SAMARINDA
Pemkot akan Patenkan 3 Motif Baru Batik Samarinda Bertema Mahakam
Sebanyak 3 motif batik baru akan menjadi ‘kado’ pada HUT Pemkot Samarinda tahun ini. Sungai Mahakam masih menjadi corak utama dalam motif baru ini.
Pemkot Samarinda terus menambah koleksi batik khasnya. Tahun lalu, pemkot sudah mematenkan motif Mahakam Elok dan Jelukap. Ke Kementerian Hukum dan HAM.
Nah, dalam waktu dekat, ada 3 motif baru yang akan kembali mereka patenkan. Desainnya sudah jadi, proses pengurusan hak cipta sedang berjalan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, motif baru itu akan diresmikan pada peringatan HUT Pemkot Samarinda, 21 Januari mendatang.
“Ada tiga desain yang akan kita resmikan. Itu desain sebelumnya yang kita lakukan sedikit penyempurnaan,” jelas Andi Harun Jumat lalu.
Semua proses dari pra, produksi, dan pascaproduksi dilakukan di Samarinda. Dan oleh tangan-tangan kreatif warga lokal.
“Jadi kita nggak buat di Jawa lagi, agar bermanfaat secara ekonomi juga bagi seluruh pengrajin lokal,” sambungnya.
Andi Harun mau Samarinda memiliki batik khas, sekaligus menjadi pemain utamanya. Agar bisa mendorong kebangkitan ekonomi kreatif lokal. Bisa dibilang, ada 2 misi dalam peluncuran bati terbaru kali ini.
Corak utama dalam motif batik teranyar masih mengangkat tema Sungai Mahakam. Andi bilang, Sungai Mahakam adalah ikon kota. Selain itu, banyak aktivitas ekonomi, kebudayaan, dan kesenian yang lahir di tepi Mahakam.
“Batik ini nantinya perpaduan antara motif Sungai Mahakam sebagai urat nadi perekonomian masyarakat dari dulu hingga sekarang. Bahkan berevolusi menjadi sumber perekonomian daerah.”
“Dan kita ingin menjadi triger untuk membangkitkan minat pengrajin, sirkulasi ekonomi berjalan. Bahkan kita ingin memasyarakatkan bBatik Samarinda untuk seluruh masyarakat,” sambungnya.
Untuk itu, Andi Harun pun berencana untuk membuat aturan untuk menjadikan pakaian batik Samarinda sebagai pakaian resmi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saya akan membuat kebijakan agar seluruh instansi tidak hanya Pemerintah Kota Samarinda saja, namun vertikal juga dunia usaha misalnya perbankan, BUMN, BUMD, maupun swasta lain di Samarinda untuk ini dijadikan uniform di masing-masing kantornya.”
“Poinnya adalah bagaimana agar sirkulasi perekonomian masyarakat bisa berjalan dengan dijadikannya batik Samarinda menjadi pakaian resmi,” jelasnya.
Selain motif Sungai Mahakam, ada pula motif lain yang akan menghiasi dan menjadi pelengkap Batik Samarinda agar lebih menarik, sehingga mampu bersaing di pasaran.
“Selain Sungai Mahakam, ada juga Anggrek Bulan, dan Anggrek Hitam, serta Siring yang biasa menjadi atap rumah, pagar, dan sebagainya. Lalu motif Dayak serta motif sarung sebagai motif legenda di Samarinda,” pungkasnya. (sgt/dra)
-
NUSANTARA2 hari agoAkhiri Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M: Gubernur Kaltim Harum Putuskan Kembalikan Mobil Dinas Barunya
-
NUSANTARA1 hari agoYamaha Racing Indonesia 2026 Season Launch, Bangun Mimpi Bersama Wujudkan Kemenangan !
-
SAMARINDA1 hari agoKeseruan Ngabuburead Samarinda Book Party, Isi Waktu Menunggu Buka Puasa dengan Literasi dan Berbagi
-
SAMARINDA10 jam agoRiding & Bukber Fazio di Samarinda, Yamaha Kaltim Rangkul Generasi Muda Lewat Kelas Kreatif
-
SEPUTAR KALTIM2 jam agoManfaatkan Momen Ramadan, Bazar DWP Kaltim Jadi Panggung Unjuk Gigi UMKM Perempuan
-
KUTIM4 hari ago
Sempat Terseok, KEK Maloy Batuta Kaltim Kini Diincar Enam Investor Kakap
-
PASER4 hari ago45 Rumah Hangus di Muara Adang Paser, Dinsos Kaltim Gerak Cepat Dirikan Dapur Umum

