KUKAR
Begasing Bertahan di Tengah Gempuran Olahraga Modern


Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki sejumlah olahraga tradisional yang masih dilestarikan hingga kini, salah satunya olahraga begasing yang masih memiliki peminat di Benua Etam. Di tengah semakin berkembangnya berbagai cabang olahraga modern, permainan yang mengandalkan ketangkasan memutar gasing tersebut masih terus dimainkan dan dipertandingkan.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Dery Wardhana mengatakan, begasing merupakan olahraga tradisional yang memang diupayakan untuk terus dilestarikan keberadaannya karena mutan nilai budaya yang terkandung didalamnya.
“Olahraga tradisional termasuk begasing adalah bagian dari budaya daerah, jadi memang wajib kita lestarikan,” ujarnya, Sabtu (26/9/2026).
Namun Dery menyebut, pelestarian olahraga tradisional tidak cukup hanya dengan mengenalkan permainan tersebut kepada masyarakat, ruang perkembangan yang memadai juga perlu diberikan agar masyarakat tetap dapat memainkannya.
Salah satu ruang yang dimaksud adalah gelaran perlombaan khusus olahraga tradisional agar rasa masyarakat dalam memainkannya juga menjadi besar karena dibalut dalam pertarungan perlombaan.
“Salah satunya dalam gelaran Erau 2026 ini, Dispora Kukar menggelar perlombaan olahraga tradisional di Halaman Parkir Jembatan Repo-Repo,” jelasnya.
Tak sendirian, dalam kegiatan yang digelar di halaman parkir akses jembatan menuju pulau kumala itu, begasing diperlombakan bersamaan dengan olahraga tradisional lain yakni menyumpit, ketapel dan belogo.
“Dari lomba yang digelar itu, kita harap olahraga tradisional tetap eksis, juga sebavai ajang perkenalan pada generasi muda,” lanjutnya.
Menurut Dery, perkembangan olahraga modern memang menjadi salah satu tantangan bagi keberadaan olahraga tradisional. Pilihan olahraga yang saat ini semakin beragam membuat olahraga tradisional semisal begasing harus terus diperkenalkan agar peminatnya tidak menurun secara bertahap.
Lebih lanjut, Dery berujar pelestarian olahraga tradisional sejauh ini masih menunjukkan tren positif, terbukti dari antusiasme peserta dalam perlombaan yang digelar, Peserta kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari Kukar, tetapi juga datang dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Responnya bagus, bahkan ada penggiat yang datang dari beberapa kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia berharap, kedepannya begasing tidak hanya muncul ketika ada perlombaan atau agenda kebudayaan tertentu. Menurutnya, olahraga tradisional perlu terus dikembangkan sehingga dapat menjadi aktivitas yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Kami berharap olahraga tradisional di Kukar terus berkembang dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rnd/Adv Diskominfo Kukar).

SEPUTAR KALTIM5 hari agoSeleksi Dirut MMP Kaltim Dipersoalkan, Batas Usia Maksimal Jadi Sorotan
PARIWARA5 hari agoBreak Time Bareng AEROX, Cara Yamaha Dekatkan AEROX ALPHA dengan Generasi Muda
KUKAR4 hari agoPemprov Kaltim Tegaskan Aset SMAN 10 Samarinda Tetap Bisa Digunakan untuk Belajar
KUKAR4 hari agoDistanak Kukar Kembangkan Sorgum dan Siapkan Demplot Jelai untuk Diversifikasi Pangan
KUKAR4 hari agoJangkauan Program Distanak Kukar Terkendala SDM dan Fiskal
KUKAR4 hari agoDampak Efisiensi, Dukungan Alsintan ke Kukar Menurun
SEPUTAR KALTIM2 hari agoCadangan Air Menipis, Kaltim Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Air
KUKAR3 hari agoMaskot MTQ Kaltim di Kukar Masih Rahasia, Disebut Kental Nuansa Kutai





