Connect with us

BERAU

Danau Kakaban, Keajaiban Alam Berau yang Terus Dijaga untuk Wisata Dunia

Published

on

Gerbang masuk Pulau Kakaban, Kabupaten Berau. Danau Kakaban menjadi salah satu destinasi ekowisata unggulan Kalimantan Timur yang dikenal dengan danau air asin purba serta habitat ubur-ubur tak menyengat. (HO/Dispar Kaltim)

Berbicara tentang wisata bahari Kalimantan Timur, nama Derawan mungkin sudah tak asing lagi. Namun, tak jauh dari gugusan pulau tersebut, tersimpan sebuah keajaiban alam yang membuat wisatawan dari berbagai negara rela datang jauh-jauh. Itulah Danau Kakaban, danau air asin purba yang menjadi rumah bagi ubur-ubur tak menyengat dan hanya sedikit ditemukan di dunia.

Potensi inilah yang terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai destinasi unggulan berbasis ekowisata. Tak sekadar mengejar jumlah wisatawan, pengembangan Danau Kakaban juga diarahkan agar tetap menjaga kelestarian alam yang menjadi daya tarik utamanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengatakan Danau Kakaban memiliki keunikan geologi yang sulit ditemukan di tempat lain. Danau seluas sekitar 400 hektare itu terbentuk dari atol karang yang terangkat ke permukaan hingga menciptakan danau air asin raksasa di tengah Pulau Kakaban.

“Destinasi ekowisata seluas 400 hektare ini menawarkan fenomena geologi langka berupa danau air asin raksasa yang terbentuk dari struktur atol karang yang terangkat ke permukaan,” ujarnya, Sabtu.

Rumah Ubur-Ubur Tak Menyengat yang Mendunia

Aktivitas wisata selam di kawasan perairan Kakaban melengkapi daya tarik wisata bahari Berau yang mengedepankan konservasi dan keindahan ekosistem bawah laut. (Ho/Dispar Kaltim)

Keistimewaan Danau Kakaban bukan hanya terletak pada bentang alamnya. Danau ini juga menjadi habitat alami empat spesies ubur-ubur tak menyengat, yakni ubur-ubur emas, ubur-ubur terbalik, ubur-ubur bulan, dan ubur-ubur kotak kecil.

Fenomena tersebut terjadi karena ekosistem danau yang terisolasi selama ribuan tahun. Kondisi air payau tetap stabil berkat perpaduan air hujan, resapan air tanah, serta sirkulasi air laut melalui saluran bawah tanah.

“Sirkulasi aliran air laut yang terhubung melalui saluran-saluran kecil di bawah tanah ini secara alami menjaga keseimbangan ekosistem danau sehingga menjadi habitat sempurna bagi biota langka,” kata Faisal.

Menurutnya, proses evolusi yang berlangsung sangat lama membuat sebagian spesies ubur-ubur di Danau Kakaban diperkirakan berkembang menjadi subspesies baru yang memiliki nilai tinggi bagi dunia penelitian.

Tak heran jika danau ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan sekaligus lokasi riset bagi para peneliti yang ingin mempelajari evolusi ekosistem tertutup.

Wisata Berkembang, Alam Tetap Harus Terjaga

Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal saat mencoba langsung pengalaman menyelam kelas dunia yang menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara di sana. (HO/Dispar Kaltim)

Di balik pesona yang dimiliki Danau Kakaban, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa pengembangan wisata tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.

Pengelolaan kawasan dilakukan dengan mengedepankan prinsip konservasi untuk menjaga kualitas air danau, kelestarian terumbu Halimeda, hingga keseimbangan habitat biota yang hidup di dalamnya.

“Kita harus memastikan bahwa setiap upaya peningkatan kunjungan pariwisata di Berau mutlak dibarengi dengan langkah pelestarian yang ketat agar warisan prasejarah ini tetap utuh dinikmati generasi mendatang,” tegas Faisal.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan Danau Kakaban tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kolaborasi dengan masyarakat, pelaku wisata, dan berbagai pihak menjadi kunci agar potensi wisata ini mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga warisan alam tetap lestari.

“Melalui pengemasan pariwisata berkelas dunia yang memadukan keajaiban alam dan nilai edukasi, pesona Danau Kakaban siap mengukuhkan identitas ekowisata Kalimantan Timur secara global,” pungkasnya. (*/am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER