Connect with us

SEPUTAR KALTIM

77 Titik Panas Muncul, BPBD Kaltim Waspadai Ancaman Karhutla Jelang Musim Kemarau

Published

on

Petugas BPBD Kabupaten Kubu Raya berjalan di area kebakaran lahan gambut di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. (Ilustrasi/antarafoto)

Menjelang musim kemarau, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai ditingkatkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat sedikitnya 77 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu penetapan status siaga bencana hidrometeorologi dari pemerintah provinsi.

“Status siaga masih menunggu SK Gubernur. Regulasinya sedang berproses dan kami berharap segera ditetapkan,” ujarnya.

Antisipasi Diperkuat, Peralatan Hingga Personel Disiagakan

Meski status siaga belum resmi ditetapkan, BPBD Kaltim mulai bergerak cepat melakukan berbagai langkah antisipasi. Persiapan difokuskan untuk menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli hingga September.

Sejumlah sarana dan prasarana mulai disiapkan, termasuk memastikan kesiapan mesin pompa air agar respons penanganan kebakaran bisa dilakukan lebih cepat di lapangan.

Selain itu, BPBD juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), perusahaan perkebunan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) dinilai menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla.

“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama semua pihak agar penanganannya cepat dan efektif,” tegas Cahyo.

Sebaran Titik Panas Meluas, Masyarakat Diminta Waspada

Berdasarkan pemantauan terbaru, titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, hingga sebagian wilayah Kota Bontang.

Dari evaluasi sebelumnya, hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Hal ini dipengaruhi oleh karakteristik lahan, terutama kawasan gambut yang mudah terbakar saat musim kering.

Meski saat ini masih terdapat potensi hujan, BPBD Kaltim mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Warga diimbau untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami minta masyarakat lebih waspada. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat besar,” pungkasnya. (Am/lim)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.