EKONOMI DAN PARIWISATA
Sajian Khas Imlek: Misoa yang Punya Makna Panjang Umur
Dalam perayaan Imlek. Berbagai jenis menu Chinese Food menjadi sajian yang wajib ada. Satu di antaranya, Misoa yang dipercayai melambangkan panjang umur. Bagi komunitas Tionghoa.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili telah tiba. Momen spesial bagi komunitas Tionghoa itu jatuh pada 10 Februari 2024. Namun berbagai kemeriahan khas Negeri Tirai Bambu sudah mewarnai sejak awal bulan.
Termasuk di Kota Samarinda. Mulai dari dekorasi bernuansa Chinese, berbagai acara menarik bertema lmlek, sampai pertunjukkan barongsai di berbagai tempat yang dibuka untuk umum.
Selain itu, yang tak boleh ketinggalan. Yakni kuliner khas Imlek. Dalam momen ini, tentu berbagai jenis Chinese food wajib tersaji di meja makan. Bagi komunitas Tionghoa yang merayakan. Satu di antaranya Misoa. Beberapa menyebutnya Mi Sua.
Misoa menjadi sajian yang wajib. Sebab menu mie bagi komunitas Tionghoa, melambangkan panjang umur. Selain Imlek juga kerap disajikan dalam momen ulang tahun, atau pernikahan.
Misoa Harus Ada
Seperti dalam keluarga influencer asal Samarinda Lydia Gautama atau beken dengan nama Lydy Gaga. Misoa dalam keluarganya, merupakan sajian tradisi yang wajib dan masih disajikan sampai saat ini.
“Imlek yang pasti itu mie sih. Mi itu melambangkan panjang umur gitu. Jadi biasanya Misoa atau mi-mi-an lah. Biasanya pagi-pagi itu mi,” jelas Lydy Selasa 6 Februari 2024.
“Pakai resep keluarga. Tergantung masing-masing keluarga sih. Kalau di tempat aku biasanya Misoa sama mie goreng. Selain itu bebas sih Chinese food pada umumnya lah,” tambahnya.
Lydy bilang, Misoa yang menjadi menu utama itu. Mirip dengan mi ulang tahun. Biasanya ditemani dengan telur merah. Minya sendiri mirip seperti bihun. Misoa punya cita rasanya asin.
Ketika perayaan Imlek. Di keluarga Lydy, Misoa disajikan sebagai menu utama. Untuk makan bersama dengan keluarga besar yang tengah berkumpul. Selain itu, berbagai asakan khas Chinese lain turut menemani.
“Selain itu kuah-kuahan kayak sup bibir ikan,” pungkasnya. (ens/dra)
-
SEPUTAR KALTIM2 hari ago134 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, Asap Mulai Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga
-
BALIKPAPAN1 hari ago160 Masjid di 8Kalimantan Terhubung Internet Lewat Program Masjid Berdaya Indosat
-
NUSANTARA3 hari agoClan of Classy Vol.3 Yogyakarta, Healing Sejenak Sambil Eksplorasi Kopeng dan Ambarawa
-
OLAHRAGA4 hari agoBangkit dari DNF, Sabian Fathul Ilmi Finis Keempat di Motegi
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoISPU Kaltim Memburuk, Kutai Barat Masuk Kategori Berbahaya dengan Nilai 363
-
BERAU1 hari agoKabut Asap Karhutla, Sekolah di Berau Terapkan Belajar dari Rumah hingga 19 September

