NUSANTARA
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp72 Triliun, Tiga Proyek Komersial Baru Resmi Berjalan
Otorita IKN teken kerja sama dengan 3 investor swasta untuk bangun fasilitas komersial. Tercatat, total investasi swasta yang masuk IKN kini capai Rp72 triliun. Simak selengkapnya!
Geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin terasa seiring masuknya suntikan modal dari sektor swasta. Terbaru, Otorita IKN meneken tiga Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah penanam modal dalam negeri. Untuk membangun fasilitas komersial dan ruang publik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilangsungkan di Balai Kota Otorita IKN, Rabu 25 Februari 20206. Tiga perusahaan yang resmi membenamkan modalnya kali ini adalah PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi.
Nantinya, ketiga pihak swasta ini akan menggarap deretan proyek di wilayah pengembangan 1A dan 1C. Fasilitas yang dibangun cukup beragam, mulai dari pusat perbelanjaan, sentra kuliner, hingga sarana olahraga. Kehadiran proyek-proyek ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar para aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat yang kelak menetap di sana.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa arus modal swasta ke Nusantara terus menunjukkan grafik menanjak. Hingga awal tahun 2026, tercatat sudah ada puluhan perusahaan yang sepakat menanamkan modal.
“Saat ini, sampai dengan awal 2026 sudah ada komitmen dari 57 perusahaan. Dengan total investasi swasta murni sebesar Rp72 triliun,” ujar Basuki.
Kepercayaan Dunia Usaha
Ia menambahkan, kepercayaan dunia usaha semakin menebal berkat kepastian hukum melalui Peraturan Presiden Nomor 79, serta dukungan langsung dari pimpinan negara.
“Pembangunan IKN ini juga semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakatnya. Termasuk dalam bidang usaha, apalagi dengan adanya Perpres No.79 serta kehadiran Bapak Presiden dan Wakil Presiden,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak Otorita IKN juga menjanjikan pemangkasan proses perizinan. Serta pendampingan agar eksekusi proyek di lapangan bisa melesat cepat. Langkah ini rupanya disambut positif oleh pelaku usaha yang melihat IKN bukan sekadar ladang bisnis jangka pendek.
Perwakilan PT Maxi Nusantara Raya, Suni Yuwono Kusbandi, menyebut keterlibatan swasta di IKN saat ini merupakan bentuk kontribusi untuk menghidupkan kawasan kota baru tersebut.
“Kami diberi kesempatan untuk berinvestasi di sektor 1A dan memang lokasinya juga bagus. Kami berkomitmen bahwa ini IKN, kita harus jadi. Maka saya sudah tidak menghitung cuan lagi, Pak. Untung rugi nomor sekian, kita harus bikin ekosistemnya,” ungkap Suni.
Ke depan, Otorita IKN berjanji akan terus membuka pintu bagi proyek-proyek fasilitas sosial dan komersial pendukung lainnya. Semua ini dilakukan demi memacu denyut ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik Nusantara sebagai pusat peradaban baru. (ens)
-
POLITIK3 hari agoDPRD Kaltim Siapkan Tindak Lanjut Temuan BPK, Dari Beasiswa Gratispol hingga Kredit Produktif Bankaltimtara
-
HIBURAN5 hari agoReview Film: Keluarga Suami Adalah Hama, Ketika Pernikahan Tidak Hanya Tentang Dua Orang
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKisah Si Bejo, Sapi 1 Ton Asal Kaltim yang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto
-
POLITIK3 hari agoParipurna Hak Angket DPRD Kaltim Dijadwalkan 10 Juni, Banmus Klaim Sudah Final
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoHydropower 300 MW di Mahakam Ulu Disorot, Rudy Mas’ud Minta Listrik Tak Hanya Terang di Kota
-
PARIWARA3 hari agoAnti Ribet! Aplikasi Y-ON Yamaha Bikin Touring Jarak Jauh Makin Seru dan Praktis
-
BALIKPAPAN2 hari agoDisparpora dan KONI Balikpapan Perkuat Persiapan Atlet serta Fasilitas Menuju Porprov VIII Paser 2026
-
SAMARINDA2 hari agoUtang Pemkot Samarinda Rp400 Miliar, Andi Harun Alihkan 80 Persen APBD 2026 untuk Bayar Kewajiban

