Connect with us

HIBURAN

Dari Nobar Film Suamiku Lukaku; Cara Emak-emak Bersuara Lawan KDRT

Published

on

Kekerasan dalam rumah tangga sering kali terjadi dalam senyap. Banyak korban memilih memendam luka karena takut, malu, atau merasa tidak memiliki tempat untuk mengadu. Melalui nonton bareng film Suamiku Lukaku, cara emak-emak atau perempuan bersuara melawan KDRT.

Inisiasi ini diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalimantan Timur. Jadi kampanye mengajak masyarakat memecahkan kesunyian tersebut dan berani bersuara melawan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Mengusung tema “Kaltim Bersuara: Memecahkan Kesunyian, Gandeng Tangan Lawan KDRT”, kegiatan yang digelar di XXI Big Mall Samarinda, Selasa (23/6/2026), menjadi ruang refleksi sekaligus edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pencegahan, penanganan, dan dukungan terhadap korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Timur Sarifah Suraidah Harum, Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Keluarga TP PKK Provinsi Kalimantan Timur Wahyu Hernaningsih Seno, Plt Kepala DP3A Provinsi Kalimantan Timur Anik Nurul Aini, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat umum.

Film Jadi Media Edukasi untuk Membuka Kesadaran

Melalui pemutaran film Suamiku Lukaku, para peserta diajak memahami berbagai bentuk kekerasan yang kerap terjadi dalam lingkup rumah tangga beserta dampak yang ditimbulkannya terhadap korban.

Film tersebut tidak hanya menyajikan kisah yang menyentuh, tetapi juga membawa pesan penting tentang keberanian untuk bersuara, mencari pertolongan, serta membangun lingkungan yang mendukung dan melindungi korban kekerasan.

Plt Kepala DP3A Provinsi Kalimantan Timur, Anik Nurul Aini, menilai kampanye melalui media film menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap isu perlindungan perempuan dan anak.

Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan seperti ini menjadi sarana edukasi yang penting untuk membuka kesadaran masyarakat bahwa kekerasan bukanlah sesuatu yang boleh dianggap biasa atau disembunyikan. Korban harus mendapatkan dukungan, perlindungan, dan ruang yang aman untuk berbicara. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak,” ujar Nurul.

Ia menambahkan, pendekatan melalui film dinilai mampu menyampaikan pesan secara lebih dekat dan emosional sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Dorong Korban Berani Bersuara dan Mencari Pertolongan

Selain meningkatkan kesadaran publik, kegiatan tersebut juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap korban kekerasan dan tidak ragu melaporkan jika menemukan kasus serupa di lingkungan sekitar.

Nurul menekankan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun hubungan yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan. Dengan komunikasi yang baik serta penguatan nilai-nilai keluarga, berbagai potensi kekerasan dapat dicegah sejak dini.

Menurutnya, upaya perlindungan perempuan dan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan dukungan dari keluarga, lingkungan, organisasi masyarakat, hingga lembaga pendidikan untuk menciptakan ruang yang aman bagi semua.

Melalui kegiatan ini, DP3A Kalimantan Timur berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan kekerasan, mampu mengenali tanda-tanda kekerasan sejak awal, serta mengetahui layanan pengaduan dan pendampingan yang tersedia bagi korban.

Dengan semangat “Kaltim Bersuara”, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi menutup mata terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga. Sebaliknya, masyarakat diharapkan berani memberikan dukungan kepada korban, membantu mereka mendapatkan perlindungan, serta bersama-sama mewujudkan Kalimantan Timur yang aman, ramah perempuan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (sef/am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER