NUSANTARA
Menag Gagas Istiqlal dan IKN Jadi ‘Masjid Kembar’, Siapkan Beasiswa Ulama via LPDP
Momen Tarawih di IKN, Menag Nasaruddin Umar sampaikan gagasan konsep ‘Masjid Kembar’ Istiqlal-IKN dan siapkan beasiswa LPDP khusus kader ulama wilayah timur.
Ada pemandangan menarik dari rangkaian safari Ramadan Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pada Jumat 20 Februari 2026 lalu. Tidak sekadar menunaikan Tarawih berjamaah, dalam kunjungan ini Menag juga menyampaikan konsep “Masjid Kembar” antara Masjid Negara IKN dan Masjid Istiqlal Jakarta.
Konsep ini digagas agar kedua masjid ikonik tersebut memiliki sinergi program keagamaan yang setara. Baik untuk masyarakat di wilayah barat maupun timur Indonesia. Ke depannya, kajian keagamaan di kedua masjid akan disiarkan secara terintegrasi.
“Ilmu apa pun yang kita terima di Masjid Istiqlal, ini akan terhubung dengan apa yang kita terima di masjid ini. Ini adalah masjid kembar. Kalau di sini saya hadir, maka Istiqlal-nya adalah Zoom. Kalau saya di Istiqlal, maka di sini Zoom. Sama juga dengan penceramah yang lain,” ungkap Nasaruddin di hadapan ribuan jamaah Tarawih.
Pusat Kaderisasi Ulama Indonesia Timur
Selain sinkronisasi kajian jarak jauh, Kemenag juga memproyeksikan Masjid Negara IKN sebagai pusat pendidikan kader ulama. Khusus untuk wilayah Indonesia bagian timur.
“Insyaallah di sini (IKN) juga nanti kita akan membuat program pendidikan kader ulama. Jadi, Indonesia bagian timur di sini saja, sementara Indonesia bagian barat akan berada di Istiqlal. Pembinaannya dikelola oleh Universitas PTIQ Jakarta dan di Istiqlal. Nanti kita usahakan beasiswa itu dari LPDP,” jelas Menag.
Melalui program-program tersebut, Nasaruddin optimis kawasan Nusantara kelak akan berkembang menjadi pusat peradaban baru dunia Islam yang menonjolkan wajah toleransi antarumat beragama.
“Kita akan mempertontonkan bagaimana konsep toleransi beragama dengan pertetanggaan kita dengan rumah-rumah ibadah yang lain dalam satu kawasan yang sama,” tambahnya.
Disambut Pak Bas: 2 Ton Kurma Jadi Rezeki Lahir Batin
Rangkaian Tarawih pada malam kedua Ramadan itu tidak sekadar diisi dengan urusan spiritual. Menag turut menyerahkan bantuan berupa mushaf Al-Qur’an dan dua ton kurma kepada berbagai pihak di kawasan IKN, serta melakukan penanaman pohon hijau di pelataran masjid.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turut mendampingi kegiatan tersebut menyambut hangat langkah Kemenag. Pria yang akrab disapa Pak Bas ini bahkan mengibaratkan bantuan tersebut sebagai jawaban instan atas doa pagi harinya.
“Terima kasih Pak Menteri Agama beserta jajarannya telah memperhatikan pembangunan Ibu Kota Nusantara ini. Saya ingat tadi pagi ada kultum, ada rezeki lahir dan rezeki batin. Ternyata itu langsung dijawab oleh Allah SWT, Menteri Agama membawa 2 ton kurma sebagai rezeki lahir, sekaligus Al-Qur’an sebagai rezeki batin,” kelakar Basuki yang disambut hangat hadirin. (ens)
-
PARIWARA4 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA3 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA3 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA2 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA21 jam agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’
-
SAMARINDA3 hari agoCetak Rekor di Kalimantan, Korem 091/ASN Raih Kartika Award sebagai Wilayah Bebas Korupsi

