SAMARINDA
Biar Tak Bingung Lagi, Pemkot Samarinda Godok Perwali Kriteria Kemiskinan
Pemkot Samarinda tengah menggodok perwali untuk menentukan kriteria kemiskinan. Sebagai panduan, agar tidak lagi bingung apakah suatu keluarga layak dikategorikan miskin atau tidak. Sehingga upaya mengatasi kemiskinan jadi lebih mudah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mencari cara untuk mengatasi kemiskinan di Kota Tepian ini. Karena data angka kemiskinan di Samarinda termasuk cukup tinggi. Namun penanganannya seringkali kurang atau tidak tepat sasaran.
Pemkot sudah seringkali mengalokasikan anggaran untuk mengentaskan kemiskinan melalui lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, setelah dievaluasi lagi, angkanya malah tidak turun secara signifikan.
Belakangan, Pemkot Samarinda tengah melakukan upaya pemutakhiran dan validasi data kemiskinan. Melalui survey secara langsung yang berlangsung pada September hingga Oktober mendatang. Memverifikasi sebanyak 43-44 ribu rumah tangga.
Untuk kemudian menghasilkan data terbaru, jumlah kemiskinan dan berapa yang harus diatasi. Namun dalam proses survey di lapangan itu, petugas masih merasa kebingungan. Untuk menentukan apakah suatu keluarga dinyatakan atau dikategorikan sebagai miskin atau tidak. Karena tidak ada indikator atau kriteria yang jelas.
Kepala Diskominfo Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah mengungkap, beberpaa OPD di Pemkot tengah menggodok satu Peraturan Wali Kota Samarinda (Perwali) terkait kriteria kemiskinan. Untuk menjadi acuan.
“Kami sedang penyusunan kriteria kemiskinan. Kami sudah menyusun draf perwali, itu berdasarkan kriteria Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik,” jelas lak-laki yang biasa disapa Dayat pada Senin, 25 September 2023.
“Tapi kami tawarkan ke OPD lain seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim, yang sering ngasih bantuan-bantuan. Siapa tahu di sana ada kriteria lain yang bisa kita jadikan acuan untuk memperkaya perwali itu,” lanjutnya.
Dari perwali ini, setiap OPD akan memiliki standar yang sama dalam menetapkan status kemiskinan tadi. Sehingga datanya valid, statusnya jelas, dan setiap OPD dapat mengambil tindakan yang pas dalam upaya pengentasan kemiskinan tadi.
Dayat bilang, sebelumnya belum ada perwali seperti ini. Soal kriteria kemiskinan. Hasil survey di lapangan akan tetap dijadikan acuan, yang kemudian dibedah dan diolah untuk merumuskan kriteria. Sehingga ke depan, penanganan kemiskinan bisa lebih akurat.
Saat ini, tim survey yang bekerja, hasilnya sudah sejauh 35-40%. Ditargetkan akan rampung Oktober mendatang. Sementara itu perwali terus digodok oleh Pemkot Samarinda.
“Makanya kami membuat inisiatif untuk membuat perwali itu secepatnya,” pungkas Dayat. (ens/dra)
-
PARIWARA5 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA4 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA4 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA3 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SAMARINDA4 hari agoCetak Rekor di Kalimantan, Korem 091/ASN Raih Kartika Award sebagai Wilayah Bebas Korupsi
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’

