Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Persiapan Haji Kaltim 2026 Hampir Rampung, Jemaah Mulai Masuk Embarkasi 26 April

Published

on

Calon jamaah haji mendapatkan pelayanan ekstra dari para petugas saat tiba di Embarkasih di Balikpapan tahun lalu. (Dok Asrama Haji Balikpapan)

Persiapan pemberangkatan jemaah haji Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 kini hampir mencapai 100 persen. Mulai dari kelengkapan dokumen, bimbingan manasik, hingga pembentukan panitia penyelenggara, semuanya disebut sudah siap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Kaltim, Mohlis Hasan, memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana pemerintah pusat.

“Insyaallah, penyelenggaraan ibadah haji Kaltim sesuai jadwal. Pada 26 April 2026, jemaah kloter pertama mulai masuk Embarkasi Balikpapan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Keberangkatan Diatur Ketat, Jemaah Harus Masuk Embarkasi H-1

Menjelang hari H, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus diperkuat. Lewat Kantor Kemenag di daerah, fokus utama saat ini adalah memastikan jemaah bisa berangkat tepat waktu dari daerah asal menuju bandara.

Hal ini penting karena jadwal keberangkatan sudah diatur ketat. Setiap jemaah wajib sudah tiba di embarkasi maksimal 1×24 jam sebelum terbang ke Tanah Suci.

“Jadi tidak boleh terlambat. Semua harus sudah masuk embarkasi sehari sebelum keberangkatan,” jelas Mohlis.

Selain transportasi, kesiapan sarana pendukung juga terus dimatangkan agar proses pemberangkatan berjalan lancar tanpa kendala.

Kuota Hampir Penuh, Masa Tunggu Haji Kini Disamaratakan

Dari sisi kuota, jemaah haji Kaltim tahun 2026 hampir sepenuhnya terpenuhi. Tercatat 3.166 jemaah akan berangkat melalui Embarkasi Balikpapan dari total kuota 3.189 orang.

Selisih jumlah tersebut terjadi karena adanya mutasi jemaah antar embarkasi. Sementara secara keseluruhan, Embarkasi Balikpapan akan melayani 5.812 jemaah dari berbagai daerah.

Menariknya, sistem penentuan kuota kini tidak lagi berdasarkan jumlah penduduk muslim, melainkan menggunakan sistem waiting list. Artinya, siapa yang lebih dulu mendaftar, dia yang lebih dulu berangkat.

Kebijakan ini berdampak pada masa tunggu yang kini disamaratakan secara nasional menjadi sekitar 26 tahun.

“Sebelumnya berbeda-beda. Ada daerah yang 17 tahun, ada juga yang sampai 36 tahun. Sekarang dipukul rata sekitar 26 tahun,” pungkas Mohlis Hasan.

Dengan persiapan yang hampir rampung, pemberangkatan jemaah haji Kaltim 2026 diharapkan berjalan lancar. Pemerintah pun terus memastikan seluruh proses, mulai dari daerah hingga embarkasi, benar-benar siap tanpa hambatan. (am/lim)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.