Connect with us

SEPUTAR KALTIM

BI Kaltim Siapkan Uang Tunai Rp2,18 Triliun Jelang Lebaran, Wagub Ingatkan Warga Tak Asal Lipat Rupiah

Published

on

Sambut Ramadan dan Idulfitri 2026, BI Kaltim siapkan uang tunai Rp2,18 triliun. Wagub Seno Aji ingatkan warga rawat fisik rupiah dan hindari kebiasaan 5J.

Tradisi bagi-bagi uang baru saat Lebaran selalu membuat perputaran uang tunai melonjak tajam di masyarakat. Menyambut momen Ramadan dan Idulfitri 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur telah memproyeksikan lonjakan kebutuhan uang kartal yang cukup signifikan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menyebutkan proyeksi kebutuhan uang tunai pada periode hari raya tahun ini menembus angka Rp2,18 triliun. Angka tersebut mencatat kenaikan sekitar 19,13 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan realisasi program serupa pada tahun lalu.

Untuk memfasilitasi antusiasme warga yang ingin menukarkan uang baru, BI Kaltim telah membuka titik layanan penukaran. Yang tersebar luas dan mudah dijangkau.

“Layanan penukaran uang akan dilakukan bersama seluruh perbankan di tujuh kabupaten/kota di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Kaltim. Sementara tiga wilayah kerja lainnya dilayani Kantor BI Balikpapan dan dapat diakses melalui situs Pintar. Mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026. Kantor BI Kaltim juga membuka layanan penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda, layanan antarperbankan, serta di 35 kantor bank di Samarinda,” papar Jajang Hermawan.

Kampanye 5J

Seiring dengan membeludaknya uang baru yang beredar di masyarakat, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, turut memberikan imbauan tegas. Ia mengingatkan warga agar tidak hanya antusias menukar uang, tetapi juga harus tahu cara merawat fisik lembaran rupiah.

Seno Aji menekankan pentingnya penerapan prinsip 5J dalam memperlakukan uang tunai. Warga diminta untuk jangan melipat, jangan mencoret, jangan menstaples, jangan meremas, dan jangan membasahi uang rupiah. Kebiasaan buruk seperti menstaples uang ke dalam amplop Lebaran, misalnya, sering kali membuat fisik uang berlubang dan cepat rusak.

Selain menjaga kualitas fisik uang, masyarakat juga diwanti-wanti untuk tetap waspada terhadap peredaran uang palsu di tengah tingginya tren transaksi tunai jelang hari raya. Kewaspadaan ini bisa dilakukan dengan disiplin menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

Pernyataan ini ditegaskan oleh Wagub saat meresmikan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 di Kantor BI Kaltim beberapa hari lalu. Menurutnya, perlakuan yang baik terhadap lembaran rupiah adalah wujud nyata menghargai kedaulatan negara.

“Merawat rupiah adalah bagian dari cinta, bangga, dan paham rupiah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau Bank Indonesia, tetapi juga seluruh masyarakat,” tegas Wagub Seno Aji.

Lewat imbauan pelestarian fisik uang dan kewaspadaan ini, diharapkan kualitas uang tunai nasional yang beredar di masyarakat tetap prima, sekaligus menutup celah bagi pelaku kejahatan pemalsuan uang. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.