SEPUTAR KALTIM
Proyeksi 3,8 Juta Motor di 2030, Kaltim Siapkan Ekosistem Kendaraan Listrik
Populasi motor di Kaltim prediksinya akan tembus 3,8 juta unit pada 2030. Keberadaan IKN juga turut mendukung potensi pasar, pemerintah siapkan strategi pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Transisi Kalimantan Timur dari ekonomi berbasis tambang menuju ekonomi hijau mulai menemukan momentumnya. Sektor otomotif berbasis listrik, khususnya roda dua (Electric Two Wheelers/E2W), proyeksinya akan menjadi motor penggerak baru perekonomian daerah.
Optimisme ini semakin kuat dengan dukungan data riil di lapangan. Pada tahun 2024, populasi sepeda motor di Kalimantan Timur tercatat mencapai 3,2 juta unit. Angka ini perkiraannya terus tumbuh hingga menembus 3,8 juta unit pada tahun 2030.
Peluang Besar Pasar
Bagi pemerintah provinsi, tren ini membuka peluang besar. Bukan hanya soal konversi energi, melainkan potensi pasar masif yang bisa tergarap oleh industri lokal.
Pembina Industri Ahli Muda Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, M. Entje Adhar Affan, menilai pengembangan industri kendaraan listrik adalah langkah strategis untuk mempercepat diversifikasi ekonomi.
“Transformasi ekonomi dapat terwujud melalui pengembangan industri kendaraan listrik,” ujar Affan dalam Forum Konsultasi Daerah (FKD) di Hotel Mercure Samarinda, Selasa 20 Januari 2026.
Affan menjelaskan, Kaltim memiliki posisi tawar yang kuat untuk menjadi pusat manufaktur di kawasan Indonesia Timur. Selain berada di jalur logistik utama, Kaltim didukung ketersediaan sumber daya nikel sebagai bahan baku baterai. Keberadaan smelter yang sudah ada saat ini dinilai potensial untuk dikembangkan lebih jauh, mencakup industri daur ulang baterai di masa depan.
Pasar Pasti di Ibu Kota Baru
Katalis utama percepatan industri ini adalah kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan konsep forest city yang mewajibkan mobilitas ramah lingkungan, IKN menyediakan pasar yang terjamin (captive market) bagi pelaku usaha kendaraan listrik.
“Dari sisi industri, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan target penggunaan 100 persen kendaraan listrik membuka pasar yang sangat besar bagi pelaku usaha lokal. Mulai dari perakitan motor dan baterai, bengkel khusus motor listrik, hingga layanan distribusi dan purna jual,” jelas Affan.
Dengan ekosistem yang mulai terbentuk—dari ketersediaan bahan baku di hulu hingga kepastian pasar di hilir—Kaltim berambisi tidak hanya menjadi konsumen, tetapi pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik nasional. (ens)
-
BALIKPAPAN3 hari agoSambut HUT ke-129, Balikpapan Rilis Logo “Harmoni Menuju Kota Global”
-
PARIWARA5 hari agoSetingan “KECE” Biar Makin Pede, Cara Mudah Bawa Pulang Yamaha Classy Fazzio dan Filano
-
GAYA HIDUP2 hari agoAngka Pernikahan 2025 Naik Tipis, Tren ‘Enggan Nikah’ Mulai Melandai?
-
SAMARINDA1 hari agoSamarinda Menuju Usia 358 Tahun: Menelusuri Jejak Enam Kampung Purba dan Akar Sejarah Kota Mahakam
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKaltim Borong Penghargaan di Hari Desa Nasional 2026, Dua Wilayah Sabet Peringkat 1
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoBibit Siklon Tropis 97S Kepung Indonesia Bagian Selatan, Begini Prediksi Cuaca Kaltim Sepekan ke Depan
-
BERAU4 hari agoTinggalkan Status Perintis, Wings Air Kini Terbang Komersial ke Maratua: Rudy Mas’ud Jajal Pendaratan Perdana
-
FEATURE2 hari agoFenomena AI di 2026: Jadi “Asisten Hidup” yang Memanjakan, atau Perangkap Ketergantungan?

