Connect with us

KUKAR

Bupati Kukar Arahkan Program Kukar Selaras dengan Agenda Transformasi 2045

Published

on

Transformasi ekonomi, pembangunan sosial, dan pembenahan tata kelola menjadi bagian dari agenda jangka panjang Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah kabupaten menempatkan ketiga aspek tersebut sebagai fondasi untuk mengarahkan pembangunan secara berkesinambungan hingga 2045.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan setiap program pemerintah perlu memiliki keterkaitan dengan sasaran pembangunan yang telah dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.

“Agar mebijakan yang dilaksanakan dalam satu periode pemerintahan tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari tahapan pembangunan daerah,” ungkap Aulia, Minggu (18/10/2026)

Ia berujar, RPJPD Kukar telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 16 Tahun 2024. Dokumen tersebut menjadi pedoman pembangunan selama 20 tahun dengan visi Kukar Maju, Tangguh, Berbudaya.

Aulia menjelaskan, visi tersebut mencakup arah pembangunan yang menitikberatkan pada penguatan sektor pangan, pariwisata, industri hijau, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Visi itu diarahkan pada penguatan sektor pangan, pariwisata, industri hijau, dan kesejahteraan berkelanjutan,” ujarnya.

Aulia menerangkan, periode pembangunan 2025–2029 merupakan tahap penguatan fondasi transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola. Tahap ini menjadi bagian awal dari peta jalan pembangunan jangka panjang yang perlu diterjemahkan ke dalam program sesuai kebutuhan daerah.

“Berdasarkan peta jalan pembangunan 20 tahun tersebut, periode pembangunan 2025–2029 merupakan tahap penguatan fondasi transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola,” jelasnya.

Menurut Aulia, penguatan fondasi membutuhkan kesinambungan antara perencanaan dan pelaksanaan program. Pemerintah daerah perlu memastikan kebijakan yang dijalankan tetap sejalan dengan prioritas pembangunan, dengan mempertimbangkan kondisi daerah serta kemampuan keuangan yang tersedia.

Ia juga menilai perencanaan jangka panjang memiliki peran penting untuk menjaga konsistensi arah pembangunan ketika terjadi pergantian kepemimpinan. Melalui dokumen perencanaan yang sama, setiap periode pemerintahan diharapkan dapat melanjutkan tahapan yang telah dirancang dan berkontribusi terhadap tujuan bersama.

“Pembangunan tidak bisa hanya berorientasi pada kebutuhan dalam satu periode pemerintahan. Seluruh program harus tetap terhubung dengan sasaran besar yang ingin dicapai daerah dalam dua dekade,” paparnya.

Ia menegaskan, arah pembangunan yang telah disusun itu juga menjadi dasar untuk mendorong sektor-sektor potensial agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Penguatan pangan, pengembangan pariwisata, dan industri hijau menjadi bagian dari agenda yang perlu dikembangkan sesuai potensi serta kebutuhan Kukar.

Aulia berharap, pelaksanaan pembangunan yang mengacu pada RPJPD dapat menjaga keteraturan program antartahun dan antarperiode pemerintahan. Dengan perencanaan yang berkesinambungan, setiap tahapan pembangunan diharapkan memberi kontribusi terhadap terwujudnya Kukar yang maju, tangguh, dan berbudaya pada 2045.

“Jadi, pembangunan terus berkesinambungan dan terstruktur sesuai kebutuhan masyarakat Kukar,” pungkasnya. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

POPULER