EKONOMI DAN PARIWISATA
Biaya Hidup Kaltim Resmi ‘Runner-Up’ Termahal RI, Cuma Beda Tipis dari Jakarta!
Biaya hidup di Kaltim yang sebelumnya masuk urutan 10 besar, kini melesat menjadi Runner Up. Alias urutan kedua termahal di Indonesia. Berdasarkan rilis resmi dari Kemnaker. Posisi Kaltim sendiri hanya berbeda tipis dari Jakarta yang berada di urutan pertama.
Julukan Kalimantan Timur sebagai provinsi “kaya” tampaknya membawa konsekuensi yang cukup logis yakni biaya hidup yang juga ikutan “kaya”. Alhasil, segala harga barang di Kaltim selisih cukup besar dibanding dengan harga di pulau Jawa.
Jika selama ini anggapan bahwa hidup di Benua Etam membutuhkan ongkos mahal hanya menjadi keluhan tongkrongan warung kopi, kini hal tersebut adalah fakta yang tervalidasi data.
Laporan terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), telah menempatkan Kalimantan Timur di peringkat kedua sebagai provinsi dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tertinggi di Indonesia.
Posisi ini membuat Kaltim berdiri sejajar dengan daerah lain, yang merupakan raksasa ekonomi lainnya. Melampaui Kepulauan Riau dan menempel sangat ketat DKI Jakarta di puncak klasemen alias urutan pertama.
Beda Tipis dengan Ibu Kota
Sementara itu, data terbaru ini diklaim menggunakan metode perhitungan yang lebih segar. Sebagaimana dikutip dari rilis resmi Kemnaker.
“Perhitungan Kebutuhan Hidup Layak kini telah menggunakan metode berbasis standar ILO. Lalu dengan mempertimbangkan komponen utama yakni kebutuhan rumah tangga.”
Hasilnya memang cukup mengejutkan. Berikut ini adalah peta persaingan di tiga besar provinsi termahal:
- DKI Jakarta: Rp5.898.511
- Kalimantan Timur: Rp5.735.353
- Kepulauan Riau: Rp5.717.082
Akan tetapi, jika diperhatikan selisihnya, jarak antara biaya hidup layak di Jakarta dengan di Kaltim hanya terpaut sekitar Rp163 ribu saja. Sementara angka tersebut sangatlah tipis. Meski begitu, tersimpan kesenjangan yang cukup besar.
Karena itu, tekanan finansial untuk memenuhi standar hidup dasar di Samarinda atau Balikpapan praktis sudah setara dan serupa dengan mereka yang tinggal di Jakarta Selatan atau Pusat. Padahal, secara infrastruktur dan akses, masih jauh berbeda.
Anomali di Borneo
Jika melihat dalam lingkup Pulau Kalimantan, Kaltim bahkan tampak melaju sendirian sebagai “anomali”. Mari kita bandingkan dengan tetangganya. Sementara itu, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan KHL dengan angka Rp4.968.935. Sementara untuk Provinsi Kalimantan Selatan berada di Rp4.112.552.
Kemudian, ada jurang selisih yang lebar antara Kaltim dengan rata-rata wilayah sekitarnya. Akhirnya menegaskan posisi Kaltim sebagai provinsi dengan pengeluaran paling “elite” di regional Kalimantan.
Di sisi lain spektrum, wilayah dengan biaya hidup paling terjangkau di Indonesia dipegang oleh Nusa Tenggara Timur (Rp3.054.508) dan juga Sulawesi Barat (Rp3.091.442).
Data: 38 Provinsi dengan KHL Tertinggi
Untuk memberikan gambaran yang lebih luas, berikut adalah daftar standar biaya hidup layak di 38 provinsi di Indonesia berdasarkan data terbaru:
1. DKI Jakarta – Rp 5.898.511
2. Kalimantan Timur – Rp 5.735.353
3. Kepulauan Riau – Rp 5.717.082
4. Provinsi Papua – Rp 5.314.281
5. Provinsi Papua Selatan – Rp 5.314.281
6. Papua Tengah – Rp 5.314.281
7. Papua Pegunungan – Rp 5.314.281
8. Bali – Rp 5.253.107
9. Papua Barat – Rp 5.246.172
10. Papua Barat Daya – Rp 5.246.172
Urutan 11 -20
11. Kalimantan Utara – Rp 4.968.935
12. Kepulauan Bangka Belitung – Rp 4.714.805
13. DI Yogyakarta – Rp 4.604.982
14. Maluku Utara – Rp 4.431.339
15. Banten – Rp 4.295.985
16. Kalimantan Tengah – Rp4.279.888
17. Maluku – Rp 4.168.498
18. Riau – Rp 4.158.948
19. Jawa Barat – Rp 4.122.871
20. Kalimantan Selatan – Rp 4.112.552
Ututan 21-38
21. Kalimantan Barat – Rp4.083.420
22. Sumatera Barat – Rp 4.076.173
23. Sulawesi Utara – Rp 3.864.224
24. Jambi – Rp 3.931.596
25. Sulawesi Selatan – Rp 3.670.085
26. Bengkulu – Rp 3.714.932
27. Aceh – Rp 3.654.466
28. Sulawesi Tenggara – Rp 3.645.086
29. Sumatera Utara – Rp 3.599.803
30. Jawa Timur – Rp 3.575.938
31. Sulawesi Tengah – Rp 3.546.013
32. Jawa Tengah – Rp 3.512.997
33. Gorontalo – Rp 3.398.395
34. Nusa Tenggara Barat – R p3.410.833
35. Lampung – Rp 3.343.494
36. Sumatera Selatan – Rp 3.299.907
37. Sulawesi Barat – Rp 3.091.442
38. Nusa Tenggara Timur (NTT) – Rp 3.054.508
Realitas Bagi Pekerja dan Perantau
Dari data KHL yang dirilis Kemnaker ini, kemudian menjadi sinyal penting bagi dunia ketenagakerjaan. Alhasil nominal gaji yang terlihat besar di atas kertas saat melamar kerja di Kaltim, seringkali tergerus habis oleh biaya akomodasi dan konsumsi harian yang tinggi.
KHL adalah standar kebutuhan satu bulan agar pekerja atau buruh dan keluarganya agar bisa hidup layak. Oleh sebab itu, perhitungan Upah Minimum Provinsi (UMP) selalu diarahkan supaya bisa mendekati patokan ini.
Oleh karena itu, bagi para perantau yang sedang melirik peluang di Kaltim, tampaknya perlu melakukan perhitungan ulang. Diperlukan hitung-hitungan di atas kertas yang dilakukan dengan lebih cermat lagi. Yakni dengan menyesuaikan biaya hidup layak di Kaltim dan membandingkannya dengan nilai upah yang didapat.
Selamat datang di Kaltim, provinsi dengan peluang besar, namun dengan tantangan biaya hidup yang juga tidak main-main. (ens)
-
HIBURAN2 hari agoTarra Budiman Cs Sapa Warga Samarinda, “Modual Nekad” Jadi Rekomendasi Tontonan Tahun Baru Paling Seru
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoMeriah dan Bertabur Hadiah, ini Keseruan Malam Tahun Baru 2026 di Mahakam Lampion Garden Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKompak! Kepala Daerah di Kaltim Serukan Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api dan Pesta Berlebihan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoCuaca Kaltim Masih Didominasi Hujan Jelang Pergantian Tahun, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
-
SAMARINDA4 hari agoTahun Baru Semangat Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Birokrasi Kaltim ‘Naik Kelas’
-
HIBURAN5 hari agoMelly Goeslaw Buka East Borneo Islamic Festival, Wagub Kaltim Ajak Muhasabah Akhir Tahun
-
GAYA HIDUP1 hari agoBukan Cuma Diet, Ini Pola Hidup Sehat yang Perlu Kamu Terapkan untuk Tahun 2026
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKaltim Salurkan Rp5,7 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh, Ini Sumber Dananya

