EKONOMI DAN PARIWISATA
TPID Kaltim Gandeng Beberapa Lembaga untuk Kendalikan Inflasi
TPID Kaltim bekerja efisien untuk mengontrol angka inflasi Benua Etam. Berbagai kolaborasi dengan lembaga terkait dilakukan untuk memberi dampak ke masyarakat secara langsung.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim menguatkan sinergi dengan berbagai stakeholder. Untuk menekan angka inflasi Kaltim, yang pada Maret lalu angkanya sebesar 0,59 persen (bulan ke bulan).
Wakil Ketua I TPID Kaltim yang juga Kepala Bank Indonesia Kaltim, Ricky Perdana Gozali mengatakan. Di antara yang mereka gandeng adalah Bulog beserta OPD di tingkat provinsi hingga kota/kabupaten.
“Kami membuat Gerakan Pangan Murah dengan menggandeng Perum Bulog dan instansi terkait, kemudian operasi pasar melalui SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan),” ujar Ricky, Selasa 4 April 2023.
Tidak hanya TPID tingkat I yang melakukan kolaborasi ini. TPID tingkat kabupaten/kota pun melakukan optimalisasi. Dengan menggelar berbagai kegiatan untuk mencegah kenaikan harga pangan jelang dan selama periode Ramadan dan Idulfitri.
TPID Kaltim juga baru-baru ini meluncurkan program Ulama Peduli Inflasi (UPI). Untuk melakukan penguatan komunikasi dan edukasi ke masyarakat akar rumput. Kebetulan, para ulama banyak berinteraksi dengan umat di bulan suci umat Muslim kali ini.
“Program Ulama Peduli Inflasi mendapat dukungan dari Gubernur Kaltim Isran Noor, Kanwil Kemenag Kaltim, Majelis Ulama Indonesia Kaltim, dan pemuka agama di Kaltim. Untuk menyerukan imbauan ke masyarakat tentang berbelanja bijak serta berjualan bijak,” lanjutnya.
TPID Kaltim Lanjutkan Kolaborasi
Langkah-langkah ini kata Ricky, bukan menjadi batas akhir pekerjaan mereka. Selanjutnya berbagai kolaborasi lain akan dibangun.
Hal-hal yang menjadi fokus adalah langkah konkret mencegah kenaikan barang. Serta edukasi ke masyarakat untuk belanja secara bijak. Alias tidak berlebihan untuk menjaga daya beli tetap tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim. Secara month-to-month (mtm), inflasi periode Maret 2023 Kaltim tercatat 0,59 persen. Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 0,11 persen (mtm).
Andil inflasi antara lain dari kelompok transportasi sebesar 1,53 persen, bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara seiring dengan tingginya permintaan tiket pesawat mendekati Ramadan dan Idulftri.
Kelompok lain yang memberikan andil inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau. Yang mengalami kenaikan harga atau berinflasi sebesar 1,21 persen, dipicu oleh kenaikan harga pada komoditas cabai rawit, beras, dan telur ayam ras.
Pada komoditas beras, kenaikan harga seiring dengan kenaikan harga beras di level nasional yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Pangan Nasional/ National Food Agency (NFA).
“Sementara itu peningkatan harga komoditas cabai rawit dan telur ayam ras pada Maret lalu, didorong oleh tingginya permintaan menjelang bulan Ramadan,” pungkas Ricky. (dra)
-
BALIKPAPAN3 hari agoRiding dan Nobar ARRC Buriram Bareng Yamaha Kaltim, Biker Balikpapan Tetap Semangat Meski Diguyur Hujan
-
BALIKPAPAN3 hari agoWaduk Teritip Jadi Andalan, Balikpapan Bersiap Hadapi El Nino 2026
-
HIBURAN3 hari ago“Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Alzheimer Perlahan Menghapus Ingatan Keluarga
-
OLAHRAGA2 hari agoTembus 10 Besar All Japan Road Race Championship, Wahyu Nugroho Terus Improve Asah Skill
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoPenduduk Kaltim Tembus 4 Juta Jiwa, BPS Sebut Bonus Demografi Masih Terjaga
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoStok Beras Kaltim dan Kaltara Aman hingga Akhir 2026, Bulog Siapkan Gudang Penyangga IKN
-
OLAHRAGA1 hari agoKembali ke Tren Positif, Aldi Satya Mahendra Tak Sabar Ulang Momen Manis di Ceko
-
BALIKPAPAN1 hari agoMubes FKPB Diharapkan Perkuat Soliditas Paguyuban dan Jaga Stabilitas Sosial di Balikpapan

