FEATURE
Daftar 10 Makanan Khas Imlek Pembawa Hoki Serta Sejarah Perayaannya di Indonesia
Setiap makanan khas Imlek adalah wujud doa dan harapan. Ketahui makna di balik Yu Sheng, Kue Keranjang, hingga Mi Panjang Umur dalam artikel ini.
Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan salah satu momentum budaya yang paling dinantikan. Lebih dari sekadar perayaan pergantian tahun dalam kalender lunar Tionghoa atau penyambutan musim semi, Imlek adalah representasi dari harapan, awal yang baru, serta doa untuk kehidupan yang lebih makmur.
Sebagaimana perayaan hari besar lainnya, meja makan keluarga selalu menjadi pusat kehangatan. Deretan hidangan khas Imlek yang tersaji bukan sekadar pemanja lidah, melainkan medium budaya yang kaya akan filosofi. Setiap tekstur, warna, dan rasa merupakan manifestasi dari doa.
Jejak Sejarah Perayaan Imlek di Nusantara
Kehadiran tradisi Imlek di Indonesia tidak lepas dari sejarah panjang kedatangan komunitas Tionghoa sejak abad ke-7 melalui rute perdagangan maritim. Hubungan dagang ini terus berkembang pesat pada era Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, yang pada akhirnya melahirkan budaya peranakan hasil akulturasi dengan kearifan lokal.
Pada masa kolonial Belanda, perayaan Imlek dapat dilakukan secara terbuka. Namun, dinamika ini berubah drastis pada era Orde Baru. Melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, ekspresi budaya Tionghoa, termasuk perayaan Imlek, dibatasi secara ketat di ruang publik.
Angin segar perubahan baru berembus di era reformasi. Pada tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara resmi mencabut larangan tersebut melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Langkah historis ini kemudian disempurnakan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2002 dengan menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002.
Kini, Imlek dirayakan sebagai simbol keberagaman yang merekatkan persatuan. Ornamen khas seperti lampion merah, pertunjukan barongsai, tradisi bagi angpao, hingga ragam kulinernya kini dinikmati oleh masyarakat luas lintas budaya.
10 Hidangan Imlek dan Filosofi Keberuntungannya
Tradisi kuliner Imlek dipenuhi dengan simbolisme mengenai kesehatan, kekayaan, dan keharmonisan. Berikut adalah sepuluh sajian yang kerap hadir beserta makna di baliknya:
1. Salad Ikan Mentah (Yu Sheng)
Sajian ini sangat populer di kawasan Asia Tenggara. Yu Sheng disantap dengan ritual Lo Hei, yakni mengaduk dan mengangkat salad setinggi mungkin menggunakan sumpit sembari mengucapkan doa.
Kata Yu bermakna ikan dan pelafalannya mirip dengan kata ‘surplus’, sehingga tradisi ini melambangkan harapan akan peningkatan rezeki.
2. Kue Keranjang (Nian Gao)
Kue bertekstur lengket dan manis dari tepung ketan ini sudah ada sejak Dinasti Han. Nian berarti tahun, dan Gao berarti tinggi.
Menyantapnya adalah bentuk harapan agar kualitas kehidupan terus meningkat setiap tahunnya, sementara teksturnya yang lengket menyimbolkan eratnya ikatan keluarga.
3. Ronde (Tang Yuan)
Bola-bola ketan dalam kuah manis yang hangat ini identik dengan perayaan Cap Go Meh (hari ke-15 setelah Imlek). Bentuknya yang bulat sempurna merepresentasikan kebersamaan dan kesatuan keluarga yang harmonis.
4. Sup Delapan Bentuk (Eight Treasure Soup)
Terdiri dari delapan bahan pilihan seperti kacang merah, biji teratai, hingga kurma merah. Angka delapan dipercaya sebagai angka keberuntungan karena pelafalannya menyerupai kata ‘makmur’. Sup ini merupakan simbol kelimpahan kesehatan dan materi.
5. Jeruk Mandarin
Warna oranye keemasannya menyerupai bongkahan emas. Selain itu, sebutan jeruk dalam bahasa Mandarin memiliki bunyi yang identik dengan keberuntungan.
6. Ikan Utuh
Disajikan utuh dari kepala hingga ekor untuk melambangkan kelengkapan. Ikan ini umumnya tidak dihabiskan dalam satu waktu sebagai simbol agar keluarga selalu memiliki sisa ‘kelebihan’ rezeki di tahun mendatang.
7. Ayam atau Bebek Panggang
Sajian unggas yang dimasak utuh melambangkan keutuhan dan kesetiaan dalam keluarga. Khusus untuk bebek panggang, warna kulitnya yang keemasan kerap dikaitkan dengan kemakmuran.
8. Lumpia
Gorengan renyah ini sengaja dibentuk menyerupai emas batangan, menjadikannya simbol kekayaan. Teksturnya yang renyah melambangkan kebahagiaan dan keceriaan.
9. Mi Panjang Umur (Changshou Mian)
Sesuai namanya, mi ini melambangkan harapan akan kesehatan dan usia yang panjang. Oleh karena itu, mi tidak boleh dipotong baik saat proses memasak maupun ketika disantap.
10. Kue Mangkok
Kue yang mengembang mekar saat dikukus ini merupakan simbol rezeki yang terus berkembang. Warna merahnya yang terang menjadi perlambang kebahagiaan.
Keseimbangan Gizi di Balik Tradisi
Di luar nilai filosofisnya, sajian Imlek juga menyumbang manfaat gizi. Ikan utuh kaya akan asam lemak omega-3, jeruk mandarin menjadi sumber vitamin C yang sangat baik, dan Eight Treasure Soup tinggi akan serat serta antioksidan.
Meski demikian, kendali porsi tetap diperlukan. Konsumsi hidangan manis seperti kue keranjang maupun penganan yang digoreng seperti lumpia sebaiknya dibatasi agar esensi perayaan tetap sejalan dengan kesehatan tubuh.
Memahami filosofi di balik setiap hidangan menjadikan momentum Imlek tidak hanya kaya akan rasa, tetapi juga sarat akan makna kehidupan. (ens)
-
OLAHRAGA5 hari agoAldi Satya Mahendra Inginkan Assen Jadi Arena Comeback Bersinar Lagi
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoIsu Rp25 Miliar Tidak Benar, Ini Penjelasan Lengkap Anggaran Jamuan Pemprov Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoMelihat Kondisi Rumah Dinas Gubernur Kaltim yang Viral karena Renovasi Rp25 Miliar, Ini Kondisi Sebenarnya
-
OLAHRAGA4 hari agoProgress Latihan di Eropa, Arai Agaska Harapkan Perbaikan Performa di World Sportbike Assen
-
NUSANTARA4 hari agoPemprov Kaltim Raih Penghargaan Akselerasi Konektivitas Digital, Internet Desa Gratis Jadi Andalan
-
OLAHRAGA2 hari agoSi Paling Kuat Mantap! Performa GEAR ULTIMA Tetap Ganas Walau Disiksa Dengan RPM Maksimal
-
BALIKPAPAN2 hari agoBapemperda DPRD Balikpapan Harmonisaskan Perda bersama Kemenkumham
-
NUSANTARA1 hari agoTouring Akbar Dimulai, Toba Samosir Jadi Saksi Dimulainya Jelajah Indonesia Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara

