BERAU
Tinjau Sekolah Rp 43 Miliar di Maratua, Rudy Mas’ud Dengarkan Curhat Guru soal AC dan Perpustakaan
Meski hari libur, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tinjau SMAN 9 Maratua senilai Rp 43 Miliar. Alias sekolah yang baru rampung pembangunan pada 2025 lalu. Guru curhat minta AC dan kelengkapan perpustakaan.
Suasana di SMA Negeri 9 Maratua, Kabupaten Berau, mendadak ramai pada Jumat 16 Januari 2026. Padahal, kalender nasional menunjukkan hari itu adalah tanggal merah alias hari libur.
Para siswa, guru, hingga kepala sekolah rela menanggalkan waktu liburnya demi menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud. Kunjungan ini Rudy lakukan untuk meninjau langsung kondisi fisik bangunan sekolah yang baru rampung pada 2025 lalu dengan menelan anggaran fantastis sekitar Rp 43 miliar.
Melihat antusiasme warga sekolah yang tetap hadir di hari libur, Gubernur melontarkan apresiasinya dengan sedikit kelakar.
“Saya senang walaupun ternyata tanggal merah hari ini, semua hadir antusias ke sekolah. Sama seperti kami rasanya semua kalender tak ada warna merah,” canda Rudy di hadapan para siswa dan guru.
Fasilitas Megah di Pulau Terluar
Gedung baru SMAN 9 Maratua ini berdiri di atas lahan seluas 13 ribu meter persegi. Fasilitasnya terbilang mumpuni untuk ukuran sekolah di wilayah kepulauan, dengan enam ruang kelas yang masing-masing mampu menampung 30 siswa.
Meski pembangunannya telah selesai tahun lalu, gedung ini belum sempat adanya peresmian secara formal. Kehadiran Rudy kali ini sekaligus memastikan kualitas bangunan yang dibiayai uang rakyat tersebut.
Menurut Rudy, luasnya lahan yang dimiliki sekolah ini masih menyimpan potensi pengembangan jangka panjang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah rencana pembangunan rumah dinas bagi kepala sekolah dan guru, mengingat tantangan hunian di pulau terluar cukup tinggi.
Curhat Guru Minta AC dan Rak Buku
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi sang istri, Sarifah Suraidah. Keduanya menyempatkan diri masuk ke ruang-ruang kelas untuk berdialog langsung. Suasana cair terbangun saat Rudy bertanya soal cita-cita dan rencana pendidikan para siswa. Tak lupa, ia memberikan hadiah khusus bagi para juara kelas sebagai suntikan motivasi.
Di sela-sela dialog, pihak sekolah memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi. Para guru menyampaikan aspirasi terkait perlengkapan penunjang kenyamanan belajar mengajar.
Beberapa ‘pekerjaan rumah’ yang dicatat Gubernur antara lain kebutuhan pendingin ruangan (AC) mengingat cuaca pesisir yang cukup terik, serta pengadaan mebel perpustakaan seperti lemari dan rak buku yang masih minim. (ens)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoDispar Kaltim dan IHGMA Perkuat Kolaborasi, Siapkan Gebrakan Baru untuk Pariwisata
-
BERAU3 hari agoDanau Kakaban, Keajaiban Alam Berau yang Terus Dijaga untuk Wisata Dunia
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoMUI Kaltim Terbitkan Tausiyah Usai Dugaan Pencabulan di Ponpes, Tegaskan Pelecehan Berkedok Agama Haram
-
OPINI5 hari agoCowok, Pria, Laki-Laki, dan Jantan
-
BERAU3 hari agoGoa Gumantung, Surga Tersembunyi di Maratua yang Siap Perkuat Ekowisata Kaltim
-
OLAHRAGA4 hari agoTrio Yamaha Racing Indonesia Siap Tampil di Mandalika, Bidik Hasil Terbaik pada R3 BLU CRU Asia-Pacific 2026
-
OLAHRAGA1 hari agoSkutik Premium Ikut Balapan! MAXI Race Jadi Daya Tarik Baru Pada Gelaran Yamaha Sunday Race 2026
-
OLAHRAGA10 jam agoIdemitsu BLU CRU Yamaha Sunday Race Terheboh Se-Asia Pasifik, Euforia Fans Dinilai Tak Kalah dengan MotoGP di Mandalika

