EKONOMI DAN PARIWISATA
Inflasi Kaltim Tercatat Stabil, Harga dan Stok Bapokting Aman Saat Nataru
Angka inflasi di Provinsi Kaltim yang masih relatif stabil.Kabar gembira disaat Nataru tahun 2024, bahwa harga dan stok bapokting di Kaltim dipastikan aman. Warga tidak perlu panic buying.
Seperti halnya perayaan hari raya lain, momen natal dan tahun baru (nataru) di setiap tahun juga termasuk perayaan besar. Pada momen itu, kelangkaan dan kenaikan harga bapokting (bahan pokok penting) cukup rawan terjadi.
Menjelang momen natal 2024 dan tahun baru 2025 nanti, Pemprov Kaltim telah melakukan pemantauan terhadap ketersediaan barang dan kenaikan harga.
Kepala Disperindagkop UKM Kaltim Heni Purwaningsih melaporkan angka inflasi Kaltim masih relatif stabil. Bahkan angkanya berada di bawah angka inflasi nasional. Membuktikan harga dan ketersediaan barang masih aman.
Heni mencatat angka inflasi Kaltim per bulan November 2024 secara month to month bulan November terhadap Oktober 2024 0,08 persen, sementara angka nasional 0,30. Untuk year on year November 2024 terhadap November 2023 di Kaltim 1,54, sementara angka nasional 1,55.
“Jadi kalau di Kaltim masih relatif stabil dan aman ya,” kata Heni Senin, 23 Desember 2024.
Beberapa Permasalahan di Kaltim
Heni menjelaskan ada beberapa permasalahan terhadap stok bahan pokok di Kaltim. Misalnya sebagaian besar kebutuhan bahan pokok di Kaltim masih disuplay daerah lain, panjangnya rantai pendistribusian akibat infrastruktur yang belum memadai.
Banyak gudang yang masih belum memiliki nomor tanda daftar gudang, daftar manifes barang yang masuk ke wilayah Kaltim masih belum terperinci, hingga kurangnga koordinasi antar stakeholder di Kaltim.
Namun pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya. Seperti pembentukan kios penyeimbang, memperlancar distribusi, hingga pemantauan pasikan barang.
Tidak Perlu Panic Buying

Kata Heni, dengan angka inflasi yang masih relatif stabil, menunjukkan pemerintah provinsi Kaltim masih telah berupaya dalam mengendalikan harga dan stok bahan pokok di daerah utamanya jelang nataru.
Termasuk menjaga agar inflasi jangan sampai terlalu rendah hingga menyebabkan deflasi. Sebab adanya deflasi juga menjadi masalah, karena mencerminkan daya beli masyarakat yang menurun.
“Makanya pemerintah harus menjaga target nasional. Kalau sampai deflasi iklim bisnis juga kurang baik.”
“Pokoknya jelang nataru, Kaltim masih aman, masyarakat tidak perlu panic buying,” pungkasnya. (ens/am)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK2 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
NUSANTARA3 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
BALIKPAPAN3 hari agoYamaha Gelar Pengundian Bombastis, Empat Pelanggan dari Balikpapan hingga Banjarbaru Bawa Pulang Motor

