PPU
Penanganan dan Intervensi Stunting Jadi Salah Satu Kegiatan Unggulan di PPU
Dalam lomba BBGRM tingkat provinsi, penanganan dan intervensi stunting jadi salah satu kegiatan yang diunggulkan di PPU seperti berhasil menurunkan angka stunting dari 65 bayi menjadi 43 bayi.
Penanganan dan intervensi stunting merupakan salah satu kegiatan yang diunggulkan oleh Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Keberhasilan intervensi stunting yang dipresentasikan oleh koordinator posyandu setempat yang awalnya ada 65 bayi stunting di Kelurahan Gunung Seteleng, PPU, saat pengukuran dan penimbangan Juni lalu, namun setelah ditangani, kini turun menjadi 43 bayi.
“Berdasarkan pemaparan dari kelurahan, posyandu, dan lainnya dapat disimpulkan bahwa tingkat gotong royong bidang sosial dan lainnya di Gunung Seteleng ini sangat tinggi,” ujar Ketua PKK Kabupaten PPU Linda Romauli Siregar, saat mengikuti penilaian Lomba BBGRM Tingkat Kaltim di Penajam, Jumat 9 Agustus 2024.
Salah satu gotong royong yang ditunjukkan adalah bidang kesehatan seperti intervensi stunting, sehingga bayi stunting yang masih ada 43 bayi tersebut hingga kini tetap ditangani melalui pemberian makanan tambahan mengandung protein tinggi dan pemberian vitamin.
Intervensi stunting masih bisa dilakukan sepanjang anak masih dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yakni fase kehidupan dimulai sejak terbentuknya janin saat kehamilan (270 hari/9 bulan) sampai anak lahir hingga usia 2 tahun (730 hari).
Selain intervensi oleh pemerintah melalui perangkat sampai ke posyandu, perhatian keluarga di fase 1.000 HPK juga penting, karena di periode ini organ-organ vital seperti otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan, kaki, dan organ tubuh lainnya mulai terbentuk dan terus berkembang.
Koordinator Posyandu Kelurahan Gunung Seteleng Indriani dalam presentasi di depan Tim Penilai Lomba BBGRM Kaltim menjelaskan, intervensi yang dilakukan pihaknya dalam penanganan stunting selain pemberian makanan tambahan dan vitamin juga kunjungan ke rumah.
Kunjungan ke rumah warga dilakukan karena tidak semua ibu bisa rutin membawa anak ke posyandu.
Hal tersebut mungkin karena kesibukan atau sedang tidak enak badan, sehingga kader posyandu yang harus aktif berkunjung untuk memberikan makanan tambahan dan vitamin.
Sementara itu, sejumlah hal yang dinilai dalam lomba BBGRM Kaltim ini meliputi gotong royong bidang kemasyarakatan, lingkungan, ekonomi, sosial budaya, dan keagamaan. Namun dari lima bidang ini, nilai plus akan diperoleh jika ada inovasi yang dilakukan. (rw)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK2 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
NUSANTARA3 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
KUKAR3 hari agoAulia Tekankan Pentingnya Mentalitas Pemimpin dalam Menghadapi Tantangan

