EKONOMI DAN PARIWISATA
Akses Pariwisata Kaltim Semakin Mudah, Ini 2 Rute Baru Lion Air Domestik dan Internasional
Lion Air Group buka 2 rute baru di Kaltim: Tanjung Redeb-Maratua (Januari) dan Samarinda-Kuala Lumpur (Februari). Gubernur Rudy Mas’ud optimis pariwisata bangkit.
Peta konektivitas udara di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin terbuka lebar di awal tahun 2026. Maskapai Lion Air Group memastikan bakal membuka dua rute penerbangan baru yang menyasar destinasi wisata unggulan domestik hingga akses langsung ke luar negeri.
Kepastian ini terungkap saat Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menerima audiensi Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, bersama manajemen Lion Air Group di Harum Resort Balikpapan, Sabtu 10 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap dua rute strategis yang segera beroperasi:
- Rute Domestik: Tanjung Redeb (Berau) – Maratua, yang terjadwal terbang perdana pada 16 Januari 2026.
- Rute Internasional: Samarinda – Kuala Lumpur (Direct Flight). Yang rencananya mulai beroperasi pada Februari 2026.
Gubernur Rudy Mas’ud menyambut antusias ekspansi ini. Menurutnya, tersedianya akses udara yang mumpuni adalah kunci untuk mendongkrak sektor pariwisata yang selama ini terkendala durasi perjalanan.
“Kami menyambut dengan suka cita semua yang rencana otoritas bandara di Kaltim, terutama untuk membuka rute-rute baru penerbangan, baik domestik hingga internasional, pada sejumlah bandara di wilayah Kalimantan Timur,” ujar Rudy.
Pangkas Waktu ke Maratua
Sorotan khusus terhadap rute Tanjung Redeb ke Maratua. Rute ini akan menjadi solusi efisiensi waktu bagi wisatawan. Yang ingin menikmati keindahan pulau terluar tersebut tanpa harus menempuh perjalanan laut yang panjang dari Tanjung Redeb.
“Bagus sekali jika pesawat dapat mendarat langsung di Maratua. Pariwisata akan semakin hidup, perekonomian tumbuh di Maratua dan sekitarnya,” tambah Gubernur.
Tak berhenti di situ, Rudy bahkan memberikan tantangan sekaligus saran kepada Lion Air Group. Ia meminta maskapai mempertimbangkan pembukaan rute Balikpapan – Maratua khusus di akhir pekan (weekend) untuk menarik lebih banyak pelancong dari pintu gerbang utama Kaltim.
Konektivitas Darat Dikebut
Di sisi lain, Rudy memaparkan bahwa Pemprov Kaltim juga tengah mengebut penyelesaian infrastruktur darat untuk mendukung akses wisata. Fokus utama saat ini adalah jalur pesisir yang menghubungkan Samarinda, Kukar, Bontang, Kutim, hingga Berau.
“Kita sedang membuka akses jalan melalui pesisir dari Samarinda melewati Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Timur, hingga ke Biduk-Biduk di Berau,” jelasnya.
Ia optimistis, jika proyek infrastruktur seperti Jembatan Sungai Nibung rampung, dikombinasikan dengan rute penerbangan baru ini, distribusi logistik akan lancar dan ekonomi masyarakat lokal akan melesat.
Turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan strategis tersebut, Kepala Dinas PUPR Aji Muhammad Fitra Firnanda dan Kepala Dinas Perhubungan Yusliando. (ens)
-
BALIKPAPAN5 hari agoWFH Dikaji, DPRD Balikpapan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal
-
PARIWARA4 hari agoLewati Ujian di Portimao, Arai Agaska Gaspol Latihan di Eropa
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSkema Murur dan Tanazul Disiapkan untuk Lindungi Jemaah Lansia dan Risti
-
BALIKPAPAN4 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Dorong Pemanfaatan Desalinasi Air Laut
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoHeboh Anggaran Rp25 Miliar! Pemprov Kaltim Bongkar Fakta Renovasi Rumah Dinas Gubernur
-
BALIKPAPAN2 hari agoKomisi IV DPRD Balikpapan Mediasi Sengketa Lahan PJHI, Dorong Penyelesaian Damai
-
SAMARINDA7 jam agoPemprov Kaltim Klarifikasi Isu BPJS Samarinda: Bukan Dihentikan, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
PARIWARA1 hari agoBidik Kemenangan di ARRC Sepang, Yamaha Racing Indonesia Siap Tampil Maksimal

