SEPUTAR KALTIM
Aksi 500 Ojol di Kaltim Gugat Aplikator: Promo Murah untuk Konsumen, Tapi Kami Dijerat Kemiskinan!
Sekitar 500 pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform digital di Kaltim menggelar unjuk rasa menentang kebijakan perusahaan aplikator yang dianggap merugikan pendapatan mereka. Aksi dimulai dengan long march dari GOR Segiri menuju Kantor Gubernur Kaltim, Selasa pagi, 20 Mei 2025.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Mitra Kaltim Bersatu (AMKB) ini menuntut penghapusan program promosi seperti GrabBike Hemat, sistem slot, dan double order, serta revisi regulasi tarif yang lebih adil.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak di sejumlah kota, termasuk Balikpapan, Jabodetabek, dan beberapa wilayah di Sumatera. Sebagai bentuk solidaritas, para pengemudi mematikan aplikasi mereka selama demonstrasi berlangsung.
โIni perlawanan terhadap sistem tidak adil yang menggerus pendapatan harian kami,โ tegas Koordinator AMKB, Ivan Jaya, di lokasi aksi.
Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan kritik terhadap perusahaan aplikator serta bendera merah-putih sebagai simbol perjuangan. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim untuk meneruskan aspirasi mereka ke Kementerian Perhubungan RI.
Salah satu tuntutan utama adalah penolakan terhadap program promosi yang dinilai melanggar Pasal 20 ayat 2-3 Permenhub No. 12/2018 dan Pasal 33 ayat 3-4 Permenhub No. 118/2018. Regulasi ini memberikan kewenangan kepada gubernur untuk menampung aspirasi masyarakat terkait layanan transportasi berbasis aplikasi.
Ivan mencontohkan ketimpangan pendapatan:
โJika konsumen membayar Rp22.000 untuk jarak 3-4 km, kami hanya mendapat Rp12.800. Potongan aplikator lebih dari 20%, sementara biaya hidup terus naik. Aturan tarif ini dibuat sejak masa COVID dan belum direvisi,โ ujarnya.
AMKB mendesak penetapan tarif dasar dan tarif bersih yang transparan untuk menjamin pendapatan layak bagi pengemudi.
Aksi sempat memanas ketika sejumlah pengunjuk rasa memaksa pengemudi yang tidak ikut demonstrasi untuk bergabung. Namun, situasi terkendali setelah perwakilan massa diundang bermediasi dengan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.
Dalam pertemuan tersebut, Seno mengaku telah mengirim surat permintaan resmi kepada perusahaan aplikator, tetapi belum ada tanggapan. โJika mereka tetap diam, kami tidak segan menutup layanan mereka di Kaltim,โ tegasnya.
Seno juga menyatakan dukungannya terhadap revisi tarif dan penghapusan program promosi.
โSurat untuk Menteri Perhubungan telah kami siapkan dan akan diserahkan besok pagi. Ini komitmen kami agar pendapatan pengemudi tidak lagi dipotong secara sepihak,โ janjinya.
Ia pun mengapresiasi aksi damai tersebut dan meminta pengemudi tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan langkah ini, AMKB berharap pemerintah pusat dan daerah segera mengambil tindakan konkret untuk melindungi hak-hak pengemudi ojol dari praktik eksploitasi perusahaan aplikator. (chanz/sty)
-
PARIWARA3 hari agoAldi Satya Mahendra Targetkan Podium di Seri 2 World Supersport Portimao
-
EKONOMI DAN PARIWISATA22 jam agoQRIS Meledak di Kaltim! Pengguna Tembus 859 Ribu, Uang Rp2,9 Triliun Mengalir ke Bank
-
PARIWARA12 jam agoClassy Fun Day Experience: Performa Skutik Classy Yamaha Sukses Buktikan Keunggulannya di Jalur Pegunungan
-
SAMARINDA3 hari agoArus Balik Lebaran 2026, Samarinda Dipadati Kendaraan, Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas
-
SAMARINDA2 hari ago30 Siswa SMAN 10 Samarinda Raih 84 LoA dari Kampus Luar Negeri
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoKunjungan Museum Mulawarman Meningkat Saat Lebaran
-
KUTIM4 jam agoRatusan Jiwa Terdampak Kebakaran Batu Timbau
-
BALIKPAPAN1 hari agoKomisi I Terima Laporan Harga LPG 3 Kg Melonjak di Balikpapan Saat Ramadan

