NUSANTARA
Babak Akhir Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda, Bandar dan Oknum Polisi Berhasil Diciduk
Praktik peredaran narkoba terorganisir di kawasan Gang Langgar, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, akhirnya terbongkar setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penggerebekan besar-besaran pada Jumat (15/5/2026). Kadi babak akhir “kampung narkoba” cerita lama yang akhirnya terbongkar juga.
Polisi menemukan sistem pengamanan berlapis lengkap dengan sniper, handy talky (HT), hingga kode khusus untuk mengelabui aparat.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengungkapkan kawasan tersebut dijaga puluhan pengawas yang bertugas memantau setiap orang yang masuk ke lokasi transaksi narkoba.
“Pada sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 pengawas yang memegang handy talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di lapak GG Langgar Blok F,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Eko, para sniper itu ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memberikan informasi apabila ada aparat atau orang asing memasuki kawasan tersebut. Bahkan, pada malam hari jumlah pengawas disebut diperbanyak demi menghindari penggerebekan polisi.
Gunakan Kode Rahasia dan Sistem Pengawasan Berlapis

Polisi mengungkap transaksi narkoba di Gang Langgar berjalan secara tertutup dan terstruktur. Para pengawas di pintu masuk disebut menggunakan kode tertentu untuk memberi sinyal kepada jaringan di dalam kampung narkoba.
Salah satu sniper yang berjaga di depan minimarket disebut memberikan kode “masuk-masuk” menggunakan gerakan tangan kepada pembeli sebelum melapor melalui HT kepada pengedar di dalam kawasan.
Warga sekitar disebut sangat sensitif terhadap orang asing yang datang. Pembeli narkoba bahkan hanya diperbolehkan masuk seorang diri menuju lokasi transaksi. Untuk satu paket kecil sabu dijual seharga Rp150 ribu.
Dari penggerebekan tersebut, polisi menangkap sejumlah orang yang diduga berperan sebagai pengawas lapangan atau sniper. Selain itu, dua pembeli narkoba juga diamankan di sebuah hotel dengan barang bukti 22 paket kecil sabu.
Bandar Narkoba Ditangkap Saat Staycation di Hotel

Tak hanya menyasar pengawas lapangan, polisi juga berhasil menangkap bandar narkoba bernama Firnandes alias Nando di kamar Hotel Fugo Samarinda saat sedang bersama pacarnya.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita dua unit ponsel dan uang tunai Rp10 juta. Penggeledahan kemudian dilakukan di rumah tersangka di Gang Langgar Blok C dan ditemukan sejumlah barang elektronik, drone DJI Mavic, MacBook, HT, hingga perangkat komputer.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Nando diketahui merupakan pengendali lapangan yang dipercaya mengatur aktivitas transaksi narkoba di kawasan tersebut.
“Bapaknya itu pemilik lapak, H Endi, yang bersangkutan masih DPO,” kata Brigjen Eko.
Selain memburu H Endi, polisi juga masih mengejar sejumlah nama lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di Gang Langgar.
Dalam pengembangan kasus, Bareskrim Polri turut mengamankan seorang anggota polisi bernama Dedy Wiratama yang diduga berperan sebagai sniper atau pengawas transaksi narkoba.
Saat ini Bripka Dedy menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi Polri dan dugaan keterlibatan dalam jaringan narkoba tersebut. (Am)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA4 hari agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
OLAHRAGA4 hari agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru
-
OLAHRAGA4 hari agoBiliar dan Politik Punya Kemiripan, Tio: yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKarhutla Kaltim Meluas, BPBD Akui Sulit Cari Sumber Air untuk Pemadaman
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Kaltim, Peneliti Ungkap Tradisi Bakar Ladang Dayak Punya Aturan Ketat
-
PARIWARA4 hari agoYamaha Uji Kompetensi Siswa SMK Kaltimtara, Dorong Lahirnya Teknisi Siap Kerja
-
OLAHRAGA3 hari ago32 Pebiliar Berebut Tiket Final Turnamen 9 Ball Piala Ketua PWI Kaltim

