Connect with us

SAMARINDA

Air Mahakam Masih Diintai Intrusi Air Laut, Warga Samarinda Diminta Waspada

Published

on

sungai mahakam

Ancaman intrusi air laut di Sungai Mahakam belum sepenuhnya berakhir. Di tengah kondisi kemarau yang masih memengaruhi debit sungai, persoalan air baku kembali menjadi perhatian di Samarinda.

Pada Rabu, 7 Oktober 2026, Perumda Tirta Kencana Samarinda kembali mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait kondisi air baku di sejumlah wilayah pelayanan.

Dalam pemberitahuan resminya, Perumda menyebut intrusi air laut sedang terjadi pada sumber air baku di beberapa wilayah pelayanan.

Air masih dialirkan untuk kebutuhan mandi, mencuci dan kakus (MCK). Namun, masyarakat diminta tidak menggunakan air tersebut untuk minum dan memasak.

Untuk kebutuhan konsumsi, warga diarahkan memanfaatkan terminal IPA, terminal umum, terminal mandiri atau sumur bor maupun sumber air lain yang tersedia.

Sebelumnya Sempat Masuk Kondisi Kritis

Persoalan ini bukan muncul tiba-tiba. Intrusi air laut sebelumnya telah membuat kadar klorida di Sungai Mahakam meningkat hingga melewati ambang yang digunakan sebagai acuan pengolahan air baku.

Pada September lalu, pemerintah bahkan menyalurkan 98 ribu liter air bersih untuk 2.440 jiwa warga Samarinda yang terdampak.

Saat itu, kadar klorida Sungai Mahakam dilaporkan sempat melampaui ambang aman 250 ppm dan membuat 10 instalasi pengolahan air (IPA) melakukan penyesuaian jam operasional.

Sejumlah IPA juga sempat mengalami gangguan produksi. IPA Sungai Kapih, misalnya, pernah menghadapi lonjakan kadar klorida hingga 1.085 ppm sehingga produksi harus dihentikan sementara.

Meski kondisi sempat membaik pada pertengahan September, perkembangan terbaru menunjukkan persoalan intrusi masih perlu diawasi.

Dinas Perikanan Kota Samarinda pada 7 Oktober juga melakukan monitoring kualitas air Sungai Mahakam sekaligus mengidentifikasi potensi intrusi air laut di kawasan budidaya Kecamatan Loa Janan Ilir. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi perairan dan dampaknya terhadap kegiatan budidaya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta menampung air secukupnya dan menggunakan air secara bijak sembari mengikuti informasi resmi dari Perumda Tirta Kencana. (*am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER