Connect with us

OLAHRAGA

Bukan Sekadar Latihan, Ini yang Dimatangkan Borneo FC Sebelum Hadapi PSIM

Published

on

Skuad Borneo FC menjalani rangkaian persiapan menjelang pertandingan melawan PSIM Yogyakarta. Pesut Etam mematangkan taktik di Stadion Sultan Agung, Bantul, sebelum bertanding pada Minggu (1/11/2026). (Borneo FC)

Sehari menjelang pertandingan melawan PSIM Yogyakarta, Borneo FC Samarinda terus mematangkan persiapan di Bantul. Bukan hanya menjaga kebugaran setelah melewati jadwal padat, Pesut Etam juga perlu memastikan taktik dan koordinasi antarpemain berjalan sesuai rencana.

Pertandingan pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 itu akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/11/2026). Berdasarkan jadwal resmi klub, laga dimulai pukul 16.30 WITA.

Melalui kanal resmi klub, Borneo FC menampilkan aktivitas latihan di Stadion Sultan Agung dengan fokus mempertajam taktik permainan. Materi tersebut memperlihatkan bahwa persiapan Pesut Etam tidak berhenti pada pemulihan fisik, tetapi juga menyangkut kesiapan menghadapi karakter permainan lawan.

Pemantapan Taktik di Stadion Sultan Agung

Berlatih di stadion tempat pertandingan berlangsung menjadi bagian penting dari persiapan tim. Borneo FC bisa beradaptasi dengan lingkungan pertandingan sekaligus mematangkan pendekatan permainan yang akan diterapkan saat menghadapi PSIM.

Selain itu, kekompakan antarpemain juga menjadi perhatian. Sebelumnya, kanal resmi klub menampilkan sesi inside training yang mengangkat upaya membangun chemistry melalui permainan di lapangan hijau.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses tim untuk menyatukan permainan, terutama ketika pemain harus saling memahami pergerakan dan mengambil keputusan dalam situasi pertandingan.

Namun, belum ada keterangan resmi yang merinci susunan pemain utama maupun strategi khusus yang akan digunakan Mauro Jeronimo saat menghadapi PSIM.

Jadwal Padat Jadi Tantangan Pesut Etam

Persiapan menuju pertandingan ini juga tidak lepas dari persoalan kebugaran. Borneo FC sebelumnya menjalani tiga pertandingan dalam kurun waktu 10 hari, termasuk pertandingan tandang yang membutuhkan perjalanan.

Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengakui situasi tersebut menjadi tantangan bagi tim. Karena itu, rotasi pemain dilakukan agar skuad tetap memiliki tenaga yang cukup untuk menjalani pertandingan berikutnya.

“Tentu saja, kemenangan selalu menjadi motivasi. Perlu diingat bahwa kami baru saja menjalani tiga pertandingan dalam 10 hari, ditambah dengan perjalanan. Kami juga mencoba melakukan rotasi pemain agar tim memiliki tenaga yang lebih segar,” ujar Mauro, dikutip dari laman resmi I.League.

Kemenangan 2-1 atas PSS Sleman pada 27 Oktober lalu menjadi modal tambahan bagi Pesut Etam. Meski demikian, Mauro mengingatkan bahwa performa tim masih perlu ditingkatkan karena kompetisi masih berada pada fase awal musim.

“Kami sadar bahwa performa belum mencapai level terbaik dan masih banyak aspek yang perlu diperbaiki,” katanya.

Kini, persiapan di Bantul menjadi bagian akhir dari rangkaian kerja Borneo FC sebelum turun ke lapangan. Pesut Etam tentu berharap pemantapan taktik, kekompakan, dan pengelolaan kebugaran bisa membantu mereka membawa pulang hasil positif dari markas PSIM. (ar)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER