BALIKPAPAN
Mubes FKPB Diharapkan Perkuat Soliditas Paguyuban dan Jaga Stabilitas Sosial di Balikpapan
Pemerintah Kota Balikpapan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB). Forum tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang warga di Kota Balikpapan.
Dukungan itu disampaikan saat jajaran pengurus FKPB bersama panitia pelaksana Mubes melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Balikpapan di Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (11/5/2026).
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah lainnya. Dalam pertemuan itu, FKPB memaparkan rencana pelaksanaan Mubes sekaligus arah program organisasi ke depan.
Selain membahas agenda internal organisasi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya menjaga keharmonisan sosial di kota yang dihuni masyarakat dari berbagai etnis dan budaya.
FKPB Dinilai Punya Peran Penting Menjaga Keharmonisan Kota
Zulkifli mengatakan, Pemerintah Kota Balikpapan menyambut positif pelaksanaan Mubes FKPB karena forum tersebut diyakini mampu mempererat hubungan antar paguyuban sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, selama ini FKPB telah menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga komunikasi dan hubungan harmonis antar kelompok masyarakat di Balikpapan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, dan meningkatkan kontribusi paguyuban dalam mendukung pembangunan kota,” kata Zulkifli.
Ia menilai keberadaan FKPB turut berkontribusi menciptakan situasi sosial yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah tingginya keberagaman masyarakat Kota Balikpapan.
Kolaborasi Pemerintah dan Paguyuban Dinilai Kunci Stabilitas Sosial
Zulkifli menegaskan, kota dengan tingkat kemajemukan tinggi seperti Balikpapan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Semangat toleransi, gotong royong, serta persatuan dinilai harus terus dijaga bersama agar pembangunan daerah dapat berjalan optimal.
“Balikpapan dikenal sebagai kota yang majemuk. Karena itu, semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan harus terus dijaga bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan organisasi paguyuban,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus FKPB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi antar paguyuban dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial di Kota Balikpapan.
Melalui pelaksanaan Mubes mendatang, FKPB berharap dapat melahirkan program kerja yang lebih aktif, inklusif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah. (MI/AM)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDarlis Pattalongi Resmi Nahkodai KKW Kaltim, Bawa Semangat Persatuan Warga Wajo dan Harmoni Antar Etnis
-
KUKAR3 hari agoBelasan Alumni Santriwati di Kukar Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes, Korban Mengaku Terjadi Bertahun-Tahun
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPeringati Hari Lingkungan Hidup, Kaltim Dorong Perubahan Pola Pengelolaan Sampah
-
KUKAR5 hari agoYamaha Dorong Kreativitas Pelajar, Siswa SMKN 1 Tenggarong Antusias Ikuti Pelatihan Merangkai Bunga dan Dekorasi Kue
-
EKONOMI DAN PARIWISATA19 jam agoHarga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Ikuti Harga Minyak Dunia
-
OLAHRAGA2 hari agoTetap Semangat di Musim Perdana, Arai Agaska Terus Kejar Performa Terbaik di World Sportbike
-
SAMARINDA1 hari agoPolresta Samarinda Kembalikan Motor dan HP Hasil Curian, Korban Terima Barang Bukti Gratis
-
SEPUTAR KALTIM9 jam agoKejati Kaltim Bongkar Dugaan Praktik Tambang Ilegal Bertahun-Tahun, Satu Tersangka Ditahan

