Connect with us

KUKAR

RT-Ku Terbaik Jadi Instrumen Pemerataan Internet hingga Desa di Kukar

Published

on

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memprioritaskan pemerataan akses internet hingga seluruh desa melalui program Rukun Tetangga-ku Terbaik (RT-Ku Terbaik). Langkah ini diarahkan untuk memperluas konektivitas digital masyarakat, termasuk di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan internet.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan penyediaan akses internet menjadi salah satu kebutuhan yang ingin dipenuhi melalui program tersebut. Pemkab berupaya agar masyarakat di pedesaan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari.

“Di RT-Ku Terbaik, kami meletakkan prioritas untuk memastikan layanan internet itu hadir di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya, Kamis (15/10/2026)

Pemerataan tersebut memiliki cakupan yang luas. Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar mencatat wilayah kabupaten ini terdiri atas 193 desa dan 44 kelurahan di 20 kecamatan, dengan total 3.212 RT. Sebaran permukiman yang luas menjadi salah satu pertimbangan dalam memperluas jangkauan layanan hingga tingkat lingkungan.

Menurut Aulia, akses internet tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan jaringan. Konektivitas juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, mengakses layanan digital, serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

“Internet harus menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan masyarakat, bukan hanya tersedia di wilayah tertentu. Kami ingin desa-desa di Kukar juga memiliki akses yang mendukung kebutuhan warganya,” katanya.

Sebelumnya, Pemkab Kukar telah menyampaikan target perluasan akses internet, termasuk melalui pemanfaatan layanan internet berbasis satelit. Namun, pemerintah juga menghadapi tantangan dalam menentukan teknologi dan skema penyediaan yang sesuai dengan kondisi wilayah serta biaya operasionalnya.

Aulia berujar, Karakteristik geografis Kukar membuat kebutuhan konektivitas setiap wilayah dapat berbeda. Karena itu, upaya pemerataan perlu mempertimbangkan ketersediaan jaringan, kondisi lokasi, kebutuhan pengguna, serta keberlanjutan pembiayaan setelah layanan tersedia.

“Melalui RT-Ku Terbaik, kebutuhan internet ditempatkan sebagai salah satu prioritas yang dapat diperhitungkan dalam penyusunan kegiatan di tingkat RT,” jelas Aulia.

Aulia menegaskan, pelaksanaan program tetap harus berangkat dari kebutuhan dan target yang ingin dicapai. Dengan demikian, penyediaan internet tidak hanya menjadi kegiatan pengadaan fasilitas, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Yang kami harapkan, akses internet bisa semakin merata dan benar-benar dimanfaatkan warga. Pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing wilayah,” tutupnya.(rk/Adv Diskominfo Kukar)

POPULER