NUSANTARA
Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan masih menjadi ancaman serius. Api yang belum sepenuhnya terkendali, kondisi lahan yang kering, hingga sebaran asap membuat penanganan karhutla di sejumlah wilayah harus terus diperkuat.
Di Kalimantan Timur, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 9 Oktober 2026 mencatat sekitar 8.474,50 hektare lahan terbakar sepanjang rangkaian kejadian yang terdata. Pada hari yang sama, petugas masih melakukan pemadaman di empat lokasi dengan luas penanganan mencapai 2,52 hektare.
Sementara itu, kondisi di Kalimantan Tengah juga memerlukan perhatian. Kebakaran di Kabupaten Barito Selatan dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Asap menyelimuti kawasan Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan, hingga membuat udara tampak menguning. Api bahkan dilaporkan meluas mendekati tepi jalan raya.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman karhutla belum berakhir meski sejumlah titik kebakaran telah berhasil ditangani.
Titik Panas Masih Terdeteksi, Kalimantan Barat Perpanjang Tanggap Darurat
Ancaman karhutla tidak hanya terjadi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Kalimantan Barat juga masih menghadapi kebakaran di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat memperpanjang status tanggap darurat karhutla selama 5–18 Oktober 2026. Keputusan ini diambil karena kebakaran masih terjadi di sejumlah daerah, sementara kabut asap berpotensi memengaruhi Kota Pontianak.
Tiga kabupaten yang masih menjadi perhatian dalam penanganan tersebut adalah Kayong Utara, Melawi, dan Mempawah.
Di tingkat nasional, Kementerian Kehutanan mencatat 437 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Jumlah itu meningkat 50 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 387 titik.
Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah prioritas pemantauan. Pemerintah terus memperkuat pengawasan titik panas, patroli darat, operasi udara, serta pemeriksaan langsung untuk memastikan apakah indikasi titik panas benar-benar merupakan kebakaran.
Data titik panas perlu dibedakan dari jumlah kejadian kebakaran karena tidak setiap hotspot otomatis menunjukkan adanya api aktif. Meski begitu, peningkatan titik panas tetap menjadi peringatan bagi petugas untuk mempercepat pemeriksaan dan penanganan di lapangan.
Cuaca Kering Persulit Pemadaman, Warga Diminta Waspada Asap
Kondisi cuaca turut memengaruhi risiko karhutla di Kalimantan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan periode 9–15 Oktober 2026 mengingatkan bahwa dominasi kondisi kering masih berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran, terutama di daerah yang mengalami periode tanpa hujan cukup panjang.
Pemantauan BMKG pada 7 Oktober 2026 menunjukkan terdapat 364 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan. Citra satelit juga memperlihatkan sebaran asap di sejumlah wilayah pulau tersebut.
Ketika lahan mengering, api lebih mudah menyebar. Kebakaran di kawasan gambut juga menjadi tantangan tersendiri karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga pemadaman membutuhkan waktu dan pengawasan lanjutan.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran. Warga yang terdampak asap juga perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, dan menjaga kelompok rentan seperti anak-anak serta lansia.
Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama pemerintah daerah, BPBD, petugas kehutanan, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat. Selain memadamkan api, upaya pencegahan dan pengawasan kawasan rawan perlu diperkuat agar kebakaran tidak kembali meluas. (Am)
-
NUSANTARA1 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE1 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK1 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
KUKAR24 jam agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
BALIKPAPAN3 hari agoYamaha Gelar Pengundian Bombastis, Empat Pelanggan dari Balikpapan hingga Banjarbaru Bawa Pulang Motor
-
KUKAR2 hari agoAulia Tekankan Pentingnya Mentalitas Pemimpin dalam Menghadapi Tantangan

