Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Bawa 57 Mobil Dinas untuk Kunker, Rombongan Gubernur Kaltim Cek Jalan Rusak hingga Mahulu

Published

on

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud cek jalan rusak di kawasan Kutai Barat hingga Mahulu. Ia turut membawa rombongan 57 mobil dinas dalam kunker awal tahun ini yang berlangsung selama 3 hari.

Pemandangan tak biasa mewarnai jalur trans-Kalimantan wilayah tengah pada awal tahun 2026 ini. Sebuah iring-iringan panjang yang terdiri dari 57 unit kendaraan roda empat. Membelah jalanan dari Samarinda menuju wilayah pedalaman Kutai Barat hingga Mahakam Ulu.

Rombongan besar tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Memulai agenda kerjanya di tahun baru. Gubernur memilih melintasi rute darat dan sungai selama tiga hari penuh, mulai Selasa 6 Januari 2026 hingga Kamis 8 Januari 2026.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setdaprov Kaltim, Irhamsyah, mengonfirmasi besarnya skala kunjungan kerja ini.

“Sebanyak 57 unit kendaraan roda empat disiapkan untuk mendampingi rombongan selama tiga hari perjalanan,” ungkapnya.

Boyong “Kabinet” Lengkap

Bukan tanpa alasan Rudy membawa pasukan “gemuk”. Ia bersama Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan hampir seluruh kepala perangkat daerah vital, mulai dari Kepala Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Biro Pengadaan Barang dan Jasa.

Tujuannya jelas: agar setiap masalah infrastruktur yang tampak di lapangan bisa langsung mencarikan solusi teknis dan anggarannya saat itu juga, tanpa birokrasi berbelit.

“Kolaborasi lintas sektor ini penting agar setiap peninjauan tidak berhenti pada laporan, tetapi langsung ditindaklanjuti dengan kebijakan dan program yang tepat,” tambah Irhamsyah.

Infrastruktur Mahal, Tapi Wajib

Fokus utama perjalanan ini adalah memastikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) terpenuhi, terutama akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi ekonomi warga.

Rudy menyadari, membangun di pedalaman Kaltim butuh biaya (cost) yang jauh lebih tinggi daripada di kota, namun hal itu tak boleh jadi alasan penundaan.

“Infrastruktur jalan, jembatan, transportasi memang mahal, tetapi inilah akses utama yang menghubungkan Samarinda dengan Kutai Kartanegara, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu,” tegas Rudy di sela kunjungannya.

Ia menekankan, jika konektivitas antardaerah ini kuat, otomatis pelayanan publik dan kesejahteraan warga akan terangkat.

Sisir Titik Rawan

Agenda rombongan terbilang padat dan menantang. Pada hari pertama, Selasa (6/1), mereka meninjau rekonstruksi jalan di Kota Bangun dan meresmikan pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang.

Berlanjut ke hari kedua di Mahakam Ulu, Gubernur menyerahkan bantuan satu unit ambulans terapung dan mengecek Bandara Ujoh Bilang.

Puncaknya pada hari terakhir, Kamis 8 Januari 2026 mendatang, rombongan akan menyisir jalur yang kerap menjadi keluhan masyarakat. Yakni ruas Bongan–Sotek. Gubernur akan mengecek langsung titik-titik rawan longsor, jembatan yang hanyut di KM 83, serta progres pembangunan Rumah Sakit di Bongan.

Bagi Rudy, kunjungan ini adalah pertaruhan visi-misinya untuk meninggalkan legacy pembangunan yang nyata.

“Akan sangat disayangkan jika amanah yang diberikan masyarakat tidak kita jawab dengan karya terbaik,” pungkasnya. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.