PASER
45 Rumah Hangus di Muara Adang Paser, Dinsos Kaltim Gerak Cepat Dirikan Dapur Umum
Dinas Sosial Kaltim dirikan dapur umum untuk korban kebakaran di Desa Muara Adang, Paser. 45 rumah hangus dan 173 jiwa terdampak, bantuan pangan mulai disalurkan.
Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat menangani dampak kebakaran hebat. Yang melanda Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.
Sebagai langkah awal penanganan pascabencana, sebuah dapur umum mulai didirikan sejak Jumat 27 Februari 2026. Untuk menjamin pasokan pangan para korban.
Kebakaran yang terjadi pada Kamis (26/2/2026) tersebut tercatat menghanguskan sedikitnya 45 unit rumah. Berdasarkan data sementara, musibah ini berdampak pada 58 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 173 jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal.
“Mulai hari ini kami mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan permakanan para korban terdampak kebakaran,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Achmad Rasyidi.
Operasional dapur umum ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Sosial Kaltim, Dinas Sosial Kabupaten Paser, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta perangkat desa setempat.
Prioritas Pangan di Bulan Ramadan
Mengingat musibah terjadi di tengah bulan suci, tim lapangan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan sahur dan berbuka puasa. Pada hari pertama operasional, dapur umum telah menyiapkan sedikitnya 370 porsi makanan untuk kebutuhan berbuka.
Rasyidi memastikan bahwa layanan ini akan terus beroperasi selama beberapa hari ke depan, menyesuaikan dengan kebutuhan para penyintas di lapangan.
“Tim juga akan menyiapkan makanan sahur dan memastikan layanan dapur umum tetap beroperasi selama beberapa hari ke depan sesuai kebutuhan para penyintas,” tambahnya.
Dugaan Penyebab dan Pendataan Lanjutan
Sembari dapur umum berjalan, petugas terus melakukan kaji cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak lainnya. Selain pangan, para korban saat ini sangat membutuhkan bantuan sandang (pakaian), perlengkapan tidur, serta logistik tambahan lainnya.
Mengenai kronologi kejadian, informasi sementara di lapangan menyebutkan bahwa api diduga kuat berasal dari percikan petasan yang menyambar kios Bahan Bakar Minyak (BBM) milik salah satu warga.
Api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya yang mayoritas bermaterial kayu. Kondisi bangunan yang rapat dan mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan dalam waktu singkat, hingga menyebabkan puluhan rumah rata dengan tanah. (ens)
-
LIPUTAN KHUSUS2 hari agoRumah Lunas, SHM Tak Pernah Terbit: Kisah 35 Tahun Penantian Warga Perumahan Korpri Loa Bakung
-
SAMARINDA3 hari agoBelajar Pancasila dengan Cara Menyenangkan, Siswa Sekolah Rakyat Samarinda Ikut Lomba Desain hingga Kuis Kebangsaan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoHari Lahir Pancasila 2026, Kaltim Teguhkan Semangat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoRameliani Bangga Jadi Pembaca UUD 1945 di Hari Lahir Pancasila, Ajak Pemuda Jaga Persatuan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKuasa Hukum Agus Hari Kusuma Nilai Tuntutan Jaksa dalam Kasus DBON Kaltim Tidak Berdasar Fakta Persidangan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKorupsi Dana DBON Kaltim Masuki Babak Akhir, Eks Kadispora Dituntut 3,5 Tahun dan Ketua Pelaksana 6 Tahun Penjara
-
PARIWARA2 hari agoGEAR ULTIMA Tembus Jalur Ekstrem Gunung Sinabung, Tetap Tangguh Meski Diguyur Hujan
-
OLAHRAGA22 jam agoMusorprov KONI Kaltim Tetapkan Calon Tunggal Ketua, KONI Pusat Ingatkan Bahaya Konflik Internal

