SAMARINDA
Pemkot Samarinda Buka Peluang Sidak Pedagang Kurma saat Ramadan
Pemkot Samarinda mengimbau penjual kurma dan takjil tidak berbuat curang. Dengan menggunakan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pengawet lainnya. Karena kalau diperlukan, pemkot akan melakukan sidak.
Jamak terjadi di kota besar, oknum pedagang nakal memanfaatkan situasi demi mencari keuntungan besar. Misalnya, menjual kurma curah dengan kualitas bim salabim. Alias sudah disulap jadi kinclong, meski aslinya sudah tidak layak makan.
Tak hanya kurma, penganan takjil lainnya pun begitu. Meski permintaan tinggi, namun pesaing juga banyak. Sehingga untuk membuat makanannya awet, beberapa pedagang berbuat curang menggunakan bahan berbahaya.
Stok Kurma Aman di Samarinda
Kurma adalah penganan favorit untuk berbuka. Selain karena sunnah, kurma termasuk makanan yang ramah di mulut dan perut.
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Marbanas mengakatan ketersediaan kurma untuk Ramadan tahun ini aman. Stok bahan pangan dari Timur Tengah dan Afrika ini bahkan nyaris tidak pernah kekurangan.
“Selama ini untuk pasokan kurma selalu aman, malah sering berlebihan,” ucap Marbanas, Senin 20 Maret 2023.
Masyarakat Perlu Selektif
Marnabas mengimbau masyarakat lebih selektif memilih kurma yang akan mereka konsumsi. Karena kurma termasuk buah, warga sebaiknya memilih yang tingkat kematangannya pas dan tampak wajar.
Misalnya, jika kulit tampak kering dan renyah, namun daging kurma sangat benyek. Serta ada bekas rekahan. Masyarakat perlu waspada.
Untuk pengecekan kualitas alias quality control (QC), masih bersifat tentatif. Jika selama Ramadan nanti ada keluhan dari masyarakat terkait kualitas kurma ataupun jenis takjil lainnya. Disdag Samarinda akan menggelar sidak.
“Nanti lihat situasinya dulu. Kalau diperlukan, kami akan kroscek ke lapangan atau sidak untuk mengontrol kualitas kurma yang ada di Samarinda,” tegas Marnabas. (mhn/dra)

