SEPUTAR KALTIM
DPK Kaltim Akuisisi Arsip Data Covid, Fisik Tetap di Daerah
DPK Kaltim akuisisi arsip Covid-19 dari seluruh daerah di Kaltim sebagai upaya menjaga sejarah. Namun hanya berupa data. Untuk fisiknya tetap disimpan oleh LKD Masing-masing daerah.
Seluruh dunia termasuk Indonesia telah mengalami Pandemi Covid-19 pada 2020 hingga 2022 lalu. Peristiwa yang berdampak pada perubahan seluruh lini kehidupan itu, kini jadi ditandai sebagai peristiwa luar biasa dan bersejarah.
Pandemi itu dinilai sebagai catatan penting negara. Sebab ketika itu, pemerintahan di seluruh dunia. Berjibaku dan berupaya keras menangani Pandemi Covid-19.
Kegiatan penanganan Covid-19 itu sendiri telah menghasilkan banyak arsip berharga. Yang merekam segala informasi, rekam jejak, dan bukti sejarah terjadinya pandemi lalu. Juga riwayat segala peristiwa yang terjadi.
Sebab ketika itu, di lingkungan pemerintahan banyak mengeluarkan anggaran darurat. Baik melalui APBD maupun APBN. Yang perlu dipertanggungjawabkan. Baik itu untuk penanganan kesehatan, kematian, pengobatan, pengadaan vaksinasi, hingga bantuan sosial.
Menurut ANRI, arsip penanganan Covid-19 sebagai MKB tersebut tidak terpisahkan dari Memori Dunia. Sehingga arsip Covid-19 perlu diselamatkan dengan kekhususan. Arsip Covid-19 ini harus segera diselamatkan oleh Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) setempat untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
Pemerintahan Provinsi Kaltim sendiri melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Daerah Kaltim. Berupaya untuk mengakuisisi arsip penanganan Covid-19 yang berasal dari seluruh daerah di Kaltim.
Arsiparis Ahli Madya DPK Kaltim Risnawati mengaku telah berupaya melakukan penyelamatan terhadap arsip Covid-19 dengan akuisisi. Sesuai dengan peraturan pemerintah pusat.
“Sehingga harus dilakukan penyelamatan arsip Covid-19 itu. Sebagai bukti akuntabilitas kinerja pemerintah dan warisan dokumenter untuk generasi yang akan datang,” jelasnya belum lama ini.
Program akuisisi arsip Covid-19 sendiri telah dicanangkan pada bulan Oktober lalu. Rencananya proses akuisisi mulai tahun 2024 hingga 2026. Targetnya, tahun terakhir seluruh data arsip Covid-19 sudah terakuisisi dari kabupaten/kota di Kaltim dan telah dihimpun menjadi satu.
“Kami sudah mendatangi Kabupaten/Kota terkait mengumpulkan itu. Karena kami akan berencana untuk membuat sumber arsip covid Provinsi Kalimantan Timur.”
Meski begitu, kata Risnawati. Pihaknya hanya mengakuisisi datanya saja. Tidak mengambil arsip secara fisiknya. Data itu nantinya akan dijadikan satu dan diinput ke jaringan informasi kearsipan nasional.
“Fisiknya tetap di kabupaten/kota dan datanya kita ambil untuk nanti kita,” pungkasnya. (ens/fth)
ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN & KEARSIPAN KALTIM
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoHarga Sawit Kaltim Kembali Merosot, TBS Usia Produktif Kini Rp3.403 per Kg
-
OLAHRAGA5 hari agoLuar Biasa! Aldi Satya Mahendra Naik Podium Lagi di World Supersport Misano
-
PARIWARA4 hari agoReview Samsung Galaxy A06 HP Entry-Level Terbaik Samsung Tahun Ini dan Berikut Fiturnya
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDelapan Tersangka Korupsi KUR Bank BUMN di Samarinda Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp1,48 Miliar
-
NUSANTARA4 hari agoDari Pesisir Selatan Sulawesi hingga Negeri di Atas Awan Toraja, GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Perdana Celebes Expedition
-
SAMARINDA4 hari agoMahasiswa Desak Hak Angket DPRD Kaltim Segera Diparipurnakan, Soroti Harga BBM hingga Dugaan Pemborosan Anggaran
-
SAMARINDA13 jam agoAnggota DPRD Kaltim Darlis Pattalongi Dorong Partisipasi Masyarakat di Era Demokrasi Digital
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoYamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair 2026, Hadirkan Sensasi MotoGP untuk Pecinta Balap

