SEPUTAR KALTIM
10 Perempuan Berprestasi Kaltim Dapat Penghargaan Hari Kartini
Di momentum hari Kartini 21 April 2022, sepuluh perempuan yang berjasa dan berprestasi dari berbagai bidang di Provinsi Kaltim penerima penghargaan dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM) akan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi.
Siti Rokhayahna sebagai Ketua Posyandu Turiputih di RT 48 Bengkuring, Kelurahah Sempaja Timur Samarinda yang menerima penghargaan bidang kesehatan khususnya melaksanakan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk balita, berkomitmen untuk terus melaksanaakan kegiatannya, karena melalui berbagai program di Posyandu akan mencetak generasi penerus bangsa.
“Salah satu peran Posyandu adalah dapat membantu mengantisipasi stunting, seperti memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan gizi bagi ibu hamil dan balita yang tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan Ibu balita agar terjadi perubahan perilaku yang lebih baik, sehingga melalui kegiatan di Posyandu kita bisa mengantisipasi stunting,” kata Siti Rokhayahna.
Elis Musliana dari Balikpapan menerima penghargaan bidang pendidikan, dengan melaksanakan pengabdian belajar mangajar mulai tahun 2007 sampai sekarang, pembelajaran yang dilaksanakan mulai paket A, paket B maupun paket C bagi narapidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Balikpapan.
“Dengan penghargaan yang diterima tentu saya akan lebih giat lagi untuk menuntaskan para narapidana yang belum lulus sekolah di Lapas kelas II Balikpapan, ” kata Elis Musliana
Yuliana Dau Liten dari Kabupaten Mahakam Ulu menerima penghargaan di bidang pertanian telah berhasil melaksanakan penyuluhan dalam pembuatan produk tebu dan bubuk kakao, khususnya mambantu para kelompok tani di bidang tebu, kakao dan padi lahan kering untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan.
“Kelompok pertanian di Kampung Long Isun Kecamatan Long Pahangai Kabupaten Mahulu, itu ada enam kelompok, kami terus memberikan penyuluhan agar para kelompok tani bisa terus maju dan berkembang, walaupun dalam memproduksi produk tebu dan kakao masih cara manual. Ke depan diharapkan bisa meningkat dengan teknologi mesin,” harap Yuliana Dau Liten. (mar/sul/adpimprov kaltim)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK2 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
KUKAR3 hari agoAulia Tekankan Pentingnya Mentalitas Pemimpin dalam Menghadapi Tantangan
-
NUSANTARA3 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
