BALIKPAPAN
Pemkot Balikpapan Tetap Gratiskan BPJS Kesehatan meski Sistem Kelas Dilebur Jadi KRIS
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berencana melanjutkan program BPJS Kesehatan gratis meski ada penghapusan sistem kelas, menjadi KRIS. Landasan hukumnya sedang dalam proses.
Pemkot Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir menjalankan program layanan kesehatan gratis pada peserta BPJS Kelas III. Itu adalah program prioritas Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 26 tahun 2021 tentang pedoman pelaksaan program jaminan kesehatan.
Namun Pemerintah Pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Telah membuat kebijakan baru. Yakni BPJS Kesehatan untuk kelas I, II, dan III dihapus yang kemudian digantikan dengan BPJS Kesehatan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Asisten I Pemkot Balikpapan Zulkifli menjelaskan bahwa pemkot sedang melakukan pembahasan terkait perubahan regulasi tersebut.
“Nantinya kita akan merumuskan ulang kebijakan kesehatan gratis BPJS tersebut, jadi kemungkinan bukan dengan sistem kelas melainkan karena status sosialnya,”
“Namun kalau BPJS KRIS itu diterapkan, akan mengakibatkan penambahan biaya,” ungkapnya baru-baru ini.
Walaupun begitu, ia menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan akan tetap memberikan layanan kesehatan secara gratis bagi peserta BPJS Kesehatan.
“Komitmen wali kota tetap berjalan, bahwa biaya pelayanan BPJS kesehatan ini akan ditanggungkan iurannya oleh Pemkot Balikpapan,” tuturnya.
Evaluasi Data Peserta
Lebih lanjut, Pemkot Balikpapan akan melaksanakan langkah untuk lebih mendetailkan atau memverifikasi secara ketat data-data bagi peserta BPJS Kesehatan Kelas III.
“Jangan sampai misalnya orang yang semestinya sudah ditanggung di perusahaan, mereka ini terdata juga sebagai peserta BPJS yang kelas III.”
“Dan kemungkinan untuk kelas III sudah banyak ditampung oleh perusahaan-perusahaan suatu instansi, nanti bisa kita disesuaikan lagi,” tambahnya.
Menurut Zulkifli, langkah-langkah yang diambil ini penting untuk memastikan bahwa manfaat layanan kesehatan secara gratis yang diberikan oleh Pemerintah Kota Balikpapan benar-benar tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan secara adil dan merata.
“Jadi kita akan tindaklanjuti dengan pembersihan data, siapa tahu datanya tidak sebesar itu. Karena ini masih bertahap, jadi kita tampung semuanya,” tutupnya. (nvr/fth)
-
OLAHRAGA5 hari agoBorneo FC Diunggulkan atas PSIM, Tapi Misi Bangkit Tuan Rumah Bisa Jadi Ancaman
-
VIRAL3 hari agoSalam Tiga Jari Viral di Indonesia, Berawal dari Film The Hunger Games hingga Jadi Simbol Perlawanan
-
OLAHRAGA4 hari agoPorprov Kaltim 2026 Mulai Digelar, 8.709 Atlet dari 10 Daerah Siap Berebut Medali
-
OLAHRAGA5 hari agoBorneo FC Tumbang di Bantul, Mauro Jeronimo Punya Pekerjaan Rumah di Lini Pertahanan
-
OLAHRAGA3 hari agoPorwada IV Kaltim 2026 Digelar di Balikpapan, 10 Cabor Siap Dipertandingkan
-
OLAHRAGA4 hari agoCetak Gol ke Gawang PSIM, Asgal Habib Bisa Jadi Opsi Penting di Lini Depan Borneo FC
-
PARIWARA4 hari agoYamaha Rangkul Kicau Mania, GEAR ULTIMA Tampil Spesial di Umi Kasum Cup VI
-
SAMARINDA3 hari agoAndi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,9 Miliar, Pemkot Siapkan Evaluasi

