelaksanaan Erau Adat Kutai di Tenggarong.
“Erau yang kita sebut dengan Erau Adat Kutai setiap tahunnya itu tetap kita laksanakan di Tenggarong dari tanggal 20 sampai tanggal 27,” tegasnya.
Penegasan ini sekaligus menjawab kekhawatiran yang muncul setelah adanya wacana penyelenggaraan Erau di IKN. Wacana tersebut memang muncul setelah Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan peluang menghadirkan festival Erau di IKN pada tahun mendatang.
Di sisi lain, pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 sendiri telah berlangsung di Tenggarong pada 20–27 September. Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tetap menjalankan rangkaian adat tersebut di Tenggarong.
Aulia berharap perbedaan konteks tersebut dapat dipahami masyarakat. Dengan begitu, pengembangan kegiatan Erau di berbagai wilayah dapat berjalan tanpa menimbulkan anggapan bahwa tradisi utama Erau Adat Kutai kehilangan tempat pelaksanaannya.
“Ini yang harus kita sampaikan kepada seluruh warga masyarakat biar tidak terjadi kesalahpahaman,” pungkas Aulia. (rnd/Adv Diskominfo Kukar).
-
NUSANTARA4 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE4 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK5 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR4 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoMediasi Kasus Dugaan Kelalaian Dokter RSUD AWS Buntu, Keluarga Pasien Tempuh Jalur Hukum
-
NUSANTARA4 hari agoApresiasi Konsumen, Yamaha Ajak Nonton Langsung MotoGP Mandalika dan Wisata Lombok
