BERAU
Akademisi Kritik Kenaikan Tarif Air PDAM di Berau: Efek Dominonya Besar
Akademisi Unmul mengkritik adanya kenaikan tarif air PDAM di Berau. Menurutnya efek dominonya sangat besar. Kebijakan tersebut harus dikaji ulang.
Akhir-akhir ini, isu kenaikan tarif air PDAM di Berau tengah menjadi sorotan. Kenaikan tarif itu dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal, yang akan berlaku di tahun 2025 ini.
Pihak PDAM Batiwakkal Berau, sempat membantah adanya kenaikan, sebab yang dilakukan merupakan penyesuaian tarif. Namun, tetap saja kebijakan baru itu menuai protes dari berbagai pihak.
Efek Domino Besar
Akademsi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo ikut mengkritisi kenaikan tarif air PDAM di Berau tersebut. Terlebih angka inflasi di kabupaten itu selalu tercatat tinggi.
Dengan adanya kenaikan tarif itu, menurutnya, kebijakan baru itu akan memiliki efek domino yang besar. Terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Purwadi minta, pihak PDAM tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis semata, namun juga tanggung jawab sosial untuk meciptakan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Karena ketika air bersih tersedia, sektor ekonomi seperti laundry, warung makan, hotel, bisa tumbuh dan usaha-usaha ini juga akan membayar pajak pada akhirnya. Jangan hanya fokus pada keuntungan bisnis semata,” katanya belum lama ini.
Solusi
Purwadi melihat, kenaikan tarif tersebut bentuk kurangnya sinergi Pemkab Berau dengan DPRD Berau. Menutnya, kedua pihak tersebut harus duduk bersama untuk mengevaluasi kinerja Perumda.
Alih-alih mendukung kenaikan tarif, pemerintah setempat dalam hal ini Bupati Berau mestinya bisa memberikan subsidi ke masyarakat dengan menggunakan APBD yang nilainya cukup besar.
“Bupati Berau juga harus lebih jeli dalam hal ini, jangan hanya menyetujui saja tanpa mempertimbangkan efek domino dan rencana bisnis yang matang. DPRD Berau pun harus tegas mengawasi setiap Perumda yang ada,” tambahnya.
Ekonom itu juga minta kebijakan penyesuaian tarif perlu pengawasan lebih lanjut. Agar tidak merugikan masyarakat, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil sampai hari ini.
“Perumda yang ada di Berau harus memiliki rencana bisnis yang jelas, jangan sampai pengelolaan Perusahaan Daerah tidak profesional dan menjadi beban daerah. Pemda Berau harus lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (ens)
-
PARIWARA5 hari agoHari Pelanggan Nasional 2026, Yamaha Siapkan Promo dan Kejutan untuk Konsumen
-
OLAHRAGA4 hari agoARRC Sepang 2026: Wahyu Nugroho Menang Lagi, Yamaha Racing Indonesia Panen Podium
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Kaltim, 20 Puskesmas Disiapkan Jadi Rumah Oksigen untuk Antisipasi ISPA
-
GAYA HIDUP3 hari agoCUSTOMAXI 2026 Dimulai di Semarang, 85 Motor Adu Kreativitas Modifikasi
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKarhutla Kaltim Memburuk, ISPU PM2.5 Masuk Kategori Tidak Sehat
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoBankaltimtara Raih KEJAR Award 2026, Terbaik di Kalimantan
-
KUTIM4 hari agoKaltim Perkuat Usulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Taman Bumi Nasional
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKarhutla Mengintai, Posko Siaga Darurat Kaltim Dioptimalkan

