SEPUTAR KALTIM
Ungguli Samboja dan Balikpapan Barat, Camat Long Kali Dinobatkan Jadi yang Terbaik se-Kaltim
Camat Long Kali M. Arfah raih predikat Camat Berprestasi Terbaik I Kaltim 2026, posisinya mengungguli perwakilan Kukar dan Balikpapan. Gubernur Rudy Mas’ud tekanakan peran strategis camat.
Prestasi membanggakan ditorehkan oleh M. Arfah, Camat Long Kali, Kabupaten Paser. Di tengah puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur, ia mendapat penobatan sebagai Camat Berprestasi Terbaik I oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.
Penghargaan bergengsi bagi aparatur kewilayahan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Jumat 9 Januari 2026.
Arfah sukses mengungguli rekan sejawatnya dari daerah lain. Posisi Terbaik II diraih oleh Camat Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Burhanuddin, sedangkan predikat Terbaik III diberikan kepada Camat Balikpapan Barat, H. Erwin.
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan atas dedikasi para camat yang bekerja di garis terdepan. Menurutnya, posisi camat tersebut sangat strategis sebagai jembatan utama. Antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Penghargaan ini harapannya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, responsivitas, serta integrasi birokrasi di seluruh wilayah,” ujar Rudy dalam sambutannya.
Bukan Sekadar Angka
Ketika bertemu awak media usai menerima penghargaan, M. Arfah tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menganggap apresiasi ini sebagai amanah untuk bekerja lebih keras, dan bukan alasan untuk berpuas diri.
“Penghargaan ini menjadi pemicu bagi kami untuk terus meng-upgrade diri, tidak pernah berpuas diri, serta terus menghadirkan inovasi-inovasi yang lebih baik, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di desa dan kelurahan,” ungkap Arfah.
Ia menekankan pentingnya memegang teguh prinsip Satyeng Nayaka Bhakti, yang bermakna kesetiaan dan juga loyalitas total dalam melayani publik. Bagi Arfah, piala dan peringkat hanyalah bonus, sementara substansi utamanya adalah kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Pada prinsipnya peringkat satu, dua, dan tiga hanyalah angka. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berkarya di lapangan, melayani masyarakat tanpa mengenal waktu, serta menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah desa dan kelurahan,” pungkasnya. (ens)
-
SAMARINDA5 hari agoRatusan Sopir Truk Demo di Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Biosolar dan Blokir Fuel Card
-
HIBURAN3 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
KUKAR3 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA16 jam agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
OLAHRAGA13 jam agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDebit Sungai Mahakam Menyusut, Air Laut Mulai Masuk tapi Pasokan Air Baku Kaltim Disebut Aman

