Connect with us

BALIKPAPAN

Uniba Jadi Kampus Pertama di Kaltim Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Published

on

Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan mulai diperkuat dari lingkungan kampus. Universitas Balikpapan (Uniba) menjadi perguruan tinggi pertama di Kalimantan yang menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk membangun ekosistem perlindungan pekerja di lingkungan pendidikan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Uniba dan BPJS Ketenagakerjaan di Ballroom Putri Aji Karangmelenu, Gedung Fakultas Kedokteran Uniba, Rabu (23/9/2026).

Kolaborasi ini tidak hanya menyasar dosen dan tenaga kependidikan. Lingkupnya juga mencakup mahasiswa, peserta magang, mitra penyedia barang dan jasa, hingga pelaku usaha yang beraktivitas di lingkungan kampus.

Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan, drg. Faizal Rachman, MH.Kes., mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memperluas pemahaman sekaligus cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kerja sama ini mempertemukan mandat perlindungan pekerja dengan peran perguruan tinggi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dan Uniba adalah perguruan tinggi yang pertama yang melakukan kerja sama dengan BPJS Kalimantan,” ujarnya.

Menurut Faizal, lingkungan kampus dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun pemahaman mengenai pentingnya perlindungan pekerja sejak dini, sebelum mahasiswa benar-benar memasuki dunia kerja.

Dari Kampus, Kesadaran Jaminan Sosial Diperluas

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan, M. Hasbi Asshiddiqqi, mengatakan kerja sama dengan Uniba diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan jumlah kepesertaan.

Lebih jauh, kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sejak seseorang masih berada di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kepesertaan, tetapi membangun kesadaran mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dari lingkungan kampus. Mahasiswa juga dapat menjadi agen edukasi ketika memasuki dunia kerja dan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami jaminan sosial sebagai sebuah program perlindungan, tetapi juga dapat membawa pengetahuan tersebut ketika memasuki dunia profesional maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.

Bagi Uniba, kerja sama ini juga menjadi bagian dari penguatan peran perguruan tinggi agar tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi turut berkontribusi terhadap persoalan keselamatan dan perlindungan pekerja.

Rektor Uniba, Dr. Ir. Isradi Zainal, menegaskan MoU tersebut harus dilanjutkan dengan program-program yang konkret.

Salah satu fokus yang didorong adalah kolaborasi penelitian di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dikembangkan Jadi Program Nyata

Setelah penandatanganan MoU, Uniba dan BPJS Ketenagakerjaan akan mengembangkan sejumlah program bersama.

Ruang lingkupnya antara lain kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, program magang dan kerja praktik, beasiswa, kajian K3, kegiatan promotif dan preventif, hingga pertukaran keahlian.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi berkembang menjadi kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika dan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus mempertemukan kekuatan akademik Uniba dengan pengalaman BPJS Ketenagakerjaan dalam penyelenggaraan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.

Dari lingkungan kampus, kesadaran mengenai pentingnya perlindungan pekerja diharapkan semakin luas. Mahasiswa yang mendapatkan pemahaman sejak dini juga diharapkan dapat membawa budaya sadar jaminan sosial tersebut ketika nantinya masuk ke dunia kerja dan kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (Am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER