SEPUTAR KALTIM
Rameliani Bangga Jadi Pembaca UUD 1945 di Hari Lahir Pancasila, Ajak Pemuda Jaga Persatuan
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (1/6/2026), berlangsung khidmat dengan melibatkan berbagai unsur peserta upacara, mulai dari aparatur sipil negara, TNI/Polri, hingga pelajar.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam upacara tersebut adalah Rameliani, anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 yang mendapat kehormatan membacakan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 di hadapan seluruh peserta upacara.
Bagi Rameliani, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan tersendiri karena dapat berperan dalam peringatan salah satu momentum penting bagi bangsa Indonesia.
Bangga Diberi Kehormatan Membacakan UUD 1945
Usai upacara, Rameliani mengaku bersyukur dan bahagia atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk membacakan UUD 1945 pada peringatan Hari Lahir Pancasila.
Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, dan semangat dalam memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
“Alhamdulillah saya sangat senang, bangga, dan bersyukur bisa diberi kesempatan membacakan Undang-Undang Dasar 1945 pada peringatan Hari Lahir Pancasila ini. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan tentunya tidak akan saya lupakan. Kesempatan ini juga menjadi motivasi untuk terus belajar, disiplin, dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Ajak Pemuda Kaltim Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila
Rameliani menilai peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi bagi generasi muda untuk terus memperkuat rasa persatuan, semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Ia berharap para pemuda, khususnya di Kalimantan Timur, mampu menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Di Hari Lahir Pancasila ini saya berharap pemuda-pemudi Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, bisa menjadi generasi yang lebih baik, lebih disiplin, memiliki semangat persatuan, dan terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pemuda harus bisa menjadi contoh, menjaga kebersamaan, saling menghormati, dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin pesat, Rameliani juga mengingatkan pentingnya menjaga jati diri bangsa dengan tetap mengamalkan nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan.
Menurutnya, masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda, sehingga nilai-nilai luhur Pancasila harus terus dijaga dan diwariskan.
“Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman, kita sebagai generasi muda jangan sampai melupakan nilai gotong royong, toleransi, dan semangat persatuan yang menjadi bagian dari Pancasila. Karena masa depan bangsa ada di tangan pemuda,” tutupnya. (hend/dfa/am)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoWujud Kepedulian, Rudy Mas’ud Serahkan Sapi Kurban untuk PWI Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoBPK Temukan Rp1,05 Miliar di Gratispol, Pemprov Kaltim Bantah Ada Kelebihan Bayar Beasiswa
-
OLAHRAGA5 hari agoAldi Satya Mahendra Bidik Hasil Impresif di World Supersport Aragon
-
OPINI4 hari agoAroma Teh, Gelak Tawa, dan Setia Kawan di Jalan Biola
-
OLAHRAGA4 hari agoTraining Camp di Italia, Arai Agaska Bidik Tambah Poin di World Sportbike Aragon
-
NUSANTARA4 hari agoPotret Iduladha Perdana di IKN: Ribuan Paket Kurban Dibagikan, Masjid Negara Nusantara Mulai Hidup
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKesalahan Input UKT Jadi Pemicu Utama Polemik Gratispol di Kaltim
-
BALIKPAPAN4 hari agoWali Kota Balikpapan dan Keluarga Salurkan 300 Hewan Kurban, Rahmad Mas’ud Tegaskan Pakai Dana Pribadi

