POLITIK
Penonton Debat Perdana Terlalu Berisik, KPU Kaltim Langsung Evaluasi
KPU Kaltim langsung melakukan evaluasi setelah Debat Publik Perdana Pilkada Kaltim berakhir. Karena penonton langsung terlalu berisik, hingga mengganggu jalannya debat.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim menggelar debat perdana Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kaltim. Pada Rabu, 23 Oktober lalu bertempat di Gedung Convention Hall, Sempaja, Kota Samarinda.
Malam itu, kedua calon pemimpin Provinsi Kaltim saling mengungkapkan visi dan misi masing-masing jika nantinya terpilih. Sekaligus mempertanyakan dan memberikan komentar atas program yang diusung lawannya.
Meski digelar terbatas di ruangan, sejumlah massa dari tim pemenangan dan pendukung masing-masing paslon juga hadir. Sesekali memberikan sorakan sebagai dukungan terhadap pasangan calon yang didukung.
Penonton Ribut
Sayangnya situasi di vanue debat kurang kondusif. Terutama di sektor penonton. Beberapa pendukung melakukan sorakan secara berlebihan dan di luar waktu yang diperkenankan.
Bahkan pada satu segmen, Cawagub 01 Hadi Mulyadi tidak meneruskan penjelasannya karena terganggu dengan teriakan penonton. Ia secara gamblang meminta panitia mengeluarkan penonton tersebut. Beberapa menit berselang, masih di segmen yang sama, moderator wanita sampai berteriak di ujung mikrofonnya karena imbauannya untuk tetap tenang tidak digubris.
KPU Evaluasi
Komisioner KPU Kaltim Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya, Abdul Qayyim Rasyid bersyukur 1 dari 3 debat telah terlaksana.
“Yang pertama kami mengucapkan terima kasih kepada kedua paslon dan kedua tim telah memenuhi undangan kami. Debat yang difasilitasi oleh KPU,” jelasnya usai debat.
Selanjutnya Abdul Qayyim menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi debat perdana itu. Mulai dari proses, kendala yang dihadapi, dan berbagai catatan dari sejumlah pihak yang terlibat. Termasuk dengan pihak panelis.
Evaluasi tersebut akan masuk dalam persiapan debat kedua dan ketiga yang akan berlangsung di Jakarta. Katanya, disiarkan di televisi nasional agar masyarakat secara lebih luas bisa menyaksikan adu gagasan itu.
“Maka kita evaluasi mulai dari proses segalanya, kemudian kita jadikan referensi untuk debat berikutnya. Jadi secara keseluruhan tidak ada kendala,” tambahnya.
“Mudah-mudahan debat berikutnya bisa lebih lancar meriah dan lebih banyak penonton.”
Abdul Qayyim mencatat, debat berikutnya telah terjadwal pada 3 November 2024. Setelah ini tim perumus akan kembali diskusi untuk menentukan tema debat untuk debat yang kedua dan debat pamungkas. (ens/fth)
-
BALIKPAPAN5 hari agoProyek Sekolah Terpadu Islamic Center Balikpapan Ditunda
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKlarifikasi Pemprov Kaltim Soal Kursi Pijat Rp125 Juta, Ini Fakta Sebenarnya
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoSuara dari Jalanan di Depan Gedung Dewan, Mahasiswa Kaltim Desak Hak Angket Segera Diputuskan
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoSeleksi Paskibraka Kaltim 2026 Dimulai, Ketat dan Tanpa Titipan
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoPeran ASN Makin Krusial, Gubernur Kaltim Soroti Pentingnya Jabatan Fungsional
-
OLAHRAGA1 hari agoYamaha Tancap Gas di Mandalika, Awali Kejurnas 2026 dengan Dominasi Podium
-
BALIKPAPAN1 hari agoEfisiensi Anggaran Pangkas Reses dan Dialog Warga DPRD Balikpapan
-
OLAHRAGA2 hari agoBola Gembira Warnai Samarinda, Euforia Piala Dunia 2026 Mulai Terasa di Kaltim

