Connect with us

KUKAR

Begasing Tak Hanya Digemari Warga Kukar, Penggiat Lintas Daerah Ikut Bertanding

Published

on

Begasing tidak hanya menjadi permainan tradisional yang digemari masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Perkembangannya turut menarik perhatian penggiat dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dengan ikut ambil bagian dalam perlombaan yang digelar di Tenggarong.

Gambaran tersebut terlihat dalam Festival Olahraga Tradisional yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar pada rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Dari 507 peserta yang mengikuti empat cabang olahraga tradisional, begasing menjadi cabang dengan jumlah peserta terbanyak, yakni mencapai 200 orang.

Sekretaris Dispora Kukar Dery Wardhana mengatakan, tingginya partisipasi penggiat dari berbagai daerah menunjukkan olahraga tradisional masih memiliki daya tarik di tengah masyarakat. Peserta yang datang tidak hanya berasal dari Kukar, tetapi juga dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

“Hadirnya peserta dari luar Kukar memperlihatkan respon yang cukup baik bagi olahraga tradisional,” ujar Dery Wardhana, Sabtu (26/9/2026).

Kehadiran penggiat dari daerah seperti Samarinda, Kutai Timur dan Paser membuat perlombaan begasing tidak sekadar menjadi ajang untuk mencari pemenang. Pertemuan antarkomunitas turut membuka ruang silaturahmi sekaligus mempertemukan para pemain yang selama ini mengembangkan begasing di daerah masing-masing.

Menurut data pelaksanaan Festival Olahraga Tradisional Erau 2026 menunjukkan peserta memang datang dari luar Kukar. Selain 3 daerah Kaltim yang telah disebut, terdapat pula peserta dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan. Kondisi itu memperlihatkan bahwa olahraga tradisional yang dipertandingkan di Tenggarong memiliki jangkauan peminat yang lebih luas dari sekadar lingkungan masyarakat setempat.

Dery menilai, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan olahraga tradisional. Sebab, semakin banyak penggiat yang terlibat, semakin terbuka pula ruang bagi terjadinya pertukaran pengalaman, pembinaan dan regenerasi pemain.

“Dari lomba yang digelar itu, kita harap olahraga tradisional tetap eksis, juga sebagai ajang perkenalan pada generasi muda,” lanjutnya.

Regenerasi tersebut mulai terlihat dari penyelenggaraan begasing tahun ini. Dispora Kukar bahkan memperluas kategori pertandingan dengan menghadirkan kelas anak-anak. Langkah tersebut diambil karena perkembangan begasing di Tenggarong dinilai cukup pesat, termasuk munculnya anak-anak usia SD dan SMP yang telah memiliki lokasi latihan.

Kondisi itu menunjukkan perkembangan begasing tidak hanya bertumpu pada penggiat lama. Masuknya anak-anak ke dalam ruang latihan dan pertandingan membuka peluang bagi olahraga tersebut untuk terus memiliki pemain baru, sementara keterlibatan peserta dari berbagai daerah memperluas jaringan komunitasnya.

Dery berharap antusiasme tersebut tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Menurutnya, pertemuan para penggiat dari berbagai daerah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga olahraga tradisional agar tetap dimainkan dan berkembang di tengah masyarakat.

“Kami berharap olahraga tradisional di Kukar terus berkembang dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rnd/Adv Diskominfo Kukar).

POPULER